
SUMBAWA, JEJAKNTB||Ketua Tim Pembina Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang juga secara otomatis menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syafaruddin Jarot, S.E., secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu di Aula Hotel Tambora, Jum’at (31/10).
Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diikuti oleh ratusan peserta, terdiri dari perwakilan Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan, puskesmas, dan mitra terkait lainnya. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan tim dalam mengelola serta mengoptimalkan peran Posyandu di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Hj. Ida Fitria Syafaruddin Jarot, S.E., menyampaikan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan dasar kesehatan masyarakat. “Posyandu memegang peranan vital dalam memastikan kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa/kelurahan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa melalui Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan terkini, terutama dalam implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan 25 keterampilan dasar kader Posyandu. Sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK, hingga kader di lapangan, menjadi kunci utama untuk mewujudkan Posyandu yang responsif dan berdaya guna.
“Dengan pengelolaan yang lebih baik dan sinergi yang kuat, kita dapat memastikan bahwa layanan primer dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil,” tambahnya.
Turut serta menyaksikan momen yang sangat baik ini, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Sinta Agathia M. Iqbal beserta rombongan, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, serta OPD terkait.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa menyampaikan, saat ini posyandu bertransformasi dari layanan kesehatan dasar menjadi pusat pelayanan terpadu yang lebih komprehensif, meliputi 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu: bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial serta ketentraman dan ketertiban umum.
Dengan begitu, lanjut beliau, Posyandu tidak lagi hanya sekadar tempat penimbangan balita tetapi juga menjadi garda terdepan pelayanan yang mencakup 6 bidang tersebut.
Pelaksanaan posyandu 6 SPM ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjamin hak-hak dasar masyarakat, posyandu berperan penting dalam memberikan pelayanan, edukasi, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Keberhasilan posyandu 6 SPM ini sangat bergantung dari sinergi dan kolaborasi berbagai dinas dan pihak terkait di tingkat kecamatan, desa serta kelurahan. Oleh karena itu, beliau berharap kerjasama yang baik antara tim Pembina Posyandu kecamatan, desa dan kelurahan dalam mengoptimalkan dan menguatkan peran lembaga kemasyarakatan khusus nya posyandu. Dengan begitu akan terwujud desa yang unggul, maju dan sejahtera, jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi NTB menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada para kader posyandu yang telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan di masyarakat.
Sangat jauh dan tajam beliau menambahkan, bahwa keberadaan Posyandu sangatlah bermakna merupakan bentuk kasih sayang dan pengabdian untuk NTB, Kabupaten Sumbawa khususnya agar menjadi lebih baik lagi, “terangnya.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong atau penyerahan materi secara simbolis oleh Hj. Sinta Agathia M. Iqbal, disaksikan oleh jajaran pejabat Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan tamu undangan lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.(Aan/ISS)




















