๐’๐š๐ญ๐ฎ ๐“๐š๐ก๐ฎ๐ง Jarotโ€“Anshori : ๐Œ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐ฎ๐ง ๐Œ๐š๐ฌ๐š ๐ƒ๐ž๐ฉ๐š๐ง Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

Catatan Redaksi

 

12 PROGRAM MENUJU SUMBAWA UNGGUL, MAJU DAN SEJAHTERA TEREALISASI DI TAHUN PERTAMAย 

 

 

SUMBAWA BESAR, JEJAKNTB| Untuk memahami dan menjawab pertanyaan publik maka diperlukan pemahaman instrumen apa saja dipakai sebagai alat ukur kerja Jarot – Anshoriย  setahun ini serta variabel dan indikator apa saja yang akan dijadikan sebagai sebuah tolak ukur.

 

1. PENJABARAN VISi -MISI MELALUI RPJMD

( Dalam Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 262 bahwa RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan Daerah dan keuangan Daerah, serta program Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN, RPJMD Jarot- Anshori di tetapkan bulan September 2025.

 

2. PENJABARAN RPJMD DALAM PROGRAM 1 TAHUN TERTUANG DALAM RKPD

( Dalam ketentuan UU No. 23 tahun 2014 Pasal ) bahwa RKPDย merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka ekonomi Daerah, prioritas pembangunan Daerah, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah dan Program Strategis Nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Kedua Dokumen perencanaan tersebut belum bisa dijadikan star awal untu melihat Progres 1 tahun sebab Dokumen Perencanaan Resmi pemerintahan Jarot – Anshori efektifnya mulai tahun 2026

 

MENGETAHUI CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH

Untuk mengetahui capaian kinerja penyelenggaraan pemerintah Daerah maka instrumennya, terdapat dua instrumen yang dipakai sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2019 Pasal 1 dan pasal. 2 pasal 3, yaitu :

1. LPPD ( Laporan penyelenggaran Pemerintah Daerah ) disampaikan ke Kemendagri melalui gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan dilakukan Evaluasi oleh pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah. Evaluasi ni yaitu pengukuran kinerja makro meliputi Indeks pembangunan manusia, angka kemisikinan, angka pengangguran , pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita dan ketimpangan pendapatan (sebagaimana ketentuan pasal. 6 PP No.13 tahun 2019)

2. LKPJ ( Laporan keterangan Pertanggungjawaban ) Pemerintah Daerah dan disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dan DPRD memberikan rekomendasi berupa catatan strategis. ( sebagaimana diataur dalam pasal. 16 PP.No,13 tahun 2019 )

Dua instrumen ini menjadi rujukan resmi Hasil kerja Penyelenggaraan Pemerintahan ( bukan berdasarkan asumsi, opini dan persepsi) kemudian hal tersebut disampaikan ke DPRD sekaliย  setahun paling telat 3 bulan setelah anggaran berakhir

Apa saja yang telah dilakukan Jarot – Anshori dalam kurun waktu setahun? Mari kita cermati sesuai dengan 12 program unggulan utama yang pernah disampaikan dan mari kita cocokkan dengan fakta-fakta serta bukti empiris hari ini di lapangan:

 

1.Membangun Penampungan Air Hujan, Cek Dam, dan Sumur Bor Sebagai Sumber Irigasi Pertanian

Program DAK Air Minum 2025 Diserahterimakan, Wabup H. Ansori Tekankan Keberlanjutan Layanan SPAM Desa

 

Sumbawa Besar, 22 Desember 2025 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyaksikan prosesi serah terima kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Air Minum Tahun Anggaran 2025 oleh Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa kepada 15 kepala desa penerima manfaat, yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Senin pagi.

 

Dalam sambutannya, Wabup H. Ansori menegaskan bahwa kegiatan DAK Air Minum dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sebagai bentuk kepercayaan negara kepada masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan. Sejak 2024 hingga 2025, program ini telah menjangkau 20 desa, dengan 15 desa di antaranya dilaksanakan pada tahun 2025 dan seluruh pekerjaan telah diselesaikan.

 

H. Ansori menekankan bahwa model swakelola tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membangun kapasitas dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola serta menjaga keberlanjutan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). DAK Air Minum dirancang secara terintegrasi untuk mendorong akses air minum menyeluruh (universal access), mulai dari sumber air hingga sambungan rumah.

 

Ia juga mengingatkan bahwa serah terima bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab bersama. Pemerintah Daerah, melalui Dinas PUPR dan OPD terkait, berkomitmen terus melakukan pembinaan dan pendampingan, serta memperkuat dukungan melalui APBD dan sinergi dengan Dana Desa.

 

Pada kesempatan tersebut, H. Ansori menyampaikan apresiasi kepada KSM, tenaga fasilitator, kepala desa, camat, serta jajaran Dinas PUPR, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan DAK Bidang Air Minum.

 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, M. Sofyan, ST, melaporkan bahwa hingga tahun 2025 capaian akses air minum Kabupaten Sumbawa mencapai 12,83 persen, dengan target 40 persen pada tahun 2029.

 

Pada tahun 2025, Pemkab Sumbawa memperoleh alokasi DAK sebesar Rp12,19 miliar yang tersebar di 15 desa, dengan hasil pembangunan 1.807 sambungan rumah dan jaringan pipa sepanjang 45.790 meter, yang berkontribusi pada peningkatan akses air minum sebesar 5 persen.

 

 

 

 

2.Meningkatkan Pendapatan Daerah Hingga 50%

 

Terlaksana

Sumbawa Masuk Proyek Strategis Nasional, Bupati Tinjau Lokasi Ground Breaking Integrated Poultry Industry Bernilai Triliunan Rupiah

 

Sumbawa Besar โ€“ Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan posisinya dalam peta pembangunan nasional. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah, meninjau langsung lokasi Ground Breaking Proyek Integrated Poultry Industry (Budidaya Unggas Terintegrasi) di lahan seluas 10 hektar di sekitar Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) Serading, Sabtu (3/1/2026).

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek strategis yang menjadi salah satu dari lima lokasi nasional pengembangan industri unggas terintegrasi di Indonesia. Lima provinsi yang ditetapkan sebagai lokasi proyek tersebut yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek ini direncanakan akan dilaunching dan dilakukan ground breaking secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam waktu dekat.

Khusus di Provinsi NTB, proyek Integrated Poultry Industry akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari jumlah tersebut, empat unit berada di Kabupaten Sumbawa, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi di NTB. Salah satu unit strategis tersebut berlokasi di kawasan BPHMT Serading yang kini telah memasuki tahap kesiapan pelaksanaan ground breaking.

Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa kehadiran proyek ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah sektor peternakan, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Dengan konsep terintegrasi dari hulu ke hilir, proyek ini diharapkan mampu mendorong efisiensi produksi, stabilitas pasokan, dan daya saing industri unggas nasional.

โ€œIni adalah momentum penting bagi Kabupaten Sumbawa. Kita tidak hanya menjadi lokasi proyek, tetapi menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional di sektor pangan dan peternakan,โ€ ujar Bupati di sela-sela peninjauan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh, baik dari aspek perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah, agar pelaksanaan proyek berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan masuknya Kabupaten Sumbawa dalam proyek nasional Integrated Poultry Industry ini, Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia Timur.

 

Car Free Night Berpadu Dentuman Ring : Bupati Cup 2025 Resmi Ditutup, Tinju Sumbawa Bangkit dari Stagnasi

 

Sumbawa Besar โ€” Kejuaraan Tinju Amatir Boxing Bupati Cup 2025 resmi ditutup oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, di Lapangan Pahlawan, Sumbawa Besar. Penutupan berlangsung meriah dengan perpaduan konsep Car Free Night di ruas jalan sekitar Lapangan Pahlawan yang berpadu dengan atmosfer pertandingan tinju, menghadirkan keramaian luar biasa dan membludaknya masyarakat yang memadati pusat kota hingga malam hari.

 

Hadir dalam penutupan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa, serta unsur TNIโ€“Polri yakni Kapolsek dan Danramil Sumbawa. Kehadiran lintas unsur ini menjadi penanda kuat dukungan bersama terhadap kebangkitan olahraga tinju di Kabupaten Sumbawa.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Bupati menilai perpaduan Car Free Night dengan event olahraga tinju menciptakan denyut ekonomi yang hidup, sekaligus menunjukkan stabilitas dan daya beli masyarakat Sumbawa yang tetap kuat. โ€œLuar biasa ramainya. Masyarakat membludak. Ini pertanda ekonomi masyarakat Sumbawa stabil dan bergerak,โ€ ungkapnya.

 

Bupati juga secara khusus memberikan penghargaan kepada jajaran Pengurus Pertina Kabupaten Sumbawa yang dinilai berhasil menghidupkan kembali cabang olahraga tinju setelah belasan tahun mengalami stagnasi. Menurutnya, dengan adanya event resmi dan berkelanjutan di daerah, ruang pembinaan atlet kini terbuka lebar. โ€œSekarang event sudah disediakan di Kabupaten Sumbawa. Insya Allah, dari sinilah akan lahir bibit-bibit atlet tinju yang berkualitas dan berdaya saing,โ€ tegas Bupati.

 

Penutupan Kejuaraan Boxing Bupati Cup 2025 ditandai secara resmi dengan pemukulan gong oleh Bupati Sumbawa, disambut tepuk tangan meriah penonton yang sejak awal setia menyaksikan jalannya pertandingan hingga malam penutupan.

 

Daftar Juara :

 

Kelas Youth Women :

1. Nazwa Salsabila

2. Mutiara JM

 

Kelas 51 Kg :

1. Hasim Santosa (Unter Iwes)

2. Akbar Muhammad Fathan (Sumbawa)

3. Rayhan

4. Luthfi

 

Kelas 54 Kg :

1. Rahmad Nur Hidayat (Unter Iwes)

2. Rivalda Al Magfirah (Batulanteh)

3. Suhairi

4. Satriyanto

 

Kelas 71 Kg :

1. Ahmad Ulul Amri (Unter Iwes)

2. Salim Muhammad Badib (Labuhan Badas)

3. M. Ikhsan Fahrezi

4. Muh Ashak

 

Elite Man :

 

Kelas 54 Kg :

1. Yuda Nur Islami

2. Rizki Susalis

3. Alvin Saputra

 

Kelas 57 Kg :

1. Adji Cahya Maulana (Unter Iwes)

2. Arbiansyah (Sumbawa)

3. Yuda Saputra

4. Berlian Kevin

 

Kelas 60 Kg :

1. L. Zakir Zikri (Alas)

2. Romi Ardiansyah (Alas)

3. Satria Airlangga

4. Alfiansyah

 

Kelas 64 Kg :

1. Muh Farhan (Alas)

2. Dunung Rizki Maulana ( Labuhan Badas)

3. Satria Nugroho (Sumbawa)

 

Kelas 71 Kg :

1. Topan Arya Nopandi (Batulanteh)

2. Iqbal Gunawan (Moyo Hulu)

3. Afkar (Lopok)

 

Kelas 75 Kg :

1. Rahmat Hidayat (Unter Iwes)

2. Bano Lintang (Sumbawa)

3. M. Alfarizi (Moyo Hulu)

4. Fandi Suhandi (Batulanteh)

 

Juara Umum

Unter Iwes โ€” 8 Medali

Alas โ€” 3 Medali

Sumbawa โ€” 2 Medali

Rangkaian penutupan berlangsung tertib sesuai susunan acara yang telah ditetapkan, mulai dari pembukaan MC, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Patriot Olahraga, do’a, penyerahan piala, sambutan Bupati, penutupan resmi, hingga foto bersama. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum kebangkitan tinju Sumbawa sekaligus ruang temu antara olahraga, hiburan rakyat, dan pergerakan ekonomi lokal.

 

c).

98 Persen Desa di Sumbawa Tahan Pangan, Wabup H. Ansori Launching FSVA 2025

 

Sumbawa Besar, 23 Desember 2025 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi melaunching Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Selasa pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa ini merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 10 Tahun 2022 dalam mendukung penyediaan informasi strategis pembangunan daerah di bidang ketahanan pangan.

Dalam sambutannya, Wabup H. Ansori menegaskan bahwa launching FSVA merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada publik bahwa kebijakan pangan dibangun berbasis data, analisis spasial, dan indikator terukur. FSVA harus menjadi rujukan bersama lintas sektor dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pembangunan.

Berdasarkan hasil analisis FSVA 2025, Kabupaten Sumbawa secara umum berada dalam kondisi tahan pangan. Dari 165 desa, sebanyak 163 desa atau 98,79 persen berada pada kategori aman (Prioritas 4โ€“6). Namun demikian, masih terdapat dua desa yang memerlukan perhatian khusus, yakni Desa Mungkin Kecamatan Orong Telu dan Desa Buin Baru Kecamatan Buer.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. Ahmad Yani, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan keberhasilan intervensi pemerintah daerah, di mana tidak terdapat lagi desa pada Prioritas 1 atau tingkat kerentanan tertinggi. Penyusunan FSVA, menurutnya, selaras dengan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta visi Presiden RI dalam Asta Cita, khususnya penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

Ia menjelaskan, kerentanan di dua desa tersebut dipengaruhi keterbatasan akses transportasi, air bersih, layanan kesehatan, rasio lahan pertanian, serta sarana ekonomi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah akan memfokuskan intervensi pada penguatan infrastruktur, penyediaan air bersih, layanan kesehatan desa, pengembangan pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Penyusunan FSVA 2025 menggunakan enam indikator komposit yang mencakup tiga pilar utama, yakni ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan, sebagai dasar pengambilan kebijakan ketahanan pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

 

Perkuat Produktivitas Pertanian, Bupati H. Jarot Kembali Salurkan Ratusan Bantuan Alsintan Kepada Kelompok Tani

 

Sumbawa Besar, 22 Desember 2025 – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Sumbawa, Senin siang. Bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Adapun rincian bantuan alsintan yang disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Sumbawa meliputi hand traktor sebanyak 203 unit, mesin pompa air sebanyak 29 unit yang terdiri dari 9 unit berkapasitas 8,5 PK dan 20 unit berkapasitas 5,5 PK, hand sprayer sebanyak 106 unit, alat tanam jagung sebanyak 70 unit, serta cultivator sebanyak 2 unit.

Bupati H. Jarot berharap bantuan alsintan yang disalurkan dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kelompok tani penerima, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan hasil pertanian.

โ€œSaya berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan optimal. Dijaga dan dirawat dengan baik, karena ini adalah aset pemerintah yang diberikan untuk mendukung usaha tani masyarakat,โ€ ujar Bupati.

Dalam penegasannya, H. Jarot menekankan bahwa bantuan alsintan tersebut murni bantuan pemerintah dan diberikan secara gratis, sehingga tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun kepada kelompok tani penerima.

โ€œSaya tegaskan, ini bantuan pemerintah yang gratis. Tidak boleh lagi ada kelompok tani yang menyerahkan uang kepada siapa pun dengan alasan apa pun,โ€ tegasnya.

H. Jarot juga mengingatkan agar bantuan alsintan tidak berpindah tangan, apalagi sampai digadaikan atau diperjualbelikan, karena hal tersebut melanggar ketentuan dan merugikan petani lainnya.

Untuk memastikan pemanfaatan bantuan berjalan sesuai aturan, ia meminta Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa agar melakukan pengawasan dan kontrol secara berkala, sehingga bantuan alsintan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan.

โ€œSaya minta Dinas Pertanian rutin melakukan pengawasan, agar tidak ada alsintan yang disalahgunakan atau berpindah tangan,โ€ pungkasnya.

 

 

 

3.Peningkatan Jaringan Jalan Mantap hingga 80%

Terlaksana

Tingkatkan Akses Strategis Wilayah Selatan, Bupati H. Jarot Launching Preservasi Jalan Batu Dulang-Tepal

 

Sumbawa, 10 Februari 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melaunching pelaksanaan preservasi jalan ruas Batu Dulang-Tepal di titik alih trase Brang Tereng, Selasa pagi. Acara ini dirangkaikan dengan syukuran dimulainya konstruksi lanjutan ruas tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati H. Jarot menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya proyek ini bersamaan dengan dua ruas strategis lainnya, yakni Tepal-Batu Rotok dan Lenangguar-Teladan. Total anggaran penanganan tiga ruas jalan wilayah selatan ini diproyeksikan mencapai sekitar Rp385 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema multiyears.

โ€œSkema ini dipilih agar pembangunan dilakukan secara menyeluruh, berkualitas, dan berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan sementara,โ€ ujarnya.

Ruas Batu Dulang-Tepal merupakan bagian strategis dari sistem konektivitas wilayah selatan Kabupaten Sumbawa. Dari total panjang sekitar 27 kilometer, sebelumnya telah ditangani sepanjang 20,5 kilometer. Pada tahap ini akan dilanjutkan pembangunan sepanjang 8,1 kilometer, termasuk alih trase Brang Tereng sepanjang kurang lebih 700 meter.

H. Jarot juga mengungkapkan bahwa proyek tiga ruas jalan ini sempat beberapa kali hilang dari daftar prioritas pemerintah pusat. Namun berkat upaya intensif Pemerintah Kabupaten Sumbawa di tingkat pusat serta dukungan masyarakat, program ini akhirnya berhasil diamankan.

โ€œSumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB yang memperoleh program Inpres Jalan Daerah,โ€ tegasnya.

Ia menjelaskan, ruas ini terhubung dengan jaringan jalan wilayah selatan sepanjang kurang lebih 93 kilometer yang menghubungkan Batu Dulang, Lenangguar, Teladan, Orong Telu hingga Batu Rotok di Kecamatan Batulanteh.

Akses jalan yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar arus logistik dari Tepal dan Batu Rotok menuju Kota Sumbawa, menurunkan biaya transportasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Terlebih, kawasan Batulanteh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata yang membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah NTB, Rikson, ST., MT., berharap dukungan seluruh pihak demi kelancaran pembangunan ini. Ia menegaskan bahwa ruas jalan ini merupakan penunjang utama perekonomian masyarakat, khususnya di Kecamatan Batulanteh yang dikenal sebagai sentra kopi di Sumbawa.

Rikson juga berharap agar ruas Tepal-Batu Rotok dan Lenangguar-Teladan dapat segera memasuki tahap tender dan pelaksanaan pekerjaan. Ia meminta dukungan Pemerintah Daerah untuk fokus menuntaskan persoalan lahan guna mempercepat proses pembangunan.

b).

Lobi โ€œTingkat Langitโ€ Berbuah Hasil, Proyek Jalan Batudulangโ€“Tepal Resmi Dimulai

 

Batudulang, 1 Januari 2026 โ€” Penantian panjang masyarakat wilayah pegunungan selatan Kabupaten Sumbawa terhadap akses jalan yang layak akhirnya mulai terjawab. Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara resmi memulai tahapan pelaksanaan Proyek Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Ruas Batudulangโ€“Tepal, yang diawali dengan kegiatan sosialisasi pada Kamis, 1 Januari 2026, di Aula Kantor Desa Batudulang.

 

Sosialisasi ini dihadiri oleh para kepala desa terdampak, yakni Kepala Desa Batudulang, Kepala Desa Tangkampulit, Kepala Desa Tepal, dan Kepala Desa Kelungkung. Hadir pula perwakilan Balai Jalan, pihak rekanan pelaksana PT Metro Lestari, konsultan pengawas, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat yang akan menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan jalan tersebut.

 

Dalam laporannya, Camat Batulanteh, Adiman, S.STP, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan telah melakukan langkah-langkah awal untuk memastikan kesiapan sosial masyarakat. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan tiga desa yang berada di sepanjang ruas Batudulangโ€“Tepal guna memastikan dukungan penuh terhadap proyek strategis nasional ini.

 

โ€œSecara prinsip, masyarakat siap dan mendukung. Kami sudah berkoordinasi agar tidak ada gangguan selama proyek berlangsung. Harapannya, pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga selesai,โ€ ujar Adiman.

 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kartawijaya, ST, MT, menjelaskan bahwa ruas Batudulangโ€“Tepal merupakan bagian penting dari prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Dari total panjang ruas sekitar 27 kilometer, sebelumnya telah ditangani sepanjang 20,5 kilometer, dan pada tahap ini akan dilanjutkan pembangunan sepanjang 8,1 kilometer.

 

Ia juga memaparkan bahwa proyek ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem konektivitas wilayah selatan Kabupaten Sumbawa dengan total bentangan mencapai sekitar 93 kilometer. Jalur tersebut dirancang tembus dari Batudulang hingga Lenangguar, dilanjutkan ke ruas Lenangguarโ€“Teladan, Teladanโ€“Orong Telu, hingga Baturotok di Kecamatan Batulanteh, dalam skema pembangunan multiyears.

 

โ€œTotal anggaran nasional untuk Inpres Jalan Daerah mencapai Rp2,8 triliun, dan Kabupaten Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB yang memperoleh program ini,โ€ jelasnya. Untuk tahap awal, nilai kontrak yang telah ditandatangani pada 22 Desember 2025 mencapai Rp91,7 miliar, terdiri dari Rp88 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan sekitar Rp2,9 miliar untuk konsultan. Masa kontrak berlangsung hingga 16 November 2026. Secara keseluruhan, total anggaran multiyears untuk ruas jalan wilayah selatan diproyeksikan mencapai Rp385 miliar.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa proyek ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang telah dimulai sejak masa kampanye. Ia menyebut keterbatasan infrastruktur jalan sebagai salah satu faktor utama yang menghambat kemajuan masyarakat di wilayah tersebut.

 

โ€œSejak masa kampanye, saya sudah berjanji memperbaiki jalan di wilayah ini. Terus terang, masyarakat di sini belum sepenuhnya merdeka karena akses yang terbatas. Setelah kami terpilih, kami melakukan berbagai upaya dan lobi hingga ke tingkat pusat. Alhamdulillah, perjuangan itu membuahkan hasil,โ€ ungkap Bupati.

 

Bupati Jarot menekankan bahwa tanpa dukungan pemerintah pusat, pembangunan ruas jalan ini akan sangat sulit direalisasikan jika hanya mengandalkan kemampuan APBD daerah. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk turut menjaga dan mengawal pelaksanaan proyek agar tidak terganggu oleh kepentingan apa pun.

 

โ€œProyek ini jangan diganggu gugat. Justru masyarakat harus menjadi penjaga terdepan agar pembangunan berjalan sesuai rencana. Kalau sampai terganggu, yang paling dirugikan adalah masyarakat sendiri,โ€ tegasnya.

 

Ke depan, Bupati menargetkan kawasan Batudulang dan sekitarnya dapat berkembang menjadi kawasan agrowisata, seiring terbukanya akses transportasi yang lebih baik. Dengan dimulainya proyek Jalan Batudulangโ€“Tepal ini, pemerintah daerah berharap keterisolasian wilayah selatan Sumbawa dapat terurai, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

 

 

c).

 

 

 

4.Menciptakan Tenaga Kerja Unggul dan Mandiri

 

 

5.Industrialisasi Produk Unggulan Daerah dan Peningkatan Investasi

 

Terlaksana

Sumbawa Masuk Peta Industri Perunggasan Nasional, Program Hilirisasi Ayam Senilai 1,3 Triliun Resmi Dimulai

 

Sumbawa, 6 Februari 2026 – Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa resmi dimulai dengan groundbreaking yang dilakukan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat sore. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan secara virtual dengan groundbreaking enam proyek hilirisasi lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

Secara nasional, proyek hilirisasi ini bernilai Rp20 triliun di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Kabupaten Sumbawa berhasil mengamankan investasi sebesar Rp1,3 triliun untuk pengembangan industri ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang ayam, melainkan embrio industrialisasi perunggasan yang utuh. Ke depan, industri ini diharapkan memperkuat kemandirian pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. โ€œJika ekosistem ini berjalan, NTB tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi pusat produksi unggas yang mandiri dan berdaya saing,โ€ ujarnya.

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. Makmun, menyebut kehadiran industri ini sebagai bagian dari strategi besar pemerintah membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa. NTB dinilai sangat strategis karena produksi jagungnya menempati peringkat tiga nasional, sementara jagung menyumbang sekitar 50 persen komposisi pakan unggas.

Selama ini, peternak di NTB menghadapi kendala keterbatasan akses bibit unggul dan pakan. Melalui program ini, negara hadir menghadirkan solusi melalui keterlibatan BUMN seperti PT Berdikari dan PT Perkebunan Nusantara III, yang fokus pada pembibitan, pabrik pakan, dan penyediaan day old chick (DOC) berkualitas dengan harga terjangkau.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, mengungkapkan bahwa hadirnya program ini merupakan hasil perjuangan panjang. Bahkan, proyek ini sempat hampir keluar dari daftar nasional sebelum akhirnya berhasil dipastikan kembali melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan dukungan berbagai pihak.

H. Jarot menyampaikan rasa syukur atas dimulainya proyek ini di Sumbawa. Menurutnya, industri ayam terintegrasi ini akan memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan ini selaras dengan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Kehadiran BUMN dalam proyek ini diharapkan memberi kepastian bagi peternak, mulai dari bibit, pakan, hingga pemasaran, sehingga harga tidak sepenuhnya dikendalikan mekanisme pasar yang kerap merugikan peternak kecil.

 

6.Pembentukan Satgas Pengaman Benih, Pupuk dan Harga Gabah serta Jagung

TERLAKSANA :

Bukit Gundul Beringin Sila Jadi Alarm, Bupati H. Jarot Kerahkan Satgas Hutan

 

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan langkah tegas pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan saat membuka Seminar Inovasi Daerah dan Rapat Koordinasi Penanaman Pohon serta Pengumuman Pemenang LIDA Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (10/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, akademisi, inovator dari berbagai kalangan, mahasiswa, dan pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan bahwa inovasi dan kelestarian lingkungan harus berjalan seiring. Ia mengapresiasi karya-karya peserta LIDA 2025 yang dinilai mampu memberikan solusi nyata bagi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, inovasi yang lahir dari OPD, masyarakat, hingga pelajar dan mahasiswa merupakan modal penting untuk mendorong perubahan yang terukur.

Namun di balik fokus inovasi itu, Bupati mengungkap kegelisahan terhadap kondisi sejumlah bukit di atas Bendungan Beringin Sila yang kini tampak gundul. Kondisi tersebut dinilainya sebagai alarm bagi semua pihak. Mengetahui situasi itu, ia langsung mengerahkan tim untuk melakukan penertiban dan menetapkan kawasan tersebut sebagai lokasi prioritas dalam program Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari, termasuk gerakan penanaman satu juta pohon yang sedang digencarkan pemerintah daerah.

Bupati Jarot juga menyoroti dinamika publik terkait pembentukan Satgas Hutan. Ia menyebutkan bahwa pembentukan satgas ini sempat memicu demonstrasi dari pihak-pihak yang mengaitkannya dengan isu tambang. Bupati menegaskan bahwa izin tambang merupakan kewenangan pemerintah pusat, sementara kerusakan hutan akibat illegal logging adalah persoalan daerah yang tidak boleh dibiarkan. Karena itu, Satgas Hutan yang dibentuknya telah mulai bergerak menindak praktik pembalakan liar di sejumlah titik.

Dalam pernyataannya yang cukup tegas, Bupati menegaskan komitmen pribadinya terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan Sumbawa. โ€œSaya rela masuk penjara demi menyelamatkan daerah ini, demi menyelamatkan sumber daya alam Sumbawa,โ€ ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah 2025. Bupati mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi inovasi serta menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa inovasi tanpa keberlanjutan tidak akan membawa Sumbawa pada masa depan yang lebih baik.

 

 

 

7.Perlindungan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan

 

 

8.Pemberian Insentif kepada Imam Masjid, Guru Ngaji dan Pemuka Agama Lainnya Hingga Tingkat Dusun

 

 

 

9.Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM dan Pendampingan Enterpreneur Milenial

 

 

10.Penataan Lingkungan, Tata Kota, Peningkatan Sarana & Prasarana Olahraga dan Rekreasi

 

Terlaksana

Puluhan Ribu Pohon Ditanam mulai dari Beringin Sila hingga Perbatasan Sumbawa-Dompu, Bupati H. Jarot: Hutan Sumbawa Akan Kita Hijaukan Kembali

 

Sumbawa, 31 Januari 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memimpin langsung Aksi Penanaman Pohon Tahap X yang dilaksanakan di Desa Mata, Kecamatan Tarano, Sabtu pagi. Kegiatan ini turut diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para Kepala OPD, Camat, para Kepala Desa, para siswa, serta masyarakat.

Berlokasi di desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Dompu, ribuan pohon buah-buahan dan tanaman bernilai ekonomis tinggi ditanam di sejumlah titik lahan kritis. Aksi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam upaya rehabilitasi hutan dan lahan.

Dalam arahannya, Bupati H. Jarot menegaskan bahwa gerakan pelestarian hutan ini akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi pesan kuat kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menyelamatkan alam Sumbawa yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

โ€œHutan kita sudah banyak tergerus. Dampaknya mulai kita rasakan bersama, mata air menghilang, jalan-jalan rusak, bahkan jembatan putus. Ini semua menjadi pengingat bahwa alam harus kita jaga bersama,โ€ ujar Bupati.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah berkomitmen mengembalikan Sumbawa menjadi daerah yang hijau dan lestari. Untuk itu, upaya penyelamatan hutan tidak hanya dilakukan melalui penanaman, tetapi juga melalui pengawasan yang lebih ketat.

Pemda Sumbawa telah membentuk Satuan Tugas Penyelamatan Hutan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, serta berbagai pihak terkait yang siap setiap saat melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di kawasan hutan.

H. Jarot juga menekankan pentingnya peran aktif KPH bersama masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas penebangan pohon secara ilegal.

โ€œKalau ada yang menebang pohon secara ilegal, segera laporkan. Satgas akan turun dan menindak,โ€ tegasnya.

b)

Tanam Pohon dan Bersih Pantai, Aksi Forum Anak Samawa Warnai Hari Jadi ke-67 Kabupaten Sumbawa

 

Sumbawa Besar, 21 Januari 2026 – Dalam rangka menyambut hari jadi ke-67 Kabupaten Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turut serta dalam kegiatan Beach Clean Up and Tree Planting yang diselenggarakan oleh Forum Anak Samawa (FAS) Kabupaten Sumbawa di Pantai Saliper Ate, Rabu pagi.

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi penanaman pohon serta bersih-bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian wilayah pesisir dan kebersihan lingkungan. Wabup H. Ansori mengapresiasi inisiatif dan aksi nyata yang dilakukan oleh Forum Anak Samawa.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian generasi muda, khususnya Forum Anak Samawa, terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir dan pentingnya menjaga kebersihan pantai sebagai aset daerah.

โ€œAksi-aksi nyata seperti ini perlu terus dilakukan agar dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan di bidang lingkungan,โ€ ujar Wabup.

Wabup H. Ansori juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran dan tanggung jawab strategis dalam mengawal jalannya proses pembangunan di daerah. Keterlibatan aktif anak-anak dan pemuda dalam kegiatan sosial dan lingkungan dinilai sangat penting untuk membangun masa depan Kabupaten Sumbawa yang berkelanjutan.

c).

Safari Sumbawa Menanam di SP2 Prode: Penghijauan Jadi Kunci Atasi Krisis Air dan Dorong Ekonomi Desa

 

Sumbawa, 29 Januari 2026 โ€” Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa SP2 Prode, Kecamatan Plampang, sebagai bagian dari rangkaian Safari Sumbawa Menanam dalam Program Sumbawa Hijau Lestari, Kamis (29/1). Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menjawab persoalan krisis air bersih yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Dalam laporannya, Camat Plampang, Sudarli, S.Pt., M.Si., menyampaikan bahwa penanaman pohon di wilayah tersebut akan dilakukan sebanyak 1.750 pohon. Ia menjelaskan bahwa Desa SP2 Prode merupakan salah satu wilayah yang cukup terdampak kekeringan, terutama pada musim kemarau, sehingga masyarakat masih mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih. Oleh karena itu, melalui pemerintah kecamatan, masyarakat berharap adanya pembangunan dua hingga tiga titik sumur bor, serta perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan menuju SP2 Prode yang saat ini mengalami kerusakan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya menindaklanjuti kebutuhan masyarakat secara bertahap dan terintegrasi. Pembangunan sumur bor, menurut Bupati, akan diupayakan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian. Namun demikian, ia menekankan bahwa penyediaan sumur bor saja tidak cukup tanpa diiringi upaya penghijauan secara berkelanjutan.

โ€œPenghijauan harus menjadi perhatian bersama. Jika kawasan ini kembali hijau, maka cadangan air tanah akan terjaga dan mata air tidak cepat kering,โ€ ujar Bupati dalam sambutannya.

Terkait infrastruktur jalan, Bupati menyampaikan bahwa perbaikan akses jalan menuju Desa SP2 Prode akan diupayakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Ia juga memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengakomodir dan memprioritaskan penanganan ruas jalan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung potensi ekonomi dari tanaman produktif yang ditanam. Ia mencontohkan tanaman sengon yang memiliki nilai ekonomis tinggi, di mana satu hektare lahan sengon dapat menghasilkan hingga Rp200 juta dalam satu tahun masa panen. Menurutnya, penghijauan yang dirancang dengan pendekatan ekonomi akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan pendapatan.

Kegiatan penanaman pohon ini diikuti oleh Bupati Sumbawa bersama para Kepala Perangkat Daerah, aparatur sipil negara (ASN), Camat Plampang, para Kepala Desa se-Kecamatan Plampang, serta masyarakat Desa SP2 Prode. Melalui Safari Sumbawa Menanam, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap terbangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan air, dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

d)

Pimpin Safari Menanam Pohon di Moyo Utara, Bupati H. Jarot Tegaskan Stop Ilegal Logging

 

Sumbawa, 28 Januari 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, memimpin langsung kegiatan Safari Menanam Pohon di Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Rabu pagi. Kegiatan ini diikuti para Kepala OPD, ASN, serta masyarakat umum sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian hutan dan lingkungan di Kabupaten Sumbawa.

Dalam arahannya, Bupati H. Jarot menegaskan bahwa Sumbawa merupakan daerah dengan kawasan hutan terluas di NTB. Namun, kondisi hutan saat ini dinilai sangat memprihatinkan akibat berbagai kerusakan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

 

Menurutnya, kerusakan hutan telah menimbulkan dampak serius, mulai dari hilangnya sumber mata air hingga memicu berbagai bencana alam. Banjir dan longsor tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada infrastruktur, seperti jalan rusak, jembatan putus, rumah warga hancur, bahkan mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

 

โ€œKerusakan hutan ini dampaknya sangat nyata. Mata air hilang, bencana datang, infrastruktur rusak, bahkan nyawa warga terancam. Ini tidak bisa kita biarkan,โ€ tegas Bupati.

 

H. Jarot juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menghentikan praktik ilegal logging. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah Satgas Perlindungan Hutan sebagai langkah konkret dalam menjaga kelestarian kawasan hutan di Sumbawa.

 

Selain upaya penegakan hukum, Pemkab Sumbawa juga akan melakukan penghijauan kembali dengan menanam pohon-pohon yang memiliki nilai ekonomis tinggi, sehingga selain menjaga lingkungan, juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar hutan.

 

โ€œHutan harus kita jaga dan lestarikan. Kita akan hijaukan kembali dengan pohon-pohon yang bernilai ekonomis agar masyarakat juga merasakan manfaatnya,โ€ ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif dalam menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, upaya menjaga hutan tidak akan berhasil tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat.

 

d)

Bupati H. Jarot Terima CSR Nursery Farm dari Bank NTB Syariah, Dukung Program Sumbawa Hijau Lestari

 

Sumbawa Besar, 9 Januari 2026 – Bank NTB Syariah menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) berupa bangunan nursery farm beserta 2.000 bibit tanaman kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Bibit yang diserahkan terdiri dari kelengkeng, nangka, alpukat, dan matoa.

 

Serah terima CSR tersebut dilakukan secara simbolis oleh General Manager Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa kepada Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bertempat di Pusat Pembibitan Milik Daerah yang berlokasi di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas.

 

Bupati, H. Jarot, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank NTB Syariah atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai bidang. Menurutnya, keberadaan nursery farm tersebut sangat strategis dan sejalan dengan Program Sumbawa Hijau Lestari yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

 

โ€œKami sangat berterima kasih. Nursery farm ini sangat menunjang pelaksanaan Program Sumbawa Hijau Lestari yang sedang kita galakkan saat ini,โ€ ujarnya.

 

e).

Lebih dari 6.700 Siswa Ikuti Gerakan 1 Siswa 1 Pohon, Bupati H. Jarot: โ€œMari Hijaukan Sumbawa Kembaliโ€

 

Kecamatan Moyo Hilir, 6 Januari 2025 – Dalam rangka mendukung Program Sumbawa Hijau Lestari, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melaksanakan Gerakan โ€œ1 Siswa 1 Pohonโ€ yang diikuti oleh lebih dari 6.700 siswa dari 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Sumbawa, Selasa.

Kegiatan penanaman bibit secara serentak tersebut dipusatkan di SDN 2 Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, sementara sekolah-sekolah lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas tingginya partisipasi para siswa dalam gerakan penghijauan ini. Menurutnya, keterlibatan pelajar sejak dini merupakan langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan alam Sumbawa di masa depan.

โ€œSaya sangat bangga melihat antusiasme para siswa. Ini adalah bukti bahwa generasi muda Sumbawa siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Sumbawa Hijau Lestari,โ€ ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jarot juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan saat ini, di mana masih banyak wilayah yang mengalami gunung tandus, hutan gundul, serta mata air yang mulai menghilang akibat kerusakan lingkungan.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghijaukan kembali Sumbawa, tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi dengan aksi nyata yang berkelanjutan.

โ€œMari kita tanam pohon di rumah, di kantor, di tempat ibadah, dan di seluruh tempat yang memungkinkan. Minimal satu orang menanam satu pohon,โ€ ajaknya.

Bupati optimistis, jika gerakan ini dilakukan secara konsisten, maka hasilnya akan dirasakan dalam beberapa tahun ke depan.

โ€œLima tahun ke depan, kita akan melihat pohon-pohon yang kita tanam hari ini tumbuh besar dan rindang. Inilah warisan nyata yang bisa kita tinggalkan untuk generasi mendatang,โ€ pungkasnya.

 

f).

Bupati H. Jarot Pimpin Safari Menanam di Lunyuk, Tegaskan Perang Terhadap Ilegal Logging

 

Kecamatan Lunyuk, 4 Januari 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memimpin langsung kegiatan Safari Menanam yang dilaksanakan di Kecamatan Lunyuk, pada Minggu pagi. Kegiatan tersebut turut diikuti Sekda Sumbawa, para anggota Forkopimda, kepala perangkat daerah, unsur TNIโ€“Polri, serta masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Jarot menegaskan tidak boleh ada lagi toleransi terhadap praktik ilegal logging di wilayah Kabupaten Sumbawa. Ia menegaskan, siapa pun yang terbukti melakukan perusakan hutan akan berhadapan langsung dengan sanksi hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

โ€œLunyuk ini akan terancam kering jika hutannya habis. Sudah bertahun-tahun hutan kita dirusak. Ini tidak boleh dibiarkan lagi,โ€ tegasnya.

Bupati H. Jarot mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menanam dan merawat pohon produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti sengon, kemiri, serta berbagai jenis pohon buah. Menurutnya, upaya penghijauan tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

โ€œMari kita hijaukan kembali Sumbawa, selamatkan mata air kita, dan jaga masa depan anak cucu kita,โ€ ajaknya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Camat, Kapolsek, Danramil, KPH, serta seluruh masyarakat Lunyuk harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan dari berbagai bentuk kerusakan.

Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat, H. Jarot juga menyampaikan akan menghadiahkan seekor sapi jika pemilik lahan mampu memelihara dan merawat bibit pohon yang telah ditanam hingga tumbuh dengan baik.

 

g).

Awali Tahun 2026, Pemkab Sumbawa Lanjutkan Safari Menanam di Batu Dulang

 

Kecamatan Batulanteh, 1 Januari 2026 – Mengawali tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan Safari Menanam yang dilaksanakan di Desa Batu Dulang, Kecamatan Batulanteh, pada Kamis pagi.

Safari Menanam ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemkab Sumbawa.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran melakukan penanaman pohon sebagai upaya keberlanjutan program Sumbawa Hijau Lestari yang secara konsisten terus dilaksanakan Pemkab Sumbawa. Safari Menanam ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah pegunungan Batulanteh yang memiliki peran penting sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem.

Bupati Sumbawa, H. Jarot menegaskan bahwa kegiatan Safari Menanam adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus warisan alam bagi generasi mendatang.

Selain kegiatan penanaman pohon, agenda juga dirangkaikan dengan retreat kepala OPD yang diikuti seluruh pimpinan perangkat daerah. Retreat ini dilaksanakan sebagai upaya pendalaman dan penyelarasan visi dan misi pemerintahan Jarotโ€“Ansori, sekaligus memperkuat soliditas, sinergi, serta komitmen bersama dalam menjalankan program pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan.

 

h).

Pemkab Sumbawa – Plan Indonesia Teken MoU Program CERAH, Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan

 

Sumbawa Besar, 15 Desember 2025 – Yayasan Plan Internasional Indonesia resmi meluncurkan Program Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan (CERAH) di Kabupaten Sumbawa, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Plan Indonesia di La Grande Ballroom, Sumbawa Besar, Senin pagi.

 

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan bahwa Sumbawa menjadi salah satu dari dua daerah di NTB yang ditetapkan sebagai lokus Program CERAH. Ia mengapresiasi kemitraan strategis dengan Plan Indonesia yang dinilai sejalan dan sangat mendukung Program Hijau Lestari serta komitmen Pemda dalam pelestarian lingkungan.

 

H. Jarot berharap Program CERAH tidak hanya dilaksanakan di tujuh kecamatan, tetapi dapat diperluas ke wilayah lainnya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyelamatkan hutan dan lingkungan Sumbawa yang kini berada dalam kondisi kritis.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa pada periode 2025โ€“2028, Program CERAH akan mendorong penguatan kebijakan, penganggaran, dan praktik pengelolaan sumber daya air guna meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim, dengan melibatkan perempuan, penyandang disabilitas, dan kaum muda sebagai agen perubahan.

 

Program CERAH akan memperkuat Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, menerapkan agroforestri di wilayah hulu dan tengah DAS untuk konservasi dan rehabilitasi ekosistem, serta mengembangkan Pertanian Cerdas Iklim di wilayah hilir guna menjaga keberlanjutan sumber daya air.

 

Melalui sinergi Program CERAH dan Program Hijau Lestari, Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat menjadi contoh pembangunan berkelanjutan bagi daerah lain.

 

 

 

 

11.Meningkatkan Tambahan Penghasilan Aparatur Sipil Negara (ASN)

 

 

12. Siswa Sehat Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar (KSP)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top