PC IKA PMII Kabupaten Dompu Gelar Pelatihan Paralegal untuk Cetak Kader Paham Hukum

 

DOMPU, JEJAKNTB|| PC IKA Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Dompu menggelar pelatihan paralegal di Gedung PKK Dompu, Jalan Beringin. Diklat ini rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 12 s.d. 27 September 2026.

Mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas Paralegal  Dalam Memberikan Bantuan, Pendampingan Hukum Bagi Masyarakat”, kegiatan ini bertujuan mencetak kader PMII yang memahami hukum, mampu mendampingi masyarakat dalam permasalahan hukum, serta memiliki kepekaan sosial.

Ketua PC IKA PMII Kabupaten Dompu, Eko Permadi, mengatakan banyak masyarakat yang belum memahami hak-hak hukumnya sehingga kesulitan membela diri atau memperoleh keadilan.

“Banyak orang menghadapi masalah hukum sebagai korban, saksi, atau bahkan terdakwa, tapi belum tahu cara melindungi hak-haknya. Pelatihan ini menjadi upaya strategis untuk menjembatani hal tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, (12/9).

Menurutnya, kehadiran paralegal sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang minim akses bantuan hukum. Dengan membekali kader PMII dengan dasar-dasar hukum, PC IKA PMII Kabupaten Dompu berharap mereka dapat terjun langsung membantu masyarakat, khususnya kelompok yang termarjinalkan.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada teori hukum, tetapi juga keterampilan teknis seperti teknik pendampingan hukum, komunikasi dengan korban, hingga strategi advokasi di lapangan.

“Kami ingin hasil dari pelatihan ini bukan hanya kader yang cakap hukum, tapi juga memiliki empati. Mereka harus hadir di tengah masyarakat sebagai perpanjangan tangan keadilan,” tambahnya

Ketua PW IKA PMII Provinsi NTB, Akhdiansyah, yang turut memberikan arahan, menegaskan pentingnya pemahaman hukum dalam kehidupan sehari-hari.

“Kader PMII harus paham hukum, bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi juga untuk menjaga diri dan membuat keputusan yang benar,” katanya.

Rohati menambahkan, pemahaman hukum akan menjadikan kader sebagai warga negara yang cerdas dan berintegritas. Ia mengajak peserta membangun kesadaran hukum sejak dini, serta memahami identitas dan tujuan mereka sebagai kader pergerakan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari agenda jangka panjang LBH PMII untuk memperkuat peran mahasiswa dalam isu hukum dan keadilan sosial. Dengan pendekatan akar rumput, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dari tingkat paling bawah.

“Kita ingin membentuk generasi yang sadar hukum, sadar identitas, dan tahu arah perjuangannya,” pungkasnya.

Pelatihan paralegal adalah program pendidikan dan pelatihan khusus yang dirancang untuk membekali seseorang dengan pengetahuan dasar serta keterampilan hukum agar mampu memberikan bantuan hukum non-litigasi dan menjembatani masyarakat dalam mencari keadilan.

 

Tujuan Pelatihan Memberikan pemahaman dasar mengenai hukum, hak asasi manusia, dan prosedur penyelesaian sengketa.Meningkatkan kapasitas masyarakat atau komunitas agar mandiri dalam memperjuangkan hak-haknya.Mempersiapkan tenaga pendamping non-advokat yang aktif di tingkat desa, kelurahan, atau organisasi bantuan hukum.(JN)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top