HUT PWRI ke 60 Khidmat dan Meriah, Bupati Bima Absen Entah Kemana ! Ini tanggapan Sejumlah Pensiunan

JejakNTB.com | Acara Ulang Tahun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke 60  dengan Tema Kebangkitan dan Kebersamaan PWRI Menuju Kesejahteraan Anggota dan Masyarakat berlangsung meriah dan khidmat, di gelar di SMAN 1 Belo Jl.Palibelo – Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Ahad (23/10).

Sejumlah Wredatama memadati halaman SMAN 1 Palibelo tersebut dengan mengenakan batik khas dan acara diisi serta dimeriahkan dengan sanggar seni nggaro lembo maupun sanggar seni lainnya yang menjadi ciri khas setempat, nampak hadir sejumlah tamu termasuk dari pihak BSI, BTPN dan Mandiri serta relasi PWRI lainnya.

Pantauan di lapangan acara puncak peringatan HUT PWRI ke 60 Tahun 2022 tersebut berlangsung meriah dan khidmat dengan rangkaian acara pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, mengheningkan cipta, pembacaan ikrar panca ubaya, lagu mars, laporan panitia, sambutan Ketum PB PWRI yang dibacakan Ketua Pengcab Kabupaten, sambutan Ketua PWRI NTB, dan sambutan Bupati Bima selaku pembina PWRI Kabupaten Bima.

Ketua Panitia Penyelenggara HUT PWRI ke 60, H. Abdul Majid H.Muhammad, SPd dalam sambutannya mengungkapkan rasa kekecewaannya karena acara puncak ke 60 tahun tersebut tidak dihadiri orang nomor satu Kabupaten Bima,

” Seharusnya Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri (IDP) hadir di acara ini bukan malah absen dan mewakilkan kepada Bapak Camat Palibelo itu tidak sama,” sesal Ketua Panitia HUT PWRI dihadapan ribuan undangan yang hadir di semua kecamatan tak terkecuali pensiunan guru, kantor dan perangkat desa.

Bupati IDP absen dalam kegiatan puncak perayaan HUT Persatuan Wredatama Republik Indonesia ke 60 yang merupakan acara organisasi profesi tertinggi tingkat Provinsi yang diadakan di Kabupaten Bima,

Masih Ketua Panitia, dirinya sangat kecewa dengan sikap Bupati yang tidak menghargai organisasi PWRI.

” Kami memang sudah berumur namun tidak akan berhenti sampai disini, persoalan usia tidak menjadi penghalang bagi PWRI untuk berkiprah mengisi pembangunan daerah namun kami tetap berjuang bangkit mengabdi untuk masyarakat dou malabo dana mbojo,” ucapnya dalam sambutan tertulisnya.

Bapak ibu yang terhormat, ijinkan saya menyampaikan bahwa HUT PWRI yang jatuh pada HUT 60 Tahun ini diarahkan kepada Palibelo tepatnya di SMAN 1 Palibelo dengan tema    Kebangkitan dan Kebersamaan PWRI Menuju Kesejahteraan Anggota dan Masyarakat tidak lain dan tidak bukan adalah aktualisasi menindaklanjuti  isi pasal 1 anggaran dasar termasuk pensiunan ,” ungkapnya.

Beliau berharap kepada semua pensiunan ASN terutama kalangan pendidik dan Aparat Desa untuk segera bergabung tanpa terkecuali dan menurutnya masih ada sekitar lebih kurang 80 porsen kalkulasi entitas PWRI yang belum terakomodir dengan baik dalam keanggotaan bahkan akumulasi dari total yang masih belum mau bergabung dalam wadah yang mulia ini.

“Dengan adanya kegiatan dan momentum Hari Ulang Tahunnya semacam ini, jiwa raga badan kita menjadi fresh dan alhamdulilah imun serta stamina kita fresh dan disertai dengan keikhlasan dan ketulusan,” tambahnya.

Masih beliau, “Bahwa organisasi PWRI adalah organisasi besar yang independen dan mandiri adanya dan punya kontribusi buat daerah dan bangsa kedepannya.

Menyinggung soal anggaran dan dana perayaan hari puncaknya yang ke 60, “Untuk dana merupakan gotong royong seluruh pensiunan Kabupaten Bima termasuk dari para donatur yang sifatnya halal dan tidak mengikat.

:Terimakasih semua pihak yang mendukung acara ini selebihnya kami serahkan kepada Allah SWT untuk selebihnya membalasnya.,” pungkasnya.

Sementara, Ketua PWRI Kabupaten Bima, H. Soekiman B.A. dalam momentum yang sama mengungkapkan secara gamblang

“Saya ucapkan terimakasih dan selamat serta sukses kepada semua anggota dimanapun berada semoga semua anggota diberkahi Allah SWT.  Komitmen kita mempertahankan kualitas kesehatan aktifitas maupun penguatan kapasitas keanggotaan untuk kehidupan masa tua yang lebih baik.,” tandasnya.

Dalam sambutan yang berlangsung sekitar tujuh menit itu beliau tak menampik bahwa adanya pandemi 2019 hingga 2022 turut mematikan aktifitas keorganisasiannya dan sejalan dengan itu PWRI terus semangat bangkit menyesuaikam diri demgan keadaan zaman yang semakin canggih. Selain itu wredatama mempertahamkan keharmonisan dan keselarasan serta kerukunan antar sesama.

Diakhir sambutannya beliau sempat menyinggung terkait Program PWRI Cabang Kabupaten Bima, adapun entri poin yang utama dalam mengarus utamakan sisi harmonis yang humanis dengan motto BERAKHLAQ KARIMAH

Pertama yang akan dilakukan kedepannya adalah mengawal menuntaskan status keanggotaaan para pensiunan pns menjadi steksel pasif,

Kedua, mendrive pt taspen dan btn, perbaikan kesejahtetaan janda duda, memperjuangkan 4 bulan menjadi 6 bulan sebagaimana halnya TNI, menyediakan tama dan bahagia bagi pensiunan.

Ketiga, di tingkat daerah turut serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan daerah serta sesuai skala masing2 tetap jaga kesehatan dan imunitas serta selamat ulang tahun pwri tetap jaya jaya jaya

Sementara Husni Alwi selaku Ketua PWRI Nusa Tenggara Barat  mengingatkan

“Mari kita tetap semangat meski usia kita sudah udzur alhamdulillah teman teman luar biasa. Pelaksanaan HUT PWI yang  alhamdulillah kedapkali di laksanakan di Kabupaen Bima dengan maksud silaturrahmi dan muwajahah.

Mengenai kepengurusan baru memang ada perubahan, ada sistem keanggotaan yang wajib update, anggota pensiunan dan janda maupun duda peelu di catat ulang dan diakomodir yanv maksimal. Mitra bayar seperri BTPN dll kita minta juga kerjasamanya termasuk koordinasi dengan BKD.

Kita jangan terlalu berharap pada dana hibah melainkan bagaimana memaksimalkan infaq dan celengan serta iuran anggota serta sambil bersinergi Taspen, Bank BTPN, mandiri taspen, dll

Dia juga berharap kepada Pengurus di 18 Kecamatan bisa maksimal termasuk pembagian bagi hasil yang merata antara pengurus Kabupaten Kota maupun Kecamatan

Sementara Bupati Bima melalui perwakilan yakni Camat Palibelo dalam amanatnya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada PWRI,

“Pertemuan ini semata mata sebagai silaturrahmi dan mudah mudahan dengan semangat bisa membantu pemerintah daerah mulai pensiunan pns,  birokrasi, guru dan perangkat desa,  mudah mudahan semua masuk PWRI secara holistik tidak parsial,” harapnya

Gubernur NTB yang diwakilkan ke Kepala UPT Dikmen Dikbud NTB Bima    H. Anwar, M.Pd. menandaskan bahwa Dr. Zulkieflimansyah sangat ingin hadir ditengah para tamu undangan

Sebenarnya bapak Gubernur dijadwalkan hadir dalam acara puncak sekaligus kunjungan kerja namun karena ada berbagai kegiatan yang menghalanginya akhirnya menunjuk kami untuk mewakilinya.

” Kami mewakili Bapak Gubernur dalam sambutan ini mengucapkan syukur alhamdulillah atas atensi dan keringanan langkah bapak ibu untuk berkenan menghadiri HUT PWRI ke-60 yang jatuh pada hari minggu, (22/10), mudahan kegiatan membawa maslahat, bermanfaat dan bermakna bagi komunitas wredatama maupun nasib anak anak bangsa serta negara, mudahan petunjuk dan teladan Rasulullah dapat kita teladani dalam kehidupan bermasyaralat berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan menyampaikam ucapan selamat atas HUT PWRI semoga bermanfaat bagi semua termasuk warga masyarakat disekitarnya turut merasakan.

Beliau berkesan, meski sudah pensiun dan usianya sudah tidak muda lagi, terpatri dalam semangat dan raganya untuk tidak berhenti begitu saja untuk menorehkan karya dan inovasi terbaiknya, mengingat negara masih sangat membutuhkan kita dan sangat ditunggu serta dibutuhkan masyarakat dedikasi semuanya baik secara keilmuan maupun kompetensi sosial sehingga akan terciptanya keharmonisan yang hakiki dan patriotisme dalam membangun negeri.

” Dengan pengalaman kemampuan selama dalam Birokrasi pun kita dapat dilanjutkan kembali dalam masyarakat sehingga stabilitas daerah benar benar terwujud dan masyarakat mendapatkan role of model dalam membangun sekitarnya tentunya dengan kapasitas dan sumber daya yang mengacu untuk perubahan demi kualitas anak cucu generasi kita,” pungkasnya.

Salah satu pensiunan Guru asal Kecamatan Sanggar yang enggan disebutkan namanya mengaku pada awak media sesaat Ishoma bahwa Bupati IDP tidak pernah sekalipun hadir di acara acara nya PWRI bahkan acara puncak sekalipun.

” Seharusnya acara formil semacam.ini wajib dihadiri Kepala Daerah sebagai wujud menghargai orang tua yang telah berjasa dan mengabdi secara tulus tanpa tanda jasa.” Pintanya. (Nkm)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top