Yayasan Al-Ghofir Mendukung Penuh Program Jarapasaka dengan hadirnya Budidaya Lele Bioflok Moderen

Oleh    | RED jjntb008
Editor  | Nukman
Owner Yayasan Al Ghofir
Kelurahan Kandai Satu Kec Dompu
Kabupaten Dompu, 
Nusa Tenggara Barat

 

JEJAK.COM,-Yayasan Al Ghofir Mendukung Penuh Program Jarapasaka dengan hadirnya kegiatan moderen budidaya Lele bioflok dengan mengajak anak anak muda atau milenial untuk belajar membudidayakan lele yang dengan cara moderen dengan sistem bioflok . Bioflok hemat lahan dan secara biaya bisa memangkas perawatan dan pemeliharaannya.

Percontohan budidaya ikan lele sistem bioflok Tahun 2021 ini dilaksanakan oleh CV. Aji Berkah Lele Indonesia Malang Jawa Timur, dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Balai Perikanan  Budidaya Laut Lombok,

Rencana Bupati dan Wakil Bupati Dompu menciptakan 500.000 wirausaha muda dalam konsep JaraPasaka yang Mashur bakal menjadi nyata di Kabupaten Dompu, hal tersebut ditandai dengan makin semangatnya para anak muda melakukan kegiatan wirausaha secara mandiri bermodalkan Bioflok lele yang tidak memakan biaya tinggi dan lahan terbatas.

Budidaya lele sangat mudah dan cepat pertumbuhannya apalagi didukung pakan obat obatan serta kondisi perawatan yang prima akan memungkinkan usaha ini bakal sukses,

Usaha kegiatan budidaya lele dengan menggunakan Bioflok makin trend di Bumi Nggahi Rawi Pahu, seperti yang ada di Karijawa milik salah satu Pondok IT dan satunya lagi Kandai Satu dibawah asuhan Yayasan Al Ghafir misalnya sangat prospektif representatif memadai,

Tempat pengembangbiakan jika dilihat dari dekat dengan platform Bioflok Lele yang Standar Nasional, dan dukung kondisi lingkungan yang sangat ramah memungkinkan proses pengembangbiakannya sangat berhasil.

Saat dihubungi media ini,  Rabu [17/11] Ketua Yayasan Al Ghafir menuturkan bioflok lele hasil bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Usaha ini harus didukung alat dan bahan memadai  seperti pertama yang bisa mendapatkan ini adalah yayasan bukan bersifat kelompok melainkan berbadan hukum dikelola Yayasan dan termasuk ketersediaan lahan yang mencukupi, kesiapan air, dan kesiapan listrik serta perataan pemetaan tanah.

” Masing – masing Kolam bioflok untuk tiga ribu ekor lele dan totalnya di Al Ghafir lele yang kita kembangbiakkan sebanyak 18 ribu ekor,” urai Ketua Yayasan Al Ghafir Dompu pada jejakntb.com.

Yang melatarbelakangi Al Ghafir pemilik Yayasan tersebut membuka usaha budidaya lele ini adalah mendukung Program Bupati Dompu Kader Jaelani dalam Jarapasaka dan 500.000 wirausaha muda serta membuka lapangan kerja.

Pantauan media ini, tempat pembudidayaan tersebut sangat bagus dan cukup representatif di Kelurahan Kandai Satu dengan model Bioflok Lele.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media Yayasan Al Ghafir mendapatkan kucuran anggaran bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dengan total nilai bantuan sebesar Dua Ratus Juta Rupiah.

Ghafir selaku Owner Yayasan tersebut pada media menambahkan bahwa aktifitasnya ini berkat soliditas kebersamaan keuletan dan ketekunan kontinyu sejumlah pengurus dalam yayasan al ghafir, keberhasilannya meyakinkan KKP RI dengan menggelintorkan anggaran 200 juta tidak terlepas dari kerjasama tim.

” Sempat saya chat sama beliau [Bupati Dompu.RED.] inshaa Allah AKJ bersedia melakukan panen raya lele ditempat kami, tambahnya.

Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Dompu, Ir. H. Muh.Rusdi, M.Si. pun turun langsung bersama Pak Rajak alias Puan stafnya serta supir dan Pimpinan Redaksi jejakntb.com langsung ke lokasi merasa penasaran guna melihat dari dekat aktifitas usaha dari anak anak muda kreatif Dompu,

” Luarbiasa dan sangat sensasional, pertama di Kabupaten Dompu,,,       sekali lagi sangat luarbiasa gebrakan dan terobosan Al Ghafir ini inshaaAllah sangat bermanfaat, bernilai positif serta memotivasi para anak muda untuk berkreatifitas berjiwa wirausaha dan mengisi kegiatan luangnya seperti halnya dilakukan mereka ini, saya sangat mendukung ide alghafir ini bahkan bila perlu kita jadikan usaha ini sebagai pilot bagi lainnya, pungkas Kadis Perkim yang merangkap Pelaksana Tugas dengan Diskanlut Kabupaten Dompu.

Hal tersebut dikuatkan pula oleh Staf Diskanlut Dompu A Razak alias Puang melalui sms whatsappnya dengan tegas mengatakan

“Pak nukman program bioflok lele yg ke yayasan algofir itu bantuan kementrian klautan dan prikanan dirjen prikanan budidaya bukan resesx pak johan rosihan. Saya luruskan, ungkap Puang Putra kelahiran Sumbawa pada media.

Hingga berita ini dinaikkan, kegiatan pengembangbiakan Lele dengan menggunakan Bioflok berstandar ini banyak dikunjungi kalangan termasuk Bupati dan Wakil Bupati serta Komponen Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Dompu sudah berkunjung dan mengantongi data kegiatan tersebut.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top