DOMPU, JEJAKNTB||Kesan kaku, formal, dan menakutkan biasanya melekat pada lembaga pengawasan internal pemerintah. Namun, pemandangan berbeda terlihat di kantor Inspektorat Kabupaten Dompu sejak dipimpin oleh Muhammad Jufri, S.T., M.T.
Semenjak dilantik dua tahun lalu, mantan Kepala DLH Kabupaten Dompu ini membawa angin segar dengan gaya kepemimpinan yang humanis, inklusif, dan pandai merangkul semua lini.
Bagi Jufri, sapaan akrabnya, paradigma pengawasan harus diubah. Inspektorat bukan lagi berfungsi sebagai “pencari kesalahan” (watchdog), melainkan sebagai mitra strategis dan konsultan yang solutif bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kalau kita datang dengan wajah garang, orang akan cenderung menutup-nutupi masalah. Tapi kalau kita datang sebagai teman yang ingin membantu, mereka akan terbuka.
Dari keterbukaan itulah solusi pencegahan korupsi bisa kita bangun bersama,” ujar Jufri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9).
Pendekatan dari Hati ke Hati
Kemampuan Jufri dalam merangkul tidak hanya dirasakan oleh para kepala dinas, tetapi juga oleh staf di lingkungan internal Inspektorat sendiri.
Ia dikenal tidak memiliki sekat dengan bawahannya. Setiap Jumat pagi, Jufri rutin menggelar program “Kopi Bersama Inspektur”, sebuah forum santai di aula kantor di mana seluruh pegawai bebas menyampaikan ide, kendala kerja, hingga keluh kesah pribadi tanpa merasa canggung.
Salah satu Auditor Muda Inspektorat, yang enggan disebutkan namanya, mengakui dampak positif dari gaya kepemimpinan tersebut. Menurutnya, Jufri selalu mendengarkan masukan dari tim lapangan sebelum mengambil keputusan penting.
“Pak Jufri itu pandai sekali mencairkan suasana. Beliau tahu kapan harus tegas, tapi lebih sering merangkul. Ketika kami menghadapi kendala audit yang sensitif, beliau turun tangan langsung mendampingi dan memberikan arahan tanpa membuat kami merasa ditekan,” ungkapnya.
Menurunkan Temuan, Meningkatkan Kinerja
Gaya kepemimpinan yang merangkul ini terbukti membuahkan hasil nyata, bukan sekadar pemanis retorika. Dalam satu tahun terakhir, indeks maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kabupaten Dompu melonjak ke Level 3. Selain itu, jumlah temuan administratif berulang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menurun drastis hingga 40 persen.
Keberhasilan ini dicapai karena Jufri rajin menggelar “Klinik Konsultasi Akuntabilitas” secara jemput bola ke kecamatan dan dinas-dinas terpencil.
Alih-alih menunggu laporan masuk, tim Inspektorat aktif mendampingi OPD sejak tahap perencanaan anggaran agar tidak terjadi kesalahan prosedur. Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE., pun memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Jufrie. Ia menilai Jufri berhasil mengubah potret Inspektorat menjadi lembaga yang disegani karena kompetensinya, bukan ditakuti karena wewenangnya.
Di akhir percakapan, Jufri menegaskan bahwa integritas tidak harus ditegakkan dengan ketegangan.
“Merangkul itu bukan berarti kita berkompromi dengan pelanggaran. Merangkul adalah cara kita mengajak semua orang berjalan di rel yang benar secara sukarela, bukan karena terpaksa,” pungkasnya optimis.(JN)




















