IISWARA Selangkah Lebih Maju: Transformasi Organisasi di Bawah Kepemimpinan Heni Tasniasanti Nanang
SUMBAWA BESAR, JEJAKNTB – Di bawah kepemimpinan Heni Tasniasanti Nanang, Ikatan Istri Wakil Rakyat (IISWARA) Kabupaten Sumbawa menunjukkan progresivitas yang signifikan. Organisasi yang menjadi wadah para istri anggota dewan ini tidak lagi hanya sekadar forum silaturahmi, melainkan telah bertransformasi menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan yang berdampak nyata.
Beberapa terobosan utama yang membuat IISWARA dinilai “selangkah lebih maju” di antaranya adalah:
Inovasi Program Sosial: IISWARA kini lebih aktif turun ke lapangan melalui program door-to-door untuk memberikan bantuan langsung kepada lansia dan penyandang disabilitas, seperti yang pernah digalakkan di IISWARA DPRD Sumbawa.
Peningkatan Kapasitas SDM: Melalui berbagai Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Seminar, para anggota dibekali dengan kemampuan keprotokolan, manajemen organisasi, hingga wawasan kepemimpinan modern.
Kolaborasi Lintas Sektor: IISWARA sukses membangun sinergi dengan instansi lain, seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Pemerintah Daerah, untuk menyukseskan program nasional seperti pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi UMKM lokal.
“Heni Tasniasanti Nanang membawa energi baru bagi kami. Beliau selalu menekankan bahwa sebagai istri wakil rakyat, kami memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan,” ujar salah satu pengurus IISWARA dalam acara pertemuan rutin terbaru.
Dengan berbagai capaian ini, IISWARA optimis dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perempuan di ranah publik.
Senada dengan pendapat diatas, banyak kegiatan yang sudah terlaksana selama kepemimpinan Heni Tasniasanti Nanang
Pertama: Seminar pencegahan Stunting

Seminar pencegahan stunting berfokus pada edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif, dan MPASI bergizi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya gizi seimbang, sanitasi lingkungan, serta intervensi spesifik guna mencegah gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis.
Kedua : Sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini
Sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini bertujuan mengedukasi remaja, orang tua, dan masyarakat mengenai bahaya nikah muda, mencakup risiko kesehatan (kematian ibu/anak), sosial-ekonomi (putus sekolah, kemiskinan), dan psikologis. Upaya ini menekankan pemenuhan hak anak, pentingnya pendidikan, dan pengawasan orang tua sesuai UU No. 16 Tahun 2019.
Ketiga : Anjangsana ke sesepuh organisasi wanita dan anjangsana ke Sesepuh
Mempererat silaturahmi, menghormati, dan mengambil inspirasi dari pengalaman para sesepuh tokoh perempuan.Anjangsana ke sesepuh organisasi wanita dan Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan kegiatan sosial-organisasi yang lazim dilakukan, seringkali dalam rangkaian peringatan Hari Ibu, HUT Organisasi, atau agenda rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, menghargai kontribusi tokoh perempuan terdahulu, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap anak berkebutuhan khusus.
Keempat: Berbagai perlombaan untuk memeriahkan hari ibu
Kelima : adanya kegiatan Fashion Show

Fashion show adalah ajang peragaan busana yang menampilkan karya desainer atau koleksi pakaian terbaru melalui peragawan/peragawati di atas catwalk. Kegiatan ini bertujuan memamerkan tren, kreativitas, dan inovasi mode, serta sering dijadikan sarana edukasi, pelestarian budaya (seperti batik/tenun), dan promosi UMKM.
Terakhir, adalah pengajian akbar yg dilaksanakan Dimasjid Agung Nurul Huda Sumbawa.

Pengajian akbar adalah pertemuan keagamaan massal berskala besar di Indonesia, sering disebut tabligh akbar, yang bertujuan untuk syiar Islam, meningkatkan keimanan, serta mempererat silaturahmi. Kegiatan ini umumnya diisi dengan ceramah agama (tausiyah), zikir, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan sholawatan, sering kali diselenggarakan untuk memperingati hari besar Islam (Maulid Nabi) atau acara desa.
Ini semua tak terlepas dari kebersamaan dan komitmen yang kuat selama kepemimpinan Heni Tasniasanti Nanang.
Redaksi|JEJAKNTB




















