JejakNTB.com | Rumah Singgah Berbudi di Jalan Halmahera 54, Kelurahan Rembiga Timur, Nusa Tenggara Barat menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien penderita apapun dan keluarga manapun yang berasal dari luar pulau lombok di jamin biaya hidup dan akomodasinya selama berada di Mataram.
Pantauan media, di sana, mereka saling berbagi kisah dan melakukan berbagai aktivitas bersama-sama, dan dijamin makan minum serta akomodasinya oleh H Lalu Budi Suryata SP anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD.

” Rumah Singgah Berbudi memang dihajatkan bagi semua warga masyarakat yang kurang mampu yang rencana berobat lanjut maupun tidak. Sengaja kami siapkan untuk siapa saja dan darimana saja tanpa kita melihat status sosialnya,” kata LBS saat ditemui media.
Salah seorang koordinator Rumah Singgah berbudi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan,
“Di sini sangat ada kekeluargaan, kebersamaan. Masak sama-sama, makan juga sama-sama, bersih-bersih pun juga sama-sama,” kata Koordinator Rumah Singgah Berbudi yang pemiliknya adalah Lalu Budi Suryata (LBS) saat dijumpai Kamis (22/12),

Setiap penghuni seperti sudah tahu peran mereka masing-masing. Para wanita pendamping pasien biasanya akan masak bersama-sama, sementara pendamping pasien pria yang akan bertugas membersihkan rumah.
Umumnya, rumah singgah berbudi disediakan bagi para pasien dari Pulau Sumbawa yang akan pergi merujuk ke RSUP Provinsi NTB di Mataram. Mereka bisa singgah berlama lama tanpa harus mengeluarkan biaya apapun.
“Kangen rumah juga, tapi di sini betah, sudah enak juga tinggal bareng-bareng,” aku Hawatiah, salah seorang pasien kanker asal Lape.

Kebersamaan di rumah singgah tersebut memang tidak terhindarkan. Setiap hari, pasien dan pendamping pasien yang berasal dari luar pulau Lombok tinggal dan hidup bersama di Rumah Singgah Berbudi.
Mereka juga berbagi masalah yang sama dan saling mendoakan. Itulah yang pelan-pelan mendekatkan hubungan para penghuni.
Sama seperti pendamping pasien lainnya di Rumah Singgah Peduli, Nur Azizah Binti Nadi datang ke Mataram untuk rawat inap ke RSUP Provinsi. Ia mensyukuri keberadaan Rumah Singgah Berbudi yang memudahkan akomodasinya selama di Mataram.
“Awalnya dari RSUD Manambai, saya enggak tahu kalau di sana ada rumah singgah. Terus di situ ketemu LBS dikasihlah kontak Ayah LBS. Taunya dari situ.”
Penghuni Rumah Singgah Berbudi bebas untuk tinggal selama yang mereka perlukan. Selain biaya sayur sebesar Rp 5.000 per hari, tak ada biaya lain yang dibebankan kepada mereka.
Semua warga yang pernah kesana termasuk Hawatiah, Nurazizah maupun lainnya mengaku, ia merasa berutang budi pada pihak Rumah Singgah Berbudi.
Berdasarkan informasi terkini yang dihimpun media dalam tahun 2022 dominan warga masyarakat yang mengunjungi Rumah Singgah Berbudi itu dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat serta Dompu.
Mudah – Mudahan kedepannya mulai 2023 masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima maupun Kabupaten Dompu tidak sungkan merapat ke rumah singgah berbudi dijamin gratis dan serba ada sebagai ikhtiar Ayahanda H Lalu Budi Suryata SP dalam melayani dan mengabdi tanpa batas. (Nkm)




















