TPG Guru di Kabupaten Bima sengaja dimolorkan dengan berbagai macam Alasan

Kabupaten Bima,  JejakNTB.com |Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau lebih kerennya sertifikasi pendidik dan tenaga kependidikan untuk triwulan pertama tahun anggaran 2022 benar benar molor di Kabupaten Bima.

Jumlah tenaga guru se Kabupaten Bima mulai jenjang SD/MI hingga SMP/MTs diperkirakan ribuan orang hingga hari ini belum dicairkan tunjangannya dan mereka lebaran dengan keadaan kering kerontangan

Tunjangan tersebut dihandle semua bank yang ada termasuk BRI, Bank NTB, BNI dll dengan sistem termin

Tunjangan yang diberikan pemerintah untuk satu kali gaji pokok yang diterima tiap sekali dalam tiga bulan selama 3 kali dalam setahun tersebut adalah hak para guru yang seharusnya dibayar samaan dengan pembayaran THR untuk para ASN yang telah bekerja dan mengabdi sesuai tuntutan tugasnya.

Meskipun tahapan dan validasi data sudah dilakukan para pendidik jauh hari sebelum puasa namun TPG nya tetap saja belum bisa dicairkan hingga H+7 maupun H-3 Idul Fitri 1 Syawal 1443 H/2022 M.

Hal ini terungkap ketika ada salah seorang guru menanyakan hal tersebut pada pihak Bank selaku pihak kedua yang ditugaskan regulasi untuk itu.

” uang tunjangan itu sangat kami butuhkan buat lebaran, untuk kebutuhan anak sekolah /kuliah, beli seragam anak dan kebutuhan lainnya, ucap guru itu.

Pihak BRI Cabang Bima melalui Mas Anton selaku pejabat yang memiliki wewenang untuk men transfer uang TPG ke masing masing rekening guru mengatakan,

“Blm ada data dr dikpora pk,,responsnya singkat dengan kata kata yang diperpendek tepat pkl 19.30 melalui saluran whatsappnya.

Perlu diketahui pula bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) kerapkali telat padahal mekanismenya jelas berdasarkan informasi yang dirilis Dapodik untuk pembayaran TPG periode Januari s/d Juni sudah bisa dilakukan ketika status validasi tunjangan profesinya valid dan proses pembayaran SKTP dilakukan oleh bagian pembayaran setelah bagian keuangan menyerahkan dan menyetor data data yang telah direkap dines berdasarkan fakta per kecamatan, satuan tugas dan unit kerja masing masing kecuali bagi data yang tidak atau belum valid.

SKTP terbit langsung dibayar seharusnya namun tidak dengan yang terjadi di Kabupaten Bima,

Kepala Dinas Dikbudpora Zunaidin saat dimintai tanggapannya terkait soal telatnya TPG bahkan molor hingga lebaran fitri berlalu dengan singkat pula meng sms media melalui whatsappnya hanya dengan mengatakan,

“O iyaa sy coba ketemu pak anton BRI senin kl ini ada teledor pegawai dinas sy akan panggil utk bertgjwv, ucapnya singkat yang ditulis dalam akun whatsappnya tertanggal  sabtu (31/4)       sekitar pukul 20.23.

Pada kesempatan lain, ketika Redaksi menanyakan kembali janjinya Zunaidin selaku Kadis terkait tanggapan mas Anton BRI soal Tunjangan Profesi Guru (TPG) Periode Januari – Juni, kadis tidak menanggapi begitu pula dengan mas Anton namun pesan media jelasnya terbaca oleh beliau berdua namun tidak ditanggapi lagi dan dibiarkan pesan terbaca bercentang biru.

Sedangkan Elshabir Alghura SH selaku Analist Kebijakan Publik menilai kasus molornya gaji dan tunjangan profesi bagi para ASN di Kabupaten Bima menurutnya disebabkan oleh berbagai hal,

” banyak faktor yang menjadi penyebabnya pertama kinerja SDM Bima Kabupaten yang belum siap betul dengan segala arah perubahan kebijakan, bisa juga alasan alasan tekhnis yang dikambinghitamkan adalah para pelakunya seperti guru dan bisa juga ada faktor faktor lainnya juga ,

Masih Elshabier dirinya melihat tidak menutup kemungkinan teledornya data guru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk sengaja membiarkan hal tersebut,

” ujung ujungnya uang gaji dan tunjangan itu bisa saja suatu saat nanti di deposito kan dulu sambil menunggu datanya atau apanya beres semua, pungkas Alumni Fakultas Hukum Pidana ini pada media.

(TIM)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top