Ir.H.Ridwansyah : “MotoGP/MXGP Trigger ~ Big branding kebangkitan ekonomi kita”

NTB, [Jejak.com]|MXGP dilaksanakan oleh multi pihak dan yang memiliki peran dan andil berbeda pula, Event Organizer nya atau ‘EO’ nya adalah Sport Talent Indonesia (STI), promotor PT. Samota Endurance (PT.SEG) dan INFRONT FIM sebagai Pemilik Sirkuit,

Hal ini tidak berbeda dengan event MotoGP Mandalika yang barusan saja digelar beberapa saat lalu dimana Indonesian Tourism Development Centre (ITDC) sebagai pengembang dan pemilik lahan, Motor Grandprix Association (MGPA) sebagai pemilik Sirkuit dan Dorna Sports selaku penyandang dana.

Pantauan Media, MXGP bakalan sama grade keterlaksanaannya dengan MOTOGP, bedanya hanya tipis. MOTOGP punya durasi waktu yang cukup lama untuk persiapannya sementara MXGP hanya memiliki sisa waktu lebih kurang satu bulan lebih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, stakeholders penyelenggara kegiatan event dunia yang berjulukan MXGP hingga hari ini belum menunjukkan agregat progressif sejauhmana kinerja konkritnya, sedangkan Dorna with ITDC dan MGPA nya sangat jelas bahkan Pemkab Loteng dengan segala kearifan lokal yang dimiliki Bumi Patut Patuh Patju sangat ekstra terlihat,

Namun ada rasa optimisme besar jika menyimak statement Jenderal Lapangan MXGP Samota, Ir.H.Ridwansyah pun dalam sebuah Video Youtube nya bagaimana Dae Iwan begitulah beliau biasa disapa bercerita dihadapan sejumlah awak baik lokal, regional bahkan nasional yang dalam online offline bertutur sangat meyakinkan,

Salah satu penampakan master
plan design trek samota sirkuit
for MXGP 2022, Foto.Google docs

 

“INFRONT sebagai Pemilik MXGP telah mengeluarkan jadwal resmi bahwa salah satu event motorcross atau event MXGP Indonesia akan dilaksanakan di Samota pada tanggal 26 Juni 2022, keputusan itu diambil resmi oleh infront sebulan yang lalu dan hari ini tim infront datang, kedatangan mereka untuk melihat langsung lokasi dan memastikan persiapan pesiapan apa yang harus disiapkan di lapangan sesuai dengan standar sebuah kejuaraan dunia sekelas Series MXGP.

Dae Iwan sapaan akrabnya menambahkan bahwa lahan yang dibutuhkan oleh MXGP di Samota ini sekitar 50 hektar dan lahan itu saat ini sudah dibebaskan oleh Pemerintah Daerah secara bertahap seperti yang kita lihat ini,

Ini adalah lokasi pertama untuk sirkuitnya, untuk sirkuitnya saja membutuhkan lahan sekitar 15 hektar are dan pembangunan sirkuit akan segera kita laksanakan setelah Tim Master Track dan Arsitek dari Infront menyelesaikan disainnya hari ini dan besok, katanya.

Terlalu jauh beliau mengatakan bahwa pembangunan sirkuit MXGP karena berupa sirkuit tanah atau ‘KartenField’ Dae Iwan menilai hanya membutuhkan waktu paling lambat dua atau tiga minggu saja kok,

,”Kita berharap paling lambat akhir bulan Mei pembangunan sirkuitnya selesai dan terkait polemik lahan itu semua sudah selesai dibebaskan, soal lahan sudah klir,

Meski bertahap hari ini baru tujuh setengah hektar namun Dae Iwan optimis step by step akan cleared semua. Akan ada solusinya dan akan sesuai yang dicita citakan bersama.

Karena kita menyesuaikan juga dengan  dimana sih lokasi lokasi sesuai dengan master plannya sehingga sambil menunggu jagung ini selesai dipanen beberapa bagian sudah bisa kita eksekusi artinya soal lahan sudah tidak ada masalah kalau ada yang mempersoalkan berarti dia belum faham,

Dikatakannya ini merupakan kejuaraan dunia tidak kalah dengan standar standar yang diminta oleh MotoGP, tantangan pertama karena ini akan mendatangkan puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang dari berbagai penjuru Dunia hanya untuk menyaksikan MXGP 2022 yang bikin penasaran publik.

Ketika ditanya apa saja tantangan perhelatan dunia di Samota tersebut, Putra Kharismatik yang dimiliki NTB ini mengakui ada beberapa memang yang akan menjadi tantangan utamanya selaku Jenderal Lapangan,

Pertama : Soal Transportasi, nah transportasi ini kita akan coba maksimalkan Moda Udara, Moda Laut dan Darat.

Kedua : Soal Akomodasi 50.000 orang akan hadir bersamaan di tempat ini dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri tentu membutuhkan akomodasi namun hal itu bisa kita siasati dengan memaksimalkan lokasi yang ada, lokasi Samota ini sangat indah kita bisa menggelar yang namanya Camping Rock untuk menutupi kekurangan kamar kamar hotel, selain itu kita juga mempunyai alternatif Pelabuhan Badas yang kita miliki akan mampu kita sediakan hotel hotel terapung dengan mendatangkan sejenis kapal pesiar yang bisa kita alihkan sebagai hotel oleh para tamu tamu kita.

Kita ingin membuktikan bahwa Sumbawa Samota ini layak sebagai sebuah destinasi dengan mengedepankan Sport Tourism.

Nah, kita ingin  mengeksplor seluruh potensi yang dimiliki oleh Samota ini sehingga keindahan teluk saleh, kedahsyatan histori dari sebuah Gunung Tambora yang memiliki sejarah peradaban dan kini telah dinisbatkan sebagai Taman Bumi atau Geopark serta Kemashuran Pulau Moyo sebagai destinasi pariwisata Internasional dapat lebih dikenal oleh dunia.

Dengan adanya MXGP semua akan bergerak, Bandara kita akan ditingkatkan atau diperpanjang atau diperlebar, di overlay, Rumah Sakit kita akan menjadi sebuah Rumah Sakit yang berskala dan bertaraf internasional, begitu juga dengan infrastruktur infrastruktur lainnya.

MXGP ini akan dilaksanakan rencananya empat tahun sesuai kontraknya, kita berharap dalam kurun waktu empat tahun ini adalah waktu yang cukup dan momentum yang sangat besar dari daerah kita untuk semakin menggeliatkan ekonomi daerah apalagi paska pandemi.

Motor Grandprix ada di Lombok, Motor Cross Grand Prix ada di Sumbawa tentu merupakan dua lokasi destinasi yang membangun optimisme kita semua yang akan mendatangkan investasi besar menjadi Trigger bagi ekonomi di daerah, pungkas Dae Iwan. [Nukman]

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top