SUMBAWA BESAR, JEJAKNTB| Warga Kabupaten Sumbawa memberikan pandangannya terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. Haji Syarafuddin Jarot, MP – Drs.Haji Mohammad Anshori.
Faisal (40) mengatakan bahwa pada masa kepemimpinan Syarafuddin Jarot- Mohammad Anshori, memang gencar melakukan jemput bola dan melobi anggaran.
Ia memberikan contoh, tak kenal lelah Bupati dan Wakil Bupati bolak-balik Jakarta dan keluar masuk Kementerian dalam rangka jemput bola dibanding tahun sebelumnya. Kini, komitmen pusat itu mulai mengalir deras ke Sumbawa mulai dari Tepal Batu Dulang mencapai Rp 385 miliar telah fixed yang bersumber dari APBN dengan skema multi years. Belum sarana prasarana yang lain yang bersamaan dengan program tersebut.
Selain itu, dirinya juga mengatakan, Sumbawa saat ini kerap di kunjungi pejabat tinggi negara seperti Menteri Negara dan Panglima TNI, ini menandakan Sumbawa memiliki keunggulan dan ini angin baik untuk Tana Intan Bulaeng.
“Setahunnya bupati sama wakil bupati sih keliatannya gencar ya lobi investasi, memulihkan kepercayaan pusat dan melobi anggaran kenceng gitu, yang paling keliatan banget ground breaking peternakan dalam bentuk hilirisasi ayam dan unggas, sekolah rakyat, terus sekolah Garuda di Samota dibanding dulu, ini lebih unggul” ucap Ical begitu dia akrab disapa di Moyo Hulu, Senin (23/2).
Warga lainnya, Khairul Anwar (25) menuturkan, penataan lingkungan, Tata Kota, Peningkatan Sarana Prasarana Olahraga dan Rekreasi pada masa kepimpinan Jarot-Ansori memang mulai terlihat, dan MOU Pengelolaan Bank Sampah, dan Revitalisasi Kawasan Kumuh.
Namun, pria yang karib disapa Aan itu menyoroti hal lainnya seperti masih berkeliaran hewan ternak padahal hampir semua titik sudah di tanami pohon dan sampah masih ditemukan dengan mudah dimana-mana. Bagi dia, urusan ternak berkeliaran dan sampah memang tanggung jawab bersama diperlukan agresifitas satuan polisi pamong praja dalam menegakkan yustisi berkelanjutan di seluruh pelosok bahkan.
Ia menambahkan, mestinya para pemuka masyarakat dan tokoh Sumbawa turut membantu membangun kesadaran masyarakat terkait tata kelola lingkungan dan saling menjaga apa yang telah ditanam, apa yang yang mau direvitalisasi dan apa yang hendak direstorasi.
“Apa ya, semacam kesadaran kolektif palingan sapi dan kambing diikat atau dikandangin biar pohon yang ditanam bersama keliatan banget mah, dulu abis ditanam dimakan ternak tapi sekarang udah bagus kan, palingan soal sampah sih, kalau bisa pemerintah juga ngebantu bangun kesadaran masyarakat kan katanya bangun wilayah harus barengan kan,” jelas dia.
1 Tahun Kepemimpinan, Jarot- Anshori Konkritkan Penguatan Infrastruktur Pertanian, Pendidikan, dan Peternakan bahkan lainnya
Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot bersama Wakil Bupati Mohamad Ansori, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmen untuk menunaikan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat. Salah satu dari 12 janji prioritas tersebut adalah penguatan sektor pertanian melalui pembangunan sarana dan prasarana pengairan.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dan Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan serta pengadaan sejumlah infrastruktur pendukung pengairan pertanian dengan total anggaran lebih dari Rp16,8 miliar.
Adapun sarana yang telah dibangun dan disiapkan untuk diserahkan kepada petani meliputi:
Kantong air
Check dam
Sumur bor pertanian
Embung desa
Saluran irigasi dan perpipaan pertanian
Mesin pompa pengairan
Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan air di lahan pertanian, meningkatkan indeks tanam, serta mengurangi risiko gagal panen akibat keterbatasan air.
Bupati menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pengairan merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah. Menurutnya, meskipun keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan, pemerintah tetap berupaya memastikan janji kepada masyarakat tidak diabaikan.
Membangun Masa Depan Sumbawa itu dari Sekolah dan Kampus. Angka Nyata, Dampak Nyata. Komitmen pada pembangunan manusia diwujudkan dengan hasil yang bisa diukur.
Tahun 2025, sebanyak 33.951 siswa dan santri berada dalam kondisi sehat dan bergizi, menandakan keberhasilan intervensi gizi dan pendidikan dasar.
Pemerintah juga memastikan 679 mahasiswa menerima Kartu Sumbawa Pintar (KSP) sebagai akses bantuan pendidikan dari APBD, mulai Diploma hingga Pascasarjana.
Kebijakan ini menegaskan bahwa pendidikan bukan beban keluarga, tetapi tanggung jawab negara, dan bahwa Sumbawa tidak akan maju jika anak-anaknya tertinggal.
Redaksi _




















