Ubah Teori Jadi Aksi Nyata, Universitas Bima Internasional (Unbim) Ciptakan Energi Mandiri untuk Warga Pesisir

MATARAM, NTB — Sebagai wujud nyata dari program Kampus Berdampak, Universitas Bima Internasional (Unbim) sukses memberdayakan masyarakat Desa Pesisir melalui inovasi teknologi tepat guna. Program pengabdian masyarakat yang dipelopori oleh para akademisi ini berhasil mengubah limbah perikanan menjadi biogas dan pupuk organik, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal.
“Kami tidak ingin riset dan penelitian hanya berhenti di jurnal ilmiah. Kehadiran kampus harus dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai solusi atas permasalahan sehari-hari,” ujar Rektor Universitas Bima Internasional saat peluncuran program pada pertengahan tahun ini.
Program ini melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa lintas program studi.
Mahasiswa Program Teknik merancang instalasi pengolahan limbah, sementara mahasiswa Ekonomi dan Bisnis mendampingi warga dalam mengelola serta memasarkan produk sampingan tersebut.
Langkah ini menjadikan warga setempat mandiri secara energi dan finansial, memangkas biaya operasional harian hingga 40%.
Kepala Desa setempat menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para insan akademisi tersebut.
Menurutnya, pendampingan ini membuka wawasan baru bagi warga yang sebelumnya menggantungkan hidup hanya dari hasil tangkapan laut tanpa adanya pengolahan lanjutan.
Inisiatif ini sejalan dengan fokus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar bertransformasi menjadi simpul penggerak pembangunan daerah dan agen perubahan sosial.
Universitas Bima Internasional (Unbim) membuktikan bahwa kampus mampu menjadi motor penggerak ekonomi, memajukan kesejahteraan, dan memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas di sekitarnya.(JN)




















