Lintas Profesi Berebut Kursi DPD RI

JejakNTB.com | Penyerahan dokumen pendaftaran dan dukungan minimal bakal calon anggota DPD RI kemarin (29/12) diisi oleh lintas kalangan.

Mereka menebar optimisme dapat merebut 4 jatah kursi senator yang tersedia untuk Dapil NTB. Di samping itu
menjanjikan akan membawa perubahan lebih baik dalam pemerintah pusat apabila terpilih nanti.

HM Zaini Arony yang pertama-tama mendatangi kantor KPU NTB untuk menyerahkan dokumen pendaftaran
dan dukungan minimal “Saya bersama-sama dengan tim yang cukup besar, hal ini ada relevansinya dengan kondisi NTB yang cukup besar mencapai 5.320 juta warga. Ada yang dari Mbojo, Samawa, Lotim, Loteng, Mataram, KLU, dan
juga dari Lobar,” katanya.

Terkait alasan tampil di pemilihan DPD NTB Zaini Arony mengatakan keinginannya melayani sekaligus berjuang bagi masyarakat. Hal ini dianggap sejalan dengan peran dan fungsi DPD sebagai perwakilan daerah di pusat.

“Secara prinsip fungsi untuk melayani dan sekaligus berjuang. Itulah dimensi kenapa saya maju di DPD ini,” paparnya.

Berikutnya, Nurdin Ranggabarani (NR). Mantan anggota DPRD NTB ini ingin
menyeimbangkan jumlah penyambung aspirasi di NTB. NR melihat, prinsip
keseimbangan senator di dua pulau NTB antara Sumbawa dan Lombok belum sesuai harapan.

“Ada banyak hal yang menjadi aspirasi keseimbangan daerah sepertinya belum dapat kita laksanakan  secara maksimal,” ujarnya.

Di saat bersamaan menyerahkan juga dokumen dan dukungan minimal
atas nama Mulyadi. Dalam pernyataan yang disampaikannya ia mengatakan NTB sebagai sebuah wilayah dan penduduk yang besar.

“Karena sangat besar maka diperlukan sekali kebersamaan dalam membangunnya,” katanya.

Pendaftar berikutnya Muhammad Rifki Farabi. Pria yang akrab disapa Ustad
Farabi ini membawa 2.600 dukungan. Kedatangan putra TGB HM Zainul Majdi ini dampingi sejumlah ulama. Setelah penyerahan berkas, pria lulusan Universitas Al-Azhar tersebut mengatakan ruang perpolitikan menjadi salah satu ikhtiar  untuk berjuang dan berkhidmat kepada umat, ” Bismillah, politik ini sebagai fondasi sebagai jalan untuk terus berkhidmat kepada umat,” kata Farabi.

Politik lanjut Farabi bukan sesuatu yang tabu tetapi ruang perkhidmatan di jalur politik sudah terbukti kemaslahatannya. Karena itu dengan niat yang baik, Farabi maju sebagai calon senator mewakili NTB. ” InshaaAllah dengan niat yang baik. Ikhtiar yang baik, semuanya berjalan lancar,” katanya.

Disusul pendaftar berikutnya atas nama Ahmad Turmuzi. Pria berlatar belakang akademisi itu melihat perjuangan melalui jalur calon perseorangan DPD RI lebih independen.

“Kalau tampil di DPR RI harus menggunakan partai, sementara tampil di DPD RI itu partainya adalah mandat rakyat, harus direkom oleh rakyat,” ujarnya.

Selanjutnya, pendaftaran disusul oleh Tauhid Rifai, dalam keterangan pers
mengatakan keinginannya membangun daerah berbasis desa. Dari sejumlah desa
yang dibagi berdasarkan kondisinya ada beberapa desa yang menurutnya
perlu mendapat perhatian khusus. “Sebanyak 53 desa kategori tertinggal,”ujarnya.

Berikutnya, mendaftar wiraswasta atas nama Jamhari Latif, Ia menyerahkan 2.350 dukungan. ” Saya berharap kedepan fungsi dan peran DPD RI
lebih baik lagi dalam menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Setelahnya, mendaftar H. Iwan Hidayat Pria yang saat ini menjadi anggota DPRD
NTB itu mengatakan keinginannya untuk lebih memaksimalkan peran senator,” Kami lihat fungsi DPD RI belum maksimal,” katanya.

Pendaftar berikutnya pengusaha muda sukses asal Bima. Nurhaidah. Didampingi suaminya la menyampaikan harapan untuk berbuat lebih besar bagi masyarakat NTB. “Kalau secara kebutu-
han ekonomi, dapat saya katakan alhamdulillah saya sudah selesai, oleh karenanya saya tampil sebagai bakal calon anggota DPD RI ini karena didorong semangat ingin berbuat bagi daerah, melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat NTB,” kata wanita pengusaha mutiara ini.

Dia yakin ilmu entepreneur yang dimilikinya akan berguna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anak dan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah NTB Nasruddin yaitu Saadatul Hayati Putri juga ikut menyerahkan dokumen. Perempuan 27 tahun itu mengungkapkan
harapannya untuk dapat ikut serta dalam pertarungan perebutan kursi senator.

“Mohon doanya sehingga kami bisa mengikuti proses peraturan yang berlaku dan kami minta doa kepada masyarakat NTB mudah mudahan kami terpilih nantinya,” ujarnya.

Proses pendaftaran masih berlangsung hingga pukul 23.50 wita kemarin malam sebagai batas akhir pendaftaran. (RED)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top