JEJAKNTB.COM||Intermediate Training Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diselenggarakan sejak 20 Oktober 2025 secara resmi ditutup hari ini, Ahad (26/10). Kegiatan ini berlangsung khidmat di IFA Hotel Ballroom Taliwang, dihadiri para peserta, panitia, Bendum MN KAHMI dan beberapa alumni HMI serta lainnya termasuk dari pihak Pemerintah Daerah yang diwakili Kesbangpoldagri Kabupaten Sumbawa Barat.
Selama seminggu kegiatan ini berhasil menarik minat dan partisipasi aktif 20 peserta yang berasal dari berbagai cabang HMI di seluruh Indonesia.
Peserta menerima berbagai materi dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, pemahaman keislaman, serta keterampilan organisasi
Ketua Panitia LK II HMI Cabang Sumbawa Barat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas suksesnya penyelenggaraan acara ini.
“Intermediate Training ini bukan hanya sekedar pelatihan, melainkan sebuah proses pembentukan karakter dan pemimpin masa depan yang memiliki integritas tinggi. Saya berharap, ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama kegiatan ini berlangsung dapat diaplikasikan di daerah masing-masing,” ungkapnya Ketua Panitia.
Mewakili Ketua Majelis Nasional (MN) Kahmi, Bendum MN Kahmi , Sabaruddin, S.E., M.M., yang juga turut hadir dalam acara penutupan tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada HMI Cabang Sumbawa Barat atas inisiatif dan dedikasinya dalam mencetak kader-kader pemimpin bangsa.
“LK II ini adalah kaderisasi, bagaimana memiliki pola pikir yang benar terhadap mission HMI, Organisasi ini adalah organisasi kader sekaligus organisasi perjuangan sehingga bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas,” ucap Sabaruddin.
Ia menambahkan bahwa untuk menjadi pemimpin itu tidak boleh karbitan dan instant melainkan melalui proses yang ajeg dan taat azas.
“Karena untuk menjadi pemimpin hari ini tidak bisa lahir jadi pemimpin begitu saja, jadi harus ditempatkan oleh keadaan , sebelum ditempat keadaan di eksternal maka dia harus dibuat atau dibentuk pola pikirnya. Kalau misalnya kita bicara pemimpin di eksternal mereka selalu membawa energi dalam alam bawah sadar fikiran mereka, maka HMI pada tahun 1965 saat ingin dibubarkan oleh PKI pada waktu itu karena dianggap memiliki ideologi yang sangat luarbiasa,” bebernya.
Sekum Ikasum ini juga mengingatkan kader HMI untuk merubah mindset dan pola pikir moderat.
“HMI sangat modernis hari ini, artinya seluruh nilai-nilai ke- HMI -an harus bisa termanifestasi terutama pola pikir dan sebagainya harus benar-benar menancap dalam pikiran kita bagaimana sesungguhnya bahwa organisasi ini ingin membentuk seorang kader, kader yang Islami yang bertanggung jawab terhadap terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur serta diridhoi Allah SWT dalam lima insan cita yang kita kenal sebagai tujuan HMI,” paparnya.
“Maka selaku kader saya ingin mengatakan ciri khas seorang HMI adalah harus memiliki intelektualitas , terbinanya insan akademisi pencipta pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat yang adil makmur sentosa tidak cukup hanya dengan intelektual saja melainkan menciptakan inovasi dan kreatifitas lainnya” tuturnya.
Dan diakhir sambutannya putera asli Sumbawa Besar ini menitipkan hikayat dan pesan moral kepada semua kader ummat dan bangsa hijau hitam agar mawas diri.
“Adik-adik ku miliki lah intelektual, kapasitas dan integritas. Kalian punya dua saja dan tidak memiliki yang terakhir maka percayalah dia akan membakar kita semua. Jadi, integritas dalam kegiatan apapun saya pastikan langkah anda akan hancur lebur tak tersisa olehnya demikian apapun keadaannya dunia ini, bergejolak seperti apapun mari kita tetap konsisten komitmen dalam berintegritas,” tutup Sabaruddin.
Dalam kesempatan yang sama, Majelis KAHMI Sumbawa Barat, Nurul Jihad, M.Pd. mengatakan kader HMI untuk terus mengembangkan pengetahuan, tidak hanya di forum Intermediate Training atau LK II tersebut.
“Sebagai Kahmi daerah saya harus memastikan pengkaderan ini terus berlangsung, apapun keadaannya,” urainya
Namun selesai LK II kader HMI lebih menigkatkan keilmuannya sehingga tujuan HMI terus bergerak dalam mengisi Pembangunan di Indonesia tercapai
“ jadi kita targetkan dari setiap angkatan satu, lalu ke LK II, kita targetkan per komisariat terlaksana training satunya setiap tahun dan dengan cara itulah kita merawat pengkaderan selain itu HMI harus berdampingan dengan masyarakat, isilah Pembangunan ini dengan mengedepankan kepentingan masyarakat, yang dilandasi dengan Iman, Ilmu dan Amal,” terang Nurul Jihad disela kesibukannya.
Diakhir acara kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan pemberian Gordon serta pengumuman hasil training kepada para peserta yang telah berhasil menyelesaikan seluruh agenda kegiatan.
“ Dengan berakhirnya kegiatan Intermediate Training ini, diharapkan para peserta dapat membawa semangat baru dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi landasan HMI,” kata Indra Dwi Herfiansyah sekaligus menutup kegiatan Intermediate Training Nasional HMI Cabang Sumbawa Barat.
Alumni Universitas Cordova ini menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah suatu akhir dari semua perjuangan.”Ini adalah ruang konsolidasi ide dan gagasan kader HMI sebagai bagian dari kader ummat dan bangsa serta membangun jejaring silaturahiem yang berkelanjutan,” pungkasnya.(DH**)




















