Heboh Video Ketua BPD dan LC Sebuah Kafe Mesra Saat Malam Ditemani Miras

JejakNtb.com, Oknum security Bank NTB Syariah KCP Maluk 
Merangkap Ketua BPD Desa Mantun yang diduga melakukan tindakan tercela

 

SUMBAWA BARAT, |JejakNtb.com – Publik dihebohkan dengan beredarnya video kontroversial yang menampilkan oknum ketua BPD (Parlemen Desa) yang juga Security Bank NTB Syariah Cabang Maluk dan seorang Lady Companion (LC) di Salah satu tempat hiburan malam, Taliwang, Sumbawa Barat.

Dalam video singkat yang viral di media sosial, keduanya terlihat asyik berkaraoke mesra di dalam lingkungan kafe remang-remang Maluk. Diduga kuat, momen itu terjadi saat jam istirahat warga dan diduga kuat menggelar acara bernyanyi sambil berpesta miras.

Rekaman memperlihatkan Ketua BPD yang merangkap security Bank NTB Syariah Cabang Maluk dan LC tersebut masih mengenakan pakaian santai. Mereka tampak berdiri berdekatan sambil berpegangan tangan erat dan bernyanyi menggunakan fasilitas karaoke melalui speaker advance di ruang kafe remang-remang.

Kasus ini langsung mendapat respons dari Tokoh Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

Tokoh Masyarakat, yang karib disapa Mamieq, membenarkan peristiwa itu dan memastikan akan melaporkan kasus tersebut ke Bupati Sumbawa Barat.

“Iya benar. Itu pak Ibrahim sudahh, Tapi belum ditangani oleh bidang terkait di internalnya, kita tetap akan mengawal kasus ini serta melaporkan” ujar Mamieq saat dikonfirmasi, Sabtu (4/10).

Informasi yang diendus JejakNtb, Ketua BPD Desa Mantun Kecamatan Maluk yang juga sebagai security Bank NTB Syariah Cabang Maluk Kabupaten Sumbawa Barat ini kerap menggelar karaoke dengan LC setiap malam disertai pesta minuman keras.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai aksi nekat oknum parlemen desa dalam video tersebut.

Publik masih berspekulasi apakah Ketua BPD dan perangkat Desa Mantun Kecamatan Maluk kerap melakukan hal tersebut bersama Kades dan perangkat lainnya masih tanda tanya besar di benak warganya.

Mamieq sendiri belum merinci progres penanganan kasus, hanya menyebut ranahnya Bupati yang bisa menegur.

Video karaoke mesra di sebuah kafe remang-remang ini menuai sorotan tajam. Banyak pihak menilai aksi tersebut melanggar etika, disiplin, dan profesionalitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh parlemen desa yang mewakili masyarakat banyak.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa etika dan kedisiplinan di lingkungan masyarakat harus dijaga dengan serius.

Ketua Badan Perwakilan Desa Mantun, Ibrahim Riken, yang dikonfirmasi wartawan JejakNtb, Sabtu (4/10) membantah keras soal video dan foto-foto yang beredar.

“Bukan saya di Vidio Itu Pak, Saya Tegaskan di Vidio itu Bukan Saya Pak.Saya Tegaskan sekali lagi Bukan Ketua BPD Di Dalam Vidio Itu Pak. Terima Kasih pak,” jawab Om Riken begitulah beliau akrab disapa di kawasan Maluk dan sekitarnya.

Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Dinas DPMD pada JejakNtb, menegaskan sikap dan tindakan Oknum Ketua BPD Desa sangat melukai hati masyarakat

“Oknum BPD yang tersebut dalam berita tersebut telah melakukan hal yang melampaui batas bahwa dimana BPD adalah lembaga terhormat yang ada di desa dan keanggotaannya dipilih secara terhormat sesuai ketentuan yang berlaku jadi mustinya personil baik itu atas nama lembaga maupun pribadi harus menjaga diri sebagai tokoh yang dicontoh di desa dan tidak pantas untuk melakukan hal-hal yang tidak patut dalam arti yang luas,” ucap Abdul Hamid.

Pria yang passionnya seperti Syaikh dan performa ulama ini dengan tegas akan menindaklanjutinya.

“Nah disini, kami akan segera melakukan langkah-langkah penanganan misalnya bekerjasama dengan pihak inspektorat daerah untuk memanggil yang bersangkutan menanyakan secara lengkap apa yang menjadi materi berita tersebut, tetapi dalam posisi ini tentu kita menganut asumsi asas praduga tak bersalah,” tegas Abdul Hamid.

Dirinya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait masalah ini,

“Namun jika nanti lengkap data-datanya dengan pengakuannya maka nanti akan ada opini yang akan dikeluarkan inspektorat daerah tetapi bagi kami pribadi atau menjadi pendapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa Barat kepada yang bersangkutan jika benar-benar telah melakukan hal yang tidak dianggap baik oleh masyarakat secara umum sebaiknya pertama meminta maaf karena ini telah menjadi konsumsi berita umum dan oknum berjanji tidak akan mengulangi lagi dan seterusnya atau paling ekstrem itu mengundurkan diri daripada dimundurkan, lebih baik mengundurkan diri untuk tetap menjadi menjaga marwahnya BPD dan pribadi beliau,” paparnya.

Dirinya optimis kasus ini telah diketahui banyak pihak karena telah menjadi konsumsi publik,

“Namun demikian mekanisme terkait itu, harus ditempuh dengan sebaik-baiknya baik itu mengklarifikasi dengan detail hal-hal yang menjadi berita terbuka ini misalnya jika tiba pada kesimpulan menonaktifkan beliau misalnya tentu harus dilakukan sesuai langkah dan prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pintanya.

Pria yang karib disapa Bang Hamid terlalu jauh memberikan saran dan solusi agar oknum tidak bungkam melainkan harus angkat bicara termasuk segera mengklarifikasi menggunakan hak jawab atas pemuatan dirinya oleh kantor berita swasta JejakNtb.

“jadi kami sarankan  itu yang pertama tadi, kalau masih memungkinkan untuk meminta maaf secara terbuka terutama kepada masyarakat yang ada di Desa Mantun Kecamatan Maluk yang diwakili dan yang direpresentasikan suaranya untuk bermusyawarah di desa tentunya iya itu tadi,” sarannya.

“Menjadi tokoh masyarakat ini khan tidak mudah,  semua hal disorot sepertinya harus menjadi orang yang sempurna seharusnya begitu semestinya jadi begitu pak dalam artian luas akan kami coba telusuri dan tindak lanjuti berita ini dan terimakasih banyak atas perhatiannya. Kepada para tokoh tokoh dan perangkat yang berperan di desa terutama untuk hal-hal yang lain tentunya ada di kesempatan yang lain dan saling menguatkan, demikian,” pungkasnya.

Sementara itu, Tajuddin selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat saat dikonfirmasi JejakNtb melalui ponselnya belum menanggapi. Seirama dengan hal tersebut, Sekertaris Bank NTB Syariah Pusat, Amelia yang dikonfirmasi wartawan karena oknum adalah juga sebagai security Bank NTB Syariah KCP Maluk belum menjawab namun pesan redaksi sudah di baca dan diterima oleh yang bersangkutan.

Redaksi sempat bertanya dengan mengirim sms ke beliau, isinya “Permisi Bu Amel, bagaimana sikap jajaran Bank NTB Syariah Pusat terhadap beredarnya Video joget Ibrahim Arsyad Security Bank NTB Syariah KCP. Maluk Sumbawa Barat (KSB) yang berdurasi 17 detik, bersama seorang Lady Companion (LC) salah satu Cafe remang-remang.

Video tersebut adalah video di salah satu kecamatan Maluk dan terkonfirmasi oleh salah satu temannya bahwa pada saat itu yang bersangkutan sedang piket malam untuk tugasnya sebagai security Bank NTB Syariah KCP Maluk🙏” tulis redaksi namun belum ditanggapi hingga kini oleh sekertaris pusat Bank NTB Syariah yang bermarkas di Mataram.

 

 

(Red)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top