PPS atau Provinsi Kepulauan Sumbawa adalah Sebuah Keniscayaan, Wacananya Sudah Dua Dekade, Bukan Tiba Saat Tiba Akal

PPS atau Provinsi Kepulauan Sumbawa adalah Sebuah Keniscayaan, Wacananya Sudah Dua Dekade, Bukan Tiba Saat Tiba Akal 

 

*Oleh. Ali Bin Dachlan

(Mantan Bupati Lotim Dua Periode)

 

OPINI, JEJAKNTB.COM|Pulau Sumbawa adalah sebuah pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat (memisahkan dengan Pulau Lombok), Selat Sape di sebelah timur (memisahkan dengan Pulau Komodo), Samudra Hindia di sebelah selatan, serta Laut Flores di sebelah utara. Kota terbesarnya adalah Bima, yang berada di bagian timur pulau ini.

Pulau ini memiliki luas 14.386 km², dan merupakan pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat, serta salah satu dari dua pulau utama di provinsi tersebut. Titik tertingginya adalah Gunung Tambora (2.824 m), yang juga merupakan gunung api aktif. Keunikan yang dimiliki Sumbawa yaitu pulau Bungin yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pulau Bungin merupakan pulau terpadat di dunia yang memiliki kepadatan 15000 jiwa/km². Hal ini terjadi karena luas Pulau Bungin tidak sampai 8 hektare dan ditempati sekitar 3000 jiwa.

Provinsi P.Sumbawa, dapat juga diberi nama Provinsi Kepulauan Sumbawa, mengingat di pulau Sumbawa banyak pulau pulau yang mengelilinginya, seperti Pulau Kenawa, Bedil, Moyo, Satonda, Sangiang, Kambing, Ular ,nyamuk, Kambing, dan pulau terpadat di dunia (Pulau Bungin), komplek pulau di Teluk Saleh, dan lain lain.

Luas Provinsi tersebut sama dengan luas Provinsi Bangka Belitung dan bahkan luasnya dua kali lipat dengan luas Provinsi Kepulauan Riau.Provinsi Sumbawa 16.000 km persegi, luas Provinsi Riau hanya 8000 km persegi.

Penduduk Provinsi Kepulauan Sumbawa lebih banyak dari penduduk Kepulauan Riau. Jadi, akan sangat cepat berkembang jika menjadi Provinsi dan pemerintah tidak dibenarkan jika menghalang halangi Pulau Sumbawa Kepulauan sebagai sebuah provinsi.

 

 

Sejarah

Kitab Nagarakretagama yang ditulis abad ke-14 mencatat beberapa kekuasaan yang ada di Pulau Sumbawa, antara lain Dompu, Bima, Sape, dan satu lagi di Pulau Sangeang Api, lepas pantai timur laut Sumbawa. Empat pusat kekuasaan di Sumbawa bagian barat merupakan kerajaan yang bergantung pada Majapahit, yang berpusat di Jawa bagian timur. Pulau ini sering diinvasi oleh orang luar akibat kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Pihak-pihak yang pernah menginvasi antara lain adalah orang Jawa, orang Bali, orang Makassar, hingga orang Belanda dan Jepang. Orang Belanda pertama kali tiba di tahun 1605, tetapi tidak berhasil menguasai Pulau Sumbawa secara efektif hingga awal abad ke-20.

Kerajaan Gelgel dari Bali sempat menguasai bagian barat pulau ini, meskipun tidak lama. Bagian timur pulau dikuasai Kesultanan Bima, sebuah kesultanan yang terhubung dengan orang Bugis dan Makassar serta kesukuan Melayu-Islam lainnya di Nusantara.

Bukti sejarah menunjukkan bahwa orang Sumbawa dikenal di Hindia Timur sebagai penghasil madu, kuda poni,[1] kayu secang, yang digunakan untuk membuat cat merah,[2] dan kayu cendana, yang digunakan untuk dupa dan obat. Daerah ini sempat dicatat sebagai daerah yang sangat produktif untuk pertanian.

Pada akhir abad ke-18, orang Belanda mendirikan perkebunan kopi di kaki barat Gunung Tambora dan dengan demikian menciptakan varian kopi Tambora. Letusan gunung ini di tahun 1815 adalah salah satu letusan gunung berapi yang paling kuat sepanjang masa, meletuskan debu dan abu seluas 160 km3 ke atmosfer. Letusan ini juga menewaskan hingga 71.000 orang dan memulai periode pendinginan yang dikenal sebagai “Tahun tanpa musim panas” di tahun 1816. Tidak kurang, Kebudayaan Tambora yang terhubung dengan orang Papua juga disapu habis oleh letusan ini.

 

Wilayah administratif

Secara administratif, Pulau Sumbawa terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota. Nama kota dan kabupatennya ialah Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

 

Geografi

Secara geografis pulau Sumbawa berdiri dari sejumlah sungai, diantaranya,

Sejumlah sungai di Pulau Sumbawa yang terkenal adalah:

  • Sungai Brang Biji atau Brang Sumbawa
  • Sungai Moyo atau Brang Moyo
  • Sungai Banggo
  • Sungai Bela
  • Sungai Lampe
  • Sungai Dodu
  • Sungai Nungga
  • Sungai Kendo
  • Sungai Ntobo
  • Sungai Jatiwangi
  • Sungai Romo

Ide dan gagasan pemekaran wilayah ini, bukan karena setelah dilantik Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Putri Damayanti bukan, dan bukan pula karena kalahnya petahana Zulkieflimansyah juga bukan. Dan bukan pula ingin menjadi pahlawan kesiangan dan patriotisme abal abalan Ide Daerah Otonomi Baru (DOB) murni ingin melihat pulau Sumbawa dengan kondisi riilnya agar lebih mandiri dan berdikari.

Bayangkan oleh kita, saat aksi 15 Mei lalu tiba-tiba melintas salah seorang lelaki tua dengan sebuah grab Innova melintas ditengah massa aksi dan tertahan di Ai Jati lalu oleh jajaran Polres Sumbawa diboyong keluar dari atas mobil lalu dipindahkan guna mendapatkan pertolongan. Begitu jauhnya warga Pulau Sumbawa berobat, hanya untuk bertahan hidup dari rasa sakit saja harus melintasi ber mil -mil bahkan 2×24 jam berada diatas ban kendaraan, dan tumpangan kapal.

 

Bersambung …..

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top