
BIMA, JEJAKNTB.COM– Petani jagung di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, tengah menikmati hasil panen raya yang melimpah. Namun, kebahagiaan tersebut terusik karena harga jual di tingkat petani anjlok akibat rendahnya daya serap Perum Bulog, yang diperparah dengan terbatasnya mesin pengering (dryer) milik pemerintah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, gudang-gudang penampungan lokal tampak belum optimal menyerap hasil panen. Padahal, volume produksi tahun ini cukup tinggi, mencapai 8 ton pipil kering per hektar di beberapa wilayah.
“Hasil panen melimpah, tapi harga anjlok. Bulog lambat menyerap, sementara tengkulak memainkan harga di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah),” ujar Ramli Ram, salah satu perwakilan kelompok tani di Bima, Jumat (17/4/2026).
Hambatan Gudang dan Kadar Air
Lambatnya serapan ini disinyalir karena kendala teknis. Banyak jagung hasil panen petani memiliki kadar air tinggi, sementara kapasitas gudang Bulog terbatas dan mesin pengering kurang memadai.
“Kami berharap Bulog segera mengambil langkah taktis untuk menyerap jagung petani, terutama saat panen raya seperti ini agar harga tidak terus jatuh,” tambah Ramli Ram, sejalan dengan desakan pemerintah daerah agar Bulog mematuhi HPP, terutama untuk kadar air 14% di angka Rp.5050 – Rp 5.100 per kg.
Selain itu hasil Jagung petani banyak diambil perusahaan non Bulog dengan harga murah di angka Rp 5050 per kilogram.
” Kabulog Bima harus bertanggungjawab atas hasil produksi petani yang telah anjlok dan diambil perusahaan non Bulog efek samping dari rendahnya serapannya,” tegasnya.
Hingga saat ini, petani di Bima berharap adanya intervensi cepat, baik dari pemerintah pusat maupun regional, agar komoditas jagung tidak terbuang sia-sia akibat tidak terserap oleh pasar resmi.
Ramli bersama petani Bima mendesak Bulog agar bisa menyerap jagung saat ini yang tengah melimpah karena efek panen serentak dengan pembelian yang representatif.
” Faktanya cuman 100 ton per minggu, kami meminta agar pembongkaran bukan segitu perminggu melainkan 1000 ton dengan pembongkaran 25 sampai 30 unit per hari.,” beber Ramli pada media ini Jum’at.
Media ini mencoba mengkonfirmasi Alfan Ghazali Kepala Bulog Bima namun tidak diangkat saat dihubungi melalui ponselnya.(JN)





















