35 Kepala Sekolah Dikukuhkan, Ini Pesan Bupati Sumbawa Barat untuk Majunya Pendidikan

TALIWANG, JEJAKNTB.COM| Sebanyak 35 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Barat, dikukuhkan oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Lantai III, Rabu, 8 April 2026.

Bupati Sumbawa Barat,  H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., mengukuhkan 35 Kepala Sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP Tahun Anggaran 2026 untuk menguatkan kapasitas pendidikan di Bumi Pariri Lema Bariri.

Selain bupati, acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat terkait. Seperti Sekretaris Daerah drh. Hairul, M.M., Asisten III dr. H. Syaifuddin, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat Agus, S.Pd., M.M.

Dari sebanyak 35 kepala sekolah yang dikukuhkan ini, rinciannya kepala SD negeri,  kepala SMP negeri, serta  kepala Paud Negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa penunjukan kepala sekolah dilakukan melalui proses yang terukur dengan mempertimbangkan kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak. Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan dana BOS secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Bupati turut mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaporan, serta menjaga amanah dalam memimpin satuan pendidikan demi peningkatan mutu dan pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Semoga para kepala sekolah yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati   H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., mengingatkan para kepala sekolah untuk mau ‘merangkul’ semua pihak.

Menurutnya, pemimpin yang baik merupakan pemimpin yang mau merangkul semua pihak.

Pasalnya seorang kepala sekolah akan menentukan masa depan dari sekolah yang dipimpin.

Apalagi profesi tenaga pendidik merupakan sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan terhormat karena membantu orang untuk meraih cita-cita dan menambah pengetahuan.

Seorang pemimpin itu harus merangkul semua pihak, karena bila semua pendukung kondusif maka apa yang dipimpin akan sampai pada tujuannya,” tandasnya.

“Tenaga pendidik itu membuat orang yang tadinya tidak tahu apa-apa menjadi tahu. Karena itulah guru merupakan pekerjaan yang mulia,” tambah dia.

Bupati Sumbawa Barat juga berpesan kepada para kepala sekolah yang dikukuhkan, bahwasanya seorang guru merupakan penentu nasib muridnya.

“Saya berpesan guru itu sebagai penentu nasib, kalau mendidik dengan akhlak yang baik, maka muridnya akan menjadi baik pula,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top