Ide Brilian Bupati Sumbawa Bangun Pasar Induk dan Mall Modern Bakal Genjot Ekonomi Daerah

SUMBAWA, [JEJAKNTB]|| Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah mengupayakan transformasi besar-besaran pada sektor perdagangan daerah dengan merelokasi Pasar Seketeng yang dinilai sudah melebihi kapasitas dan kumuh. Sebagai gantinya, pemerintah daerah menyiapkan penataan kawasan terpadu seluas 8 hektar di wilayah Sumer Payung yang memadukan pasar induk tradisional dan pusat perbelanjaan modern.

Menariknya, mega proyek ini dirancang agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah mengkombinasikan dua skema pendanaan, yakni pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk fasilitas publik tradisional, serta mengandalkan investasi swasta untuk fasilitas modern.

Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan pusat perdagangan modern sebagai bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa pembangunan pasar induk dan pusat perbelanjaan modern tersebut sama sekali tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pernyataan ini disampaikan Bupati Jarot untuk merespons pro dan kontra yang berkembang di masyarakat beberapa hari terakhir terkait rencana ambisius tersebut.

 

Pasar Induk Rampung Dulu, Mall Menyusul

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., menegaskan bahwa skema pembangunan akan berjalan secara bertahap. Langkah awal difokuskan pada pengajuan dana APBN sebesar Rp268,9 miliar untuk mendirikan Pasar Induk Sumer Payung sebagai pasar pengganti bagi pedagang tradisional.

Berdasarkan studi kelayakan, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk gedung utama, infrastruktur logistik, serta sekitar 700 unit kios dan los permanen. “Pasar baru harus rampung dulu dan proses pemindahan pedagang selesai. Setelah pasar pengganti siap, baru kita tindak lanjuti kerja sama dengan pihak investor untuk membangun mall modern di kawasan tersebut,” ujar Bupati Jarot, Minggu (6/9).

Pasar Induk Sumer Payung Diusulkan ke APBN

Bupati Jarot menjelaskan bahwa pembangunan pasar induk yang direncanakan di kawasan Sumer Payung, Labuhan Sumbawa, telah diajukan melalui skema pendanaan APBN. Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan lobi intensif agar pengajuan tersebut segera mendapat persetujuan dan dapat direalisasikan.

“Pasar induk yang akan dibangun di Sumer Payung, Labuhan Sumbawa di atas tanah seluas 8 hektar sudah kita ajukan ke APBN. Setelah rampung pasar pengganti, baru dilanjutkan dengan kerja sama dengan investor untuk membangun mall modern,” ujar Bupati, Ahad (6/9).

Berdasarkan hasil studi kelayakan (Feasibility Study/FS), pembangunan Pasar Induk Sumer Payung membutuhkan anggaran sekitar Rp268,9 miliar. Rinciannya meliputi konstruksi pasar induk sekitar Rp146,5 miliar berupa gedung utama Rp90 miliar, kios permanen 700 unit Rp3,85 miliar, los pasar dan infrastruktur logistik sekitar Rp43 miliar, serta fasilitas publik dan utilitas Rp55 miliar.

Kepala Dinas KUKMindag Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, menyebutkan bahwa hasil FS telah melalui tiga kali tahapan ekspose dan direkomendasikan layak untuk pembangunan pasar induk. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan review terhadap Detail Engineering Design (DED) yang sebelumnya disusun pada tahun 2017 agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini.

 

Mall Modern: Indikator Daerah Maju

Bupati Jarot menilai keberadaan pusat perbelanjaan modern menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah daerah. Ia mencontohkan Kabupaten Bima yang telah memiliki pusat perbelanjaan modern, sementara Sumbawa dinilai masih tertinggal dalam hal tersebut.

“Indikator daerah maju, terdapat pusat perbelanjaan modern atau mall. Bima sudah ada mall, Sumbawa ketinggalan,” katanya.

Namun demikian, pembangunan mall modern baru akan dilanjutkan setelah pasar induk rampung dibangun, melalui skema kerja sama dengan investor swasta. Dengan demikian, APBD Kabupaten Sumbawa tetap aman dan tidak tersedot untuk proyek-proyek tersebut.

Bupati Jarot menegaskan bahwa rencana pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah pengajuan pembangunan pasar induk melalui APBN yang masih dalam proses lobbying. Setelah pasar induk terbangun, barulah dilanjutkan dengan kerja sama investasi untuk pembangunan mall modern.

“Cuman pengajuannya untuk pasar belum diputuskan untuk disetujui, masih sedang kita lobi. Semoga cepat terealisasi,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis bahwa dengan adanya pasar induk dan pusat perbelanjaan modern, perekonomian daerah akan semakin bergairah, rantai distribusi perdagangan menjadi lebih efisien, dan pendapatan asli daerah dapat meningkat secara signifikan.

 

Skema Investasi Mirip Jalan Tol

Untuk pembangunan mall modern, pemerintah akan membuka dialog dengan pihak ketiga menggunakan sistem perjanjian waktu tertentu. Pola kerja sama ini dinilai efektif karena aset akan kembali menjadi milik daerah setelah masa kontrak investasi selesai, mirip dengan skema konsesi jalan tol.

Pemerintah juga memastikan tidak ada sekat kaku antara pedagang lokal dan modern. Pedagang tradisional yang berminat serta sanggup memenuhi kriteria juga diberikan peluang dan ruang untuk ikut menggelar lapak di dalam mall.

 

Menahan Arus Belanja Keluar Daerah

Kehadiran pusat perbelanjaan modern ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mendongkrak daya beli masyarakat setempat sekaligus menangkap potensi pertumbuhan sektor industri lain di Sumbawa.

“Selama ini banyak warga kita yang harus menyeberang ke Lombok atau daerah lain hanya untuk berbelanja barang bermerek atau menikmati fasilitas hiburan modern. Melalui penataan ini, kita ingin uang masyarakat Sumbawa tetap berputar di daerah sendiri,”pungkasnya. (JN)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top