
MATARAM, (JejakNtb) || Termonitor Matadata Institute menggelar acara Tasyakuran dan Silatul Fikri sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian tahunan sekaligus ruang diskusi strategis dalam merespons dinamika pembangunan ekonomi NTB secara regional.
Terpantau melalui akun resmi Manager Suhardi Soud mengunggah
SATU TAHUN MATADATA. Alhamdulillah, malam ini, kami berkesempatan menyelenggarakan silatulfikri dan tasyakkur “Satu Tahun Matadata Institute” yg dihadiri oleh seluruh Dewan Eksekutif & Dewan Pakar Matadata Institute.
Beberapa agenda silatulfikri dan tasyakkur peringatan satu tahun Matadata Institute, diantaranya :
– Laporan Direktur Eksekutif oleh Nurdin Ranggabarani.
– Sambutan sekaligus peluncuran program dan organ pendukung Matadata, oleh koordinator Dewan Pakar, Prof. Ir. H. Mansur Ma’shum, Ph.D.
– Refleksi & doa tasyakkur dipimpin oleh Buya Dr. K. H. Zulkifli Muhadli, SH., MM.
– Pembahasan draf “Resolusi Matadata” menjelang HUT NTB ke-68, oleh Sekretaris Eksekutif, Dr. Basri Mulyani, SH., MH.
Di tengah acara pembahasan draf resolusi, tiba2 Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, muncul di ruang acara, di Lantai 2 Prime Plaza Hotel, Mataram. “Wah, abang ini curang, masa ada acaranya saya gak di undang”, kata beliau.
Beliau pun kami daulat untuk menyampaikan sambutan dadakan, dengan memaparkan berbagai program strategis NTB, di hadapan para Dewan Pakar Matadata Institute, yang terdiri dari para guru besar dari berbagai perguruan tinggi di NTB.
■ Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, mengundang dan mengajak Matadata Institute, utk bekerjasama dengan Pemprov NTB, dalam percepatan pembangunan NTB di berbagai bidang.
Jum’at malam, 16 Oktober 2026.
Acara yang berlangsung di Hotel Prime Park Mataram ini dihadiri oleh Gubernur NTB dan sejumlah ekonom, peneliti, praktisi industri, serta jajaran manajemen Matadata Nusa Tenggara Barat.
Selain sebagai wadah silaturahmi, agenda Silatul Fikri (pertukaran gagasan) kali ini secara khusus membedah prospek dan tantangan pembangunan NTB kedepan serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kelas menengah di Indonesia menuju tahun 2045.
Dalam sambutannya, perwakilan Matadata Institute menyampaikan bahwa kolaborasi berbasis data dan riset yang kuat menjadi kunci utama untuk membantu pengambil kebijakan serta pelaku industri menghadapi ketidakpastian global.
Melalui forum ini, diharapkan lahir ide-ide konstruktif yang dapat diaplikasikan langsung dalam riset-riset strategis ke depan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kontribusi Matadata Institute yang telah berjalan selama lebih dari 7 tahun di industri riset, advisory, dan analisis data tanah air.
Rangkaian acara ditutup dengan diskusi panel interaktif yang membahas hasil riset terbaru mengenai perilaku konsumen dan peta jalan menuju NTB Makmur Mendunia.
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Direktur Eksekutif Mata Data Institute, Nurdin Ranggabarani maupun Suhardi Soud terkait acara tersebut.(*/Nkm)





















