Semoyang Jadi Kawasan Industri Pertama di Loteng

” Kades Semoyang, Zulkarnaen MPd photo bareng para narasumber bimtek Pemanfaatan Hasil Olahan Diversifikasi Tembakau di Lobar, Sabtu (26/11) kemarin.

 

 

JejakNTB.com | Desa-desa di Lombok Tengah (Loteng) terus berpacu memunculkan potensi desanya. Terutama potensi sumber daya alam yang sudah menjadi mata pencarian masyarakat. Seperti halnya Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur (Pratim).

Rupanya, desa ini merupakan desa yang masuk menjadi desa penyuplai dan penyumbang devisa terbesar dalam dunia produksi bahan baku rokok yakni tembakau. Besarnya suplai produksi tembakau, membuat Dinas Perindustrian Provinsi NTB melirik desa ini untuk dijadikan desa percontohan untuk pengembangan industri rokok.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kerja keras masyarakat kami yang sebagian besar sebagai petani tembakau, Dinas Perindustrian NTB menjadikan Semoyang sebagai desa pertama di Lombok Tengah mengembangkan produksi rokok,” ujar Kepala Desa Semoyang, Zulkarnaen kepada jejakntb.com, Minggu (27/11/2022).

Perhatian Dinas Perindustrian NTB ini, telah membuat Semoyang mendapat program pelatihan khusus yang menyasar masyarakat. Termasuk bantuan beberapa alat produksi rokok dan lainnya.

Zul pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur NTB melalui kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB yang telah memfasilitasi program peningkatan kapasitas masyarakat tersebut. Terutama dalam Pelatihan Diversifikasi Pengolahan Tembakau selama 5 kali dalam setahun.

“Sebagai bentuk apresiasi dan imbal balik dari program tersebut, maka desa juga akan mendorong lahirnya UKM-UKM berbasis wilayah atau dusun,” sebut Zul.

Dorongan lahirnya UMKM berbasis wilayah tersebut lanjutnya, akan menyasar masyarakat yang merupakan ex migran, miskin, pengangguran dan stunting. Ia pun yakin, dengan pergerakan ekonomi dari industri tembakau tersebut, nantinya ekonomi masyarakat bakal terus tumbuh drastis. Seiring pengembangan produksinya.

“Pelatihan demi pelatihan telah dilaksanakan. Kita optimis Semoyang bisa menjadi industri rokok pertama di Lombok Tengah,” yakinnya.

Untuk diketahui, program Disperin NTB ini merupakan bentuk ikhtiar dan inovasi Pemprov NTB dalam menekan angka pengangguran, kemiskinan hingga stunting. Adapun upaya nyata itu yakni melalui Program Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS), Program Tepat Sasaran (PKH, GMP-PK, Kabupaten/Kota/Desa). Kemudian Aset penghidupan (Finansial melalui intervensi Perbankkan, Fisik/Infrastruktur (Kementerian/Lembaga), Lingkungan Alam (Pemdes), Sosial (badan Usaha), manusia (Masyarakat).

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) meminimalkan persentase pengangguran, kemiskinan dan stunting, Disperin NTB menggelar
Bimbingan Teknis (Bimtek). Bimtek tersebut yakni terkait pemanfaatan hasil olahan diversifikasi tembakau untuk industri kriya dalam meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi
melalui peningkatan kemampuan SDM. Kegiatan itu berlangsung di Lombok Barat (Lobar) sejak tanggal 23 hingga 27 November 2022. Dimana, kegiatan itu diikuti sebanyak 20 orang peserta.

“Intervensi penanggulangan kemiskinan ekstrim menjadi perhatian kita dalam upaya percepatan penurunan jumlah penduduk miskin di NTB,” ungkap Kadis Perindustrian NTB, Nuryanti sembari membenarkan adanya berbagai upaya yang dilakukan pihaknya.

Nuryanti juga mengaku, bahwa pada kesempatan itu pihaknya memberikan sedikit arahan terkait kebijakan pemerintah dalam meningkatkan SDM yang dinilai berdampak signifikan untuk kemajuan daerah. Dan dalam upaya pengentasan angka pengangguran,
kemiskinan dan stunting, seluruh
stakeholder diajak tetap saling bergandengan tangan dan melangkah bersama melakukan berbagai hal positif. Terlebih, bahu-membahu mendukung
percepatan pertumbuhan dan pengembangan desa industri agar dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.

“Langkah ini merupakan Inovasi Dinas Perindustrian dengan Desa Industri Semoyang yang melibatkan stakeholder terkait dalam pengembangan desa industri,” katanya, Sabtu (26/11/2022).

“Saya berharap, peserta bisa totalitas dan maksimal dalam menyerap ilmu yang disampaikan agar dapat mengimplementasikan dengan baik. Saya yakin, dengan upaya ini dapat mengikis angka pengangguran dan kemiskinan di tiap desa. Termasuk di Desa Semoyang,” imbuhnya.

Menurutnya, NTB sudah punya banyak desa wisata. Sekarang Disperin untuk membranding desa industri. Harapannya, Desa Industri Semoyang inilah bisa sebagai desa industri percontohan yang memiliki
karakter ataupun ciri khas tersendiri.

“Rantai kemiskinan yang berlangsung jangka waktu panjang ini harus diputus. Intervensi yang komprehensif, kolaborasi dan sinergi serta pelibatan multi pihak dapat menjadi jaminan
sukses program ini terhadap penanggulangan kemiskinan,” lanjutnya.

Selain meningkatkan pengetahuan di bidang memanfaatkan hasil olahan diversifikasi tembakau untuk industri kriya, para peserta juga diberikan pengetahuan dan wawasan di bidang perencanaan produk, branding. Termasuk marketing/pemasaran dan rencana tindak lanjut produk ke depan, agar produk memiliki nilai tambah, ke depannya dapat meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. (Iqik)

 

 

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top