JEJAKNTB.COM||Jurnalisme perlu bergerak lebih jauh mengungkap kebakaran hutan dan lahan.
Hampir 4 bulan kemarau melanda dan karhutla kembali membawa asap yang mengganggu kehidupan warga di sejumlah wilayah Kalimantan. Seperti musim kemarau panjang sebelumnya, masyarakat lagi-lagi yang menanggung akibatnya.
Dua provinsi mengalami bencana berulang yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kualitas udara di beberapa kota di kedua provinsi tersebut–dalam periode waktu tertentu–berada pada kondisi yang tidak sehat hingga berbahaya.
Karhutla bukan sekadar soal api dan cara memadamkannya. Ia adalah persoalan lingkungan, kesehatan publik, tata ruang, pengelolaan lahan, penegakan hukum, kebijakan pembangunan, dan tanggung jawab negara melindungi keselamatan warga.
Pemberitaan karhutla selama ini kerap berfokus pada titik api, luas lahan terbakar, upaya pemadaman dan kondisi kabut asap. Informasi itu penting, tetapi belum cukup menjelaskan persoalan secara utuh.
Untuk membahas isu ini, bergabunglah dalam “Diskusi Publik di Balik Asap: Memperkuat Jurnalisme Publik dalam Mengungkap Karhutla di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah” pada Jumat 16 Oktober 2026 pukul 14-17 WIB.
Kamu juga bisa menyimak siaran langsung diskusi melalui YouTube AJI Indonesia.(*)




















