Sosok Asisten I Pemprov NTB Dedikasi Tak Kenal Lelah, Sukses Atasi Berbagai Dinamika Pemerintahan


YOGYAKARTA — Di balik setiap kebijakan pemerintah daerah yang berjalan mulus, terdapat peran sentral seorang koordinator yang terjun langsung mengurai kerumitan di lapangan. Sosok itulah yang terlihat melekat pada diri Dr. Fathul Gani, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dengan mobilitas tinggi, Fathul dikenal sebagai birokrat yang ulet dan tak kenal lelah. Ia tak hanya duduk di balik meja, melainkan menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai dinamika krusial, mulai dari konflik sosial, sengketa lahan untuk proyek strategis, hingga mitigasi bencana bahkan meredam aksi emosi seluruh masyarakat NTB atas pemerintahan saat ini.
“Kunci utama menghadapi dinamika lapangan itu bukan sekadar instruksi, tapi turun langsung mendengar keluhan masyarakat dan menjembatani kepentingan berbagai pihak. Pendekatan persuasif dan humanis selalu diutamakan,” ujar Fathul saat ditemui di sela-sela Rakor, Kamis (21/5).
Fathul diakui oleh rekan-rekannya sebagai sosok problem solver yang tangguh. Saat terjadi penolakan warga terkait proyek strategis daerah beberapa waktu lalu, ia membuktikan keuletannya dengan menggelar dialog maraton hingga puluhan kali bahkan rela duduk di tikar beralaskan tanah.
Berkat pendekatan kultural dan komunikasi dua arah yang sabar, ketegangan berhasil diredam tanpa adanya tindakan represif.Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal tidak salah mempercayainya sebagai Astu karena kerap mengandalkan Fathul untuk mengurai simpul-simpul masalah yang membutuhkan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Integritas dan ketenangannya saat menghadapi tekanan massa maupun tenggat waktu yang ketat, menjadikannya panutan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di lingkungan pemprov.
“Menjadi birokrat itu adalah pelayan masyarakat. Turun ke lapangan, melihat langsung kondisi riil, dan mencari solusi terbaik adalah bentuk pengabdian yang sesungguhnya. Dinamika itu adalah seni dalam melayani,” pungkas Fathul dengan senyum khasnya.
Fathul menjadi bukti nyata bahwa seorang pejabat eselon II dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi tinggi. Keuletannya menjadi energi positif yang memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di provinsi NTB tetap berjalan dengan baik, meski harus berhadapan dengan medan lapangan yang tidak selalu mudah.
Terpantau juga beliau mewakili Pimpinan dalam dua kegiatan yaitu membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Kesbangpoldagri Se-NTB dalam rangka penguatan peran dan fungsi Kesbangpoldagri dalam Pengembangan Wawasan Kebangsaan serta menjaga Stabilitas Sosial dan Politik di Daerah serta Menerima Dirjen PDK Hak Azasi Manusia (HAM) Munafrizal Manan beserta rombongan dalam rangka dialog terkait berbagai kendala, hambatan serta langkah-langkah persuasif proses panjang pembangunan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Mandalika.(JN)




















