Panen Perdana Bawang Merah Program Upland Sukses, Direktur Irigasi Kementan RI Puji Bupati dan Semua Pihak di Sumbawa

Bupati Sumbawa, H.Mahnud Abdullah saat menyampaikan sambutan saat panen raya kemarin, Senin (4/7)

 

JejakNTB, SUMBAWA | Bupati Sumbawa, Drs H. Mahmud Abdullah membuka Panen Raya Bawang Merah, Program The Development Of Integrated, Farming System, In Upland Areas Project, Dirjen PSP, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2022. Senin (4/7), di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang. 

Foto Bupati Sumbawa diapit oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa dan Dandim 1607 Sumbawa

Turut hadir Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Prasaran Dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI diwakili Asisten Monitoring dan Evaluasi Proyek Upland Fikri Indra Nuril Mullah ST MSc,  Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa. Abdul Rafiq, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir Ni Wayan Rusmawati MSi, Pimpinan OPD Kab. Sumbawa, Branch Manager PT Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa, Camat Plampang Syaihu SP, beserta Forkompinca Plampang, Kepala Desa se-Kecamatan Plampang Serta Kelompok Tani Bawang Merah.

Foto Peserta Panen Raya Bawang Merah unsur Forkompinda Kabupaten Sumbawa 

Dalam Sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan Apresiasi kepada pemerintah pusat

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian RI yang sudah menunjuk Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi kegiatan Upland ini. Panen raya yang kita laksanakan hari ini membuktikan bahwa petani penerima bantuan telah sungguh-sungguh melakukan budidaya bawang merah. hal ini terbukti pada 12 kecamatan 19 desa penerima bantuan, rata-rata sudah melakukan panen dengan produksi yang cukup tinggi dan harga jual yang sangat baik.” Ucap H Mo akrab disapa Bupati Sumbawa ini

Kemudian lanjutnya, selaku Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, saya sangat mengapresiasi program ini karena bantuan yang diberikan dari hulu hingga hilir sampai dengan pemasaran serta pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP), yang nantinya dapat menjadi wadah bagi petani Upland untuk memasarkan produk hasil pertanian kepada offtaker, bukan kepada tengkulak. Urainya

“Saya menghimbau kepada para petani bawang merah agar senantiasa melakukan budidaya tanaman yang ramah lingkungan, seperti memanfaatkan pupuk organik maupuk pestisida nabati. adapun penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir. Dan insyaallah program ini akan terus saya pantau. Ucapnya

Yang penting juga adalah pemanfaatan lahan untuk menanam bawang merah ini mulai dilakukan oleh para petani yang berdomisili di Sumbawa.

“Saya harapkan kepada Pemerintah Desa untuk mengawasi hal ini, karena kita berharap bawang merah kita benar benar dapat dinikmati petani kita dan juga nama bawang merah Sumbawa ini menjadi miliki kita dan bukan nama daerah lain.” Tegasnya.

“Harus orang yang berdomisi di Sumbawa yang menikmati ini, sudah saatnya petani kita dapat Untung, hasilnya juga bisa dibuat bawang goreng dengan kerjasama dengan PKK  sehingga ada nilai tambah dan tidak hanya dijual mentah, seperti bawang goreng dan produk lainnya.

Ini harus berkembang dan harus dipaksa karena tidak semuanya datang dengan sendirinya, mari kita bersama-sama  berjuang. Karena apa yang kita lakukan ini baru permulaan dan  baru berhasil jika berkelanjutan dan betul-betul ada peningkatan pendapatan masyarakat. Bebernya

Menjadi tantangan bagi kita juga adalah pemanfaatan lahan kita dengan maksimal, bukan menjadi penonton apalagi menjual lahan dan ini harus dikawal dan diproteksi oleh pemerintah Desa. ” Pungkas H Mo.

Sebelumnya Dalam laporan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., menyampaikan bahwa pertemuan pagi ini merupakan panen raya bawang merah yang merupakan bantuan hibah dari negara donor International Fund for Agricultural Development (Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian)  IFAD dari Roma dan Islamic Development Bank (IsDB) dari Riyad melalui Direktorat Jenderal (Ditjen)  Prasarana Dan Sarana Pertanian (PSP), serta bantuan program Upland ini berjalan selama 5 tahun kedepan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si.

 

“Semoga tahun pertama ini bisa berlanjut dan bisa berproduksi bawang merah dengan baik dan dengan harga yang luar biasa. Sehingga, untuk tahun 2022 sudah dilakukan pengembangan seluas 385 Ha yang dimana jumlah kelompok tani seluruhnya yang dapat program Upland sebanyak 84 kelompok tani, namun yang baru mengembangkannya sebanyak 38 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan dan 19 desa. Dari pengembangan yang dilakukan 38 kelompok ini sudah melakukan panen raya dimasing-masing kelompoknya. oleh karena itu, harga bawang merah di Sumbawa saat ini Rp. 47.000/Kg. selain itu, Upland juga memberikan bantuan sumur dangkal, sumur dalam, sumur bor untuk para kelompok tani yang dimana 80% petaninya asli Kabupaten Sumbawa sudah mengoptimalkan dan memanfaatkan program tersebut termasuk pada lahan kering.

Selanjutnya, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI diwakili Asisten Monitoring dan Evaluasi Proyek Upland, fikri Indra Nuril Mullah ST MSc menyampaikan arahan Presiden RI mengenai kebijakan nasional dalam RPJMN 2020-2024, kebijakan dalam periode ini diarahkan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi termasuk memperhatikan kesejahteraan keluarga petani dan memperhatikan berkelanjutan sumber daya pertanian. Dalam rangka tujuan dan sasaran pembangunan khususnya dalam bidang pertanian, maka dana pembangunan dapat bersumber dari beberapa pendanaan salah satunya adalah pinjaman luar negeri proyek Upland.

Asisten Monitoring dan Evaluasi Proyek Upland, fikri Indra Nuril Mullah ST MSc

 

” Kegiatan Upland merupakan kegiatan yang komprehensif dari pengembangan on-farm sampai off-farm. Pada tingkat on-farm contohnya adalah peningkatan produktifitas pertanian dan ditingkat off-farm adalah pengembangan kelembagaan, sehingga petani menjadi mandiri dan pengembangan pasar untuk komoditas pertanian baik domestik maupun ekspor” Urainya.

Kemudian lanjut Fikri, aspek lingkungan jangan kita lupakan, dimana sistem pertanian yang dibangun harus mengutamakan kaidah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan Upland juga sedang merancang untuk asuransi usaha tanaman bawang merah yang bekerjasama dengan Jasindo. Adapun harapannya untuk masyarakat tani khususnya di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang dapat mengoptimalkan dengan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk memulai era baru model pengembangan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Ditemui awak media di arena panen raya, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa  Abdul Rafiq turut mengapresiasi program yang dirancang Pemerintah Pusat.

Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa  Abdul Rafiq saat ditemui di sela sela panen kemarin, (4/7)

“Project kegiatan yang dibiayai dari Dana Hibah Islamic Development Bank ini   harus di laksanakan dengan sebaik baiknya dengan memasifkan sosialisasi kepada seluruh petani.  Petani harus dapat diyakinkan keuntungan dari budidaya bawang merah ini. Sehingga semakin banyak yang bisa menanam bawang merah dan semakin banyak yang bisa menikmati keuntungan dari budidaya bawang merah” Pungkasnya (AM/Ruf)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top