Momen Haru Wisuda I Wayan Sada Suitra, Polisi yang Lulus Magister dan Diwisuda bersama Istri Anak Tercinta

SUMBAWA, [jejakntb.com]||Suasana ruang sidang utama tempat berlangsungnya upacara wisuda dikejutkan oleh gemuruh tepuk tangan bernada haru dari ratusan wisudawan beserta keluarga yang hadir. Bukan karena acara melainkan momentum tersebut ada keluarga besar Bhayangkari yang ikut serta dalam kegiatan wisuda.

Hari tersebut menjadi catatan sejarah yang tidak akan pernah terlupakan bagi keluarga Ajun Komisaris Polisi I Wayan Sada Suitra,S.H.,M.Si., seorang anggota kepolisian aktif di wilayah hukum Polres Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat yang berhasil menyelesaikan studi pascasarjananya di Universitas Samawa (UNSA) Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

 

Bukan sekadar perayaan kelulusan biasa, momen ini menjadi sangat istimewa dan viral di media sosial lantaran I Wayan Sada Suitra naik ke atas podium wisuda bersamaan dengan istri tercintanya, Bayu Atikah Dewi, dan putra sulung mereka, Arry Widnyana Putra . Ketiganya sukses menyelesaikan pendidikan tinggi di universitas yang sama dan berhak menyandang gelar akademis secara bersama-sama dalam satu gelombang prosesi wisuda angkatan ke-23 pada universitas yang bergengsi tersebut.

 

I Wayan berhasil meraih gelar Magister Agribisnis (M.Si.) setelah berjuang membagi waktu di tengah padatnya jadwal kedinasan sebagai pelayan masyarakat.

 

“Syukur Alhamdulillah kami sdh Wisuda yaitu :

Kaji I WAYAN SADA SUITRA,S.H., M.Si.

 

BAYU ATIKA DEWI, S.S.T., S.Km., M.Si.

 

Anak

ARRY WIDNYANA PUTRA, S.M.

 

Di kampus UNSA ( Universitas Samawa ) hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2026,” tulisnya melalui WhatsApp redaksi media JejakNtb, Selasa malam, (2/11).

 

Sementara itu, sang istri, Bayu Atikah Dewi, S.S.T., S.Km., M.Si. berhasil lulus dari program Magister Agribisnis, dan putra mereka, Arry Widnyana Putra, S.M., resmi menyandang gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara.

 

Suasana haru memuncak saat panitia wisuda memanggil nama mereka satu per satu untuk naik ke atas panggung guna prosesi pemindahan tali toga oleh Rektor Universitas Samawa.

 

Begitu turun dari podium, I Wayan Sada Suitra yang mengenakan baju toga lengkap langsung memeluk erat istri dan anaknya.

Air mata bahagia tampak tidak bisa dibendung oleh keluarga kecil ini.”Ini adalah anugerah yang luar biasa dari Allah SWT.”pungkasnya.

Berjuang menyelesaikan tesis di sela-sela tugas kepolisian, piket malam, dan pengamanan wilayah tentu tidak mudah. Namun, melihat istri dan anak saya juga berjuang di samping saya, rasa lelah itu seketika hilang,” ungkap I Wayan dengan suara bergetar menahan tangis bahagia saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya dalam moment wisuda angkatan emas.

 

Perjuangan mereka bertiga untuk kuliah bersama bukanlah hal yang mudah. Sang istri menceritakan bagaimana rumah mereka sering kali berubah menjadi “ruang diskusi akademik” dadakan saat malam hari, di mana mereka saling bertukar pikiran, mengoreksi tugas, hingga menyemangati satu sama lain ketika salah satunya merasa jenuh.

 

Rektor Universitas Samawa (UNSA) Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., dalam pidatonya turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga I Wayan Sada Suitra. Ia menyebutkan bahwa dedikasi I Wayan Sada Suitra sebagai seorang polisi sekaligus kepala keluarga dapat menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan waktu dan kesibukan profesi bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin.

 

Kisah inspiratif keluarga polisi ini kini menjadi perbincangan hangat dan menuai banyak pujian dari masyarakat Pulau Sumbawa .

 

Banyak yang merasa kagum atas kekompakan keluarga ini dalam memprioritaskan pendidikan di tengah kesibukan masing-masing. Menariknya wisuda tersebut dihadiri oleh Kapolda NTB yang diwakili  Kabidkum Kombes Muhamad Erfan, S.I.K.

 

 

WISUDA UNSA ANGKATAN KE-23, BUPATI SUMBAWA DORONG LULUSAN JADI GENERASI ADAPTIF DAN KONTRIBUTIF

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., menghadiri Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Angkatan ke-23 Universitas Samawa (UNSA), Minggu (31/10/2026), di Universitas Samawa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Forkopimda, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, perwakilan Kapolda NTB, LLDIKTI Wilayah VIII, Ketua Dewan Penyantun UNSA, Rektor dan jajaran pimpinan universitas, serta para wisudawan dan orang tua.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat kepada 413 wisudawan dan wisudawati yang resmi menyandang gelar akademik, sekaligus memberikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga atas perjuangan serta doa yang mengantarkan para lulusan hingga tahap ini.

Bupati menegaskan bahwa tantangan dunia kerja semakin kompleks, seiring dinamika global, perlambatan ekonomi, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Karena itu, ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kemampuan beradaptasi serta menyelesaikan persoalan nyata.

“Jangan berhenti belajar hanya karena sudah mendapat gelar sarjana. Yang menentukan masa depan adalah kemampuan untuk terus beradaptasi dan menyelesaikan persoalan nyata,” tegasnya.

Menurut Bupati, Sumbawa membutuhkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mendorong para wisudawan menjadi generasi kritis, santun, berintegritas, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.

Bupati juga menyoroti besarnya potensi Sumbawa di sektor pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, dan pertambangan. Berbagai proyek strategis, termasuk tambang Elang, industri peternakan unggas terintegrasi, industri garam nasional, serta rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Saleh, dinilai membutuhkan peran aktif lulusan perguruan tinggi.

Ia berharap UNSA terus berkembang menjadi pusat pemikiran dan mitra strategis pemerintah daerah melalui kajian akademis, data akurat, serta evaluasi objektif untuk mendukung pembangunan Sumbawa yang unggul, maju, sejahtera, dan lestari.

Sementara itu, Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., menyampaikan bahwa wisuda Angkatan ke-23 mengukuhkan 413 wisudawan, terdiri atas 375 lulusan S1, 14 lulusan S2, dan 24 lulusan profesi dari delapan fakultas dan 20 program studi.

Rektor menyebutkan, hingga tahun 2026 UNSA telah menghasilkan 13.278 lulusan dengan 1.621 mahasiswa aktif. Saat ini, UNSA didukung 140 dosen, terdiri atas 94 magister dan 46 doktor.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, LLDIKTI Wilayah VIII, PT Amman Mineral, Bank Indonesia, serta sejumlah lembaga perbankan atas dukungan beasiswa, kerja sama riset, dan pengembangan pendidikan.

Rektor juga mengungkapkan rencana pengembangan Fakultas Kedokteran dan Program Studi Kebidanan sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pulau Sumbawa.

Menutup sambutannya, Rektor berpesan kepada para alumni agar senantiasa menjaga nama baik almamater serta mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan resmi para wisudawan dan wisudawati UNSA Angkatan ke-23.

 

 

Redaksi __

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top