Hingga Kini Penetapan Status Tersangka atas Kematian Esco Masih Hambar, Ini Tanggapan Pengacaranya !

MATARAM, JEJAKNTB.COM| Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memeriksa secara intensif Briptu Rizka Sintiyani dalam rangkaian penyelidikan kasus kematian Brigadir Esco Faska Relly. Briptu Rizka yang diketahui merupakan istri dari almarhum sekaligus anggota Polres Lombok Barat mulai diperiksa sejak Selasa (16/9).

Selain Rizka, penyidik juga telah memeriksa puluhan saksi lainnya untuk mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Esco.

“Sekarang masih dalam proses pemeriksaan oleh Ditreskrimum (Polda NTB) dan Polres Lobar. Mohon doanya, semoga proses (pemeriksaan) maraton yang dilakukan penyidik cepat terungkap untuk peristiwa kematian Esco,” ujar Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, Rabu (17/9).

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Brigadir Esco menilai penanganan kasus kematian misterius brigadir berjalan lamban dan sangat berbelit-belit karena hingga kini belum ada penetapan tersangka padahal kasus nya sudah naik ke tahap penyidikan. Namun Kholid membantah anggapan tersebut. Menurutnya, proses pemeriksaan masih berlangsung intensif dan penyidik tetap bekerja mendalami setiap bukti.

“Sementara masih proses pemeriksaan (saksi). Semuanya masih maraton (pemeriksaan),” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian menangani kasus ini dengan penuh kehati-hatian. Penetapan tersangka baru dapat dilakukan setelah alat bukti yang dikumpulkan dianggap cukup kuat.

“Kami lebih berhati-hati karena ini adalah proses pembuktian ilmiah. Kami tidak boleh asal. Alat buktinya juga harus jelas sehingga peristiwa menjadi terang benderang,” tegas Kholid.

Diketahui, Brigadir Esco ditemukan meninggal dunia di kebun belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada 24 Agustus 2025. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh mertuanya, Siun, dalam kondisi membusuk dengan wajah rusak serta leher terikat tali di bawah pohon.

 

Kepala Desa Jembatan Gantung Sebut Istri Brigadir Esco Tak Pernah Lapor Suami Hilang

 

Kepala Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat, Suhaimi buka suara soal kematian warganya Brigadir Esco Faska Rely yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun yang berada tak jauh dari tempat tinggal korban.

Suhaimi mengaku pihaknya tidak pernah mendapatkan laporan tentang hilangnya korban, baik itu dari pihak keluarga atau dari kepala dusun (Kadus) setempat.

“Istrinya nggak pernah lapor kalau suami belum pulang, dan ndak pernah dia lapor kasih tau tetangga atau kadusnya,” ucap Suhaimi menjawab JejakNtb, Selasa (17/9).

Dikatakannya, pihak desa mengetahui ada penemuan mayat dari warga. Mendengar penemuan mayat tersebut Suhaimi yanng saat itu masih berada di sawah langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saya dapat kabar pertama kali itu mau jam 04:30 Wita, saya kesini itupun dari sawah saya lari kesini (TKP penemuan korban),” katanya.

Adapun TKP tempat ditemukannya mayat korban dalam keadaan mengenaskan dengan wajah hampir tak dikenali itu merupakan milik masyarakat luar desa.

Kebun tersebut juga jarang di kunjungi warga lantaran merupakan milik pribadi.

“Sesekali warga kalau ke sana cuman untuk cari kayu bakar saja, tapi memang jarang-jarang ada warga yang ke sana akhir-akhir ini,” ungkap Suhaimi.

Disebutkannya, korban dikenal baik, pribadi korban juga kerab kali datang bersilaturahmi ke rumah Kades, kedatangannya tak jauh dari hobi korban yang juga sama-sama pecinta burung dengan Suhaimi.

“Setahu saya orangnya baik, dan sering (Brigadir Esco) ke rumah juga ke kebun, karena dia suka burung, ayam, kadang dia lihat-lihat itu ke rumah,” sebutnya.

Dengan kejadian penemuan mayat ini, pihak desa juga kian siaga. Pihaknya juga saat ini tengah mengintensifkan pengamanan dengan mengadakan ronda malam.

Ia menyebut, warga banyak berspekulasi bahwa kematian Brigadir Esco bukan bunuh diri, lantaran jasad korban yang ditemukan dalam keadaan yang penuh kejanggalan.

“Masyarakat banyak yang tidak percaya dia bunuh diri, apalagi dia ditemukan tergantung di lereng dengan posisi terlentang walaupun tergantung, tapi kami serahkan ke pihak berwajib, nanti mereka yang lebih tau kronologis kebenarannya kan,” pungkasnya. (Redaksi)

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top