
SUMBAWA BESAR, [JejakNtb ]|| Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat kapasitas aparatur sipil negara melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.sos., M.ap., pada Senin (13/7), di Gedung BKPSDM Kabupaten Sumbawa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.sos., M.ap., membuka Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C yang diikuti sejumlah peserta yang telah memenuhi syarat dan ketentuan.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang pengadaan barang dan jasa, sekaligus memenuhi kebutuhan PPK Tipe C di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur dan Kemasyarakatan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa, serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Sosio Kultural BPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mewujudkan birokrasi yang profesional sekaligus mendukung visi daerah, yaitu Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera, melalui penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
“Hari ini kita dibantu oleh teman-teman BPSDMD Provinsi NTB untuk menciptakan aparatur yang semakin unggul. Sebenarnya para peserta ini telah menjalankan tugas sebagai PPK di lapangan, namun melalui sertifikasi kompetensi ini kapasitas dan profesionalisme mereka semakin diperkuat,” ujar Sekda Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, peningkatan kompetensi ASN tidak lagi dipandang sebagai kegiatan formalitas semata, melainkan menjadi bagian dari sistem manajemen talenta yang akan berpengaruh terhadap pengembangan karier aparatur.
“Hari ini BKPSDM Kabupaten Sumbawa berkolaborasi dengan BPSDM Provinsi NTB melaksanakan pelatihan pengadaan barang dan jasa PPK Tipe C di Tanah Intan Bulaeng. Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya memenuhi kekurangan yang ada, salah satunya melalui pelatihan ini,” kata Budi Prasetyo.
Sekda Kabupaten Sumbawa juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas aparatur melalui berbagai program pelatihan teknis di berbagai sektor. Hal tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa seorang Pejabat Pembuat Komitmen memegang tanggung jawab strategis dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah sehingga dituntut memiliki pemahaman regulasi yang kuat.
“Menjadi PPK bukan sesuatu yang diberikan begitu saja. Seorang PPK harus benar-benar memahami regulasi, terus belajar, banyak membaca, serta memastikan seluruh proses pengadaan dilaksanakan sesuai ketentuan. Integritas dan profesionalitas adalah harga mati dalam menjalankan amanah tersebut,” tegasnya.
Sekda berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan secara optimal agar mampu lulus uji kompetensi dan menjadi PPK yang berkualitas serta mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks.
Ia juga optimistis kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan BPSDMD Provinsi NTB akan terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan kompetensi aparatur di masa mendatang.
Menutup sambutannya, Sekda Budi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai momentum meningkatkan kualitas diri dan memperkuat budaya belajar di lingkungan birokrasi.
Ia juga mengimbau para peserta untuk fokus dan bersemangat selama mengikuti pelatihan agar mampu meraih hasil terbaik dalam uji kompetensi serta mendukung percepatan pelaksanaan program-program kepala daerah.
“Human capital adalah kekuatan utama organisasi. Karena itu, mari kita terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan membangun birokrasi yang profesional agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya.(JN)




















