Manager ASDP Tano Poniman Bantah Menolak Mobil Ambulan, Berikut Penuturannya

Manager ASDP Pototano Sumbawa
Poniman.MA.

 

 

JejakNTB.com | Menanggapi pemberitaan media ini yang berjudul “Viral! KMP Raja Enggano Tolak Masuk Ambulans, Ada Apa? Edisi headline minggu, (4/12/2022) maupun beragam unggahan status di Facebook serta komentar para netizen yang menyorot hal tersebut, Manager ASDP Pototano Sumbawa Poniman M.A ., yang ditemui dirumah dinasnya samping barat Musholla Labuhan Tano menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

” Itu semua tidak benar, dan kejadian itu murni kesalahpahaman. Intinya gagal faham,” kata Poniman.

Masih Poniman, kejadiannya sekitar dini hari tepat pukul 02.30 wita menjelang subuh, sebuah mini bus ambulan meluncur dari arah Alas hendak menuju Labuhan Kayangan.

Menanggapi viralnya hal itu, Poniman selaku Manager perwakilan ASDP Poto Tano menegaskan kalau pihaknya selama ini tidak pernah menghambat kalau ada mobil ambulan yang mau menyeberang, baik itu ada pasien atau tidak, pihaknya selalu mengedepankan skala prioritas bagi semua mobil ambulan.

” jadi begini,,,mohon maaf boleh saya jelaskan, tadi kami sudah didatangi KP3 Tano dan dari wartawan saudara mas edi serta sudah kami klarifikasi Pak terkait hal itu jadi awalnya ambulans ini urutan terakhir pak dari tiga dari unit FS. FS ini kami tahan jadi ambulan nya yang kita masukkan lebih dahulu dan truck nya kami tahan. Nah, setelah kami tahan nyatanya FS ini nggak bisa masuk namun masih ada space pak.,”bebernya

Dan kendaraan ambulan pun masih bisa parkir sehingga truck TS ini bisa masuk juga demikian pak,nah kami selaku pelayan jasa dan kami layani yang terbaik dalam artian dari ambulan maupun truk ini kalau ambulannya masuk di urutan terakhir dimasukkan, karena takut juga kami dapat protes dari supir truck khan begitu pak,”terangnya.

Nah, jadi ambulan tersebut sebenarnya masih ada space bisa maju lagi pak, karena panjangnya yang ngvak nuntut dan spacenya nya masih lebar namun si sopir ini informasi dari perwira kami mengaku tidak mau dan ngotot minta space yang lebar. Jadi mintaq di geser ambulan namun dari pihak ambulannya tidak berkenan artinya TS ini tidak bisa masuk .kami siap untuk maju dan mundur untuk diatur kembali supaya ts ini bisa masuk,”terang pria pengganti Pak Yusuf ini dengan terang.

“Iya, mungkin lelah atau apa kita maklumi juga itu supir keluar pak. Keluar dan pindah ke kapal yang sebelahnya selisih interval waktunya tidak jauh bapak antara KMP 1 dan KMP 2 dan itupun dari pihak kami sudah berupaya untuk memasukkan ke KMP Raja Enggano tetapi dari pihak Ambulannya kurang berkenan, gitu lho pak.,” sambungnya.

Nah, karena kami juga melayani pemakai jasa kalau ambulan kami prioritaskan pak , pasti . Baik dalam keadaan kosong maupun ada pasien tetap kami prioritaskan kalau bisa sama sama pengendara kecil kita juga sama sama minta ijin dengan urutan unit tersebut, apabila itu ambulan karena memang itu kami utamakan pak, mungkin jemput pasien atau ngantar pasien seperti itu informasi dari perwira kami Mualim I,

“Sudah kami minta ke supir , pak tolong maju sedikit pak. Kurang begitu nanggapi atau gimana agar bisa masuk saat itu namun supir kurang berkenan mintanya ternyata bisnya mau makai lebih banyak.,”beber pria asal Madura ini pada sejumlah awak media.

Masih Poniman, “Kami tidak pernah menolak apalagi kami ini dibidang bisnis pak, itu menyangkut profit dan kami akan ditegur juga oleh pimpinan kalau sampai menolak pak, pasti begitu pak. Jadi juga cari profit namun space juga masih ada untuk maju ambulan itu namun dari pihak dari supir pak dan sudah diklarifikasi akhirnya viralnya di hapus itu pak.

Tadi disampaikan melalui media juga saudara mas edi dan sudah bertemu juga dengan KP3 juga tersampaikan akhirnya terklir masalah itu dan terimakasih kepada jejakntb.com yang telah mengingatkan kami.

“iya pak, kami juga butuh profit pak walau walaupun kami operator di Pelabuhan kami pun juga dituntut pendapatan , oh sayang pak kalau nolak ambulan. Atau kendaraan umum yang otomatis kendaraan kami menurun pak hehehe dan otomatis langsung ditegur pimpinan.,lanjutnya.

Dan diakhir, Manager ASDP yang sangat akrab dengan media ini mengapresiasi

“Terimakasih telah peduli pada ASDP beserta layanannya dan saya merasa dikritik untuk membangun dalam hal ini dan kami berharap baik secara kedinasan maupun pribadi, kami punya visi dan misi juga akan melayani masyarakat pemakai jasa terbaik dan juga kami juga berharap kepada buruh dan pemakai jasa dari dalam NTB Sumbawa Dompu dan Bima hingga Lombok, kami sangat sangat berharap dalam ini berharap pula adanya kritik membangun dari AsDP pelabuhanbkayangan maupun seluruh Indonesia., imbuhnya nya.

Beliau sangat berharao ke semua pihak akan adanya cek kontrol and balances,
“Kami sangat berharap karena dengan adanya kejadian begini tentu akan meningkatkan pelayanan dan kami berpesan juga kepada para nakhoda kapal kami khususnya yang berada di Cabang Kayangan Enggano dan Belida perbaiki layanan dan termasuk kepada rekan rekan media,”Saya perlu kritik yang membangun dan saya mengucapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada rekan rekan media yang telah membantu mencerahkan segalanya,”pungkasnya. (Nukman)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top