Gaji tidak tepat waktu, Sejumlah ASN meradang di Bima

JejakNTB.com, BIMA|Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi sebagai tenaga pendidik (Guru) pada unit kerja Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengeluhkan Gaji yang tidak waktu yang dikirim bendahara gaji Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima untuk bulan Oktober 2022. Kejadian terlambat pencairan gaji guru SMP di Kabupaten Bima sudah sering disuarakan lewat momentum apa saja termasuk media namun tidak pernah diperhatikan dengan serius oleh BPKAD dan Keuangan setempat.

Soal gaji terlambat untuk ASN Guru di Bima bukan rahasia umum lagi ada yang menduga keuangan daerah diambang nihil dan dugaan bocornya anggaran sehingga mengakibatkan defisit dan daerah kelabakan. Apalagi ditambah jumlah ASN di Bima yang makin hari boleh dibilang tidak sedikit.

Belum diketahui apa akar persoalan sehingga gaji guru SMP di Kabupaten Bima seperti wilayah Dapil II bahkan Dapil lainnya kerap tidak taat azas, apakah murni ketidakbecusan bagian administrasi anfrah di Pemda ataukah ada masalah di perbankan masih tanda tanya.

Berdasarkan informasi hingga sabtu (8/10/2022) gaji belum diterimanya se peser pun dari ATM masing-masing tenaga pendidik. Molornya masuk seminggu.

Mekanisme penerimaan gaji ASN termasuk guru saat ini sudah tidak melalui manual lagi melainkan terpusat pada Bank NTB Syariah dengan mekanisme bendahara melaporkan kitir gaji sejumlah rekannya lalu disetor dan pihak bank menindaklanjutinya kembali dengan mentransfer budget yang sudah ter anfrah dengan baik ke nomor rekening masing masing.

Molornya gaji ini jangan dianggap sepele mengingat guru bangsa juga banyak kebutuhannya terutama yang berkaitan dengan primer, sekunder dan tersier. Pemkab Bima kurang peka dan tanggap bahkan termasuk pemerintah yang sangat dzolim pada para oemar bakrie.

Salah seorang ASN bernama Siti Sarah (56) warga Kecamatan Bolo mengaku heran dengan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bima saat ini

” Kita kalah dengan pensiunan, setiap tanggal 1 pensiunan wajib cair gajinya dan konsisten beda dengan pns aktif yang gajinya baru bisa diterima yang bersangkutan diatas tanggal 7 bahkan mendekati tanggal belasan,” ungkap Mantan Pengawas SMP ini pada media dirumahnya kemarin.

Sementara Syeikhul Hadi Prawira SPd dari Madapangga yang juga bendahara Gaji SMP Negeri 4 Madapangga memang mengiyakan terlambatnya gaji guru pns di sekolahnya juga,

“Gaji blm masuk tadi saya ke bank bpd,”jawabnya singkat padat dan jelas melalui whatsapp short message

Lalu Hadi sapaan akrabnya menunjukkan sebuah screenshoot chattingannya di grup bendaharawan gaji se dapil 2,

Selain Siti Sarah dan Syeikhul Hadi Prawira juga ada Lukman Guru SMPN 2 Tambora yang mengaku meradang dengan kebijakan gaji tidak teratur dan telat jadwal.

” Justru seharusnya ASN atau PNS aktif ini yang seharusnya dicairkan tepat waktu oleh Bank NTB Syariah selaku Bank Plat merah yang dipercayakan untuk membayar gaji aparatur daerah,” ungkapnya.

Masih lukman, dia meminta pihak Pemkab terutama Bupati memperhatikan masalah gaji yang telat dijadwalnya

” Bupati sebaiknya meninjau kembali dan mengkonfirmasi berbagai pihak memgapa gaji guru guru ini selalu diatas tanggal 5 bahkan merangkak ke tanggal belasan pencairannya mohon diatensi bupati,” harapnya.

Sementara Mursalin Guru SDN Kawinda Toi pun mengeluhkan hal yang sama terkait molornya pencairan gaji baik tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

Kepala BPKAD Kabupaten Bima Mas Adel Linggiardi yang dihubungi media belum dapat dikonfirmasi karena pesawatnya tidak akttif.

Sedangkan Bendahara Dikbudpora Kabupaten Bima yang biasa disapa Bu Juna juga belum terkonfirmasi hari ini Jumat (7/10/2022)

Elshabier SH, menduga gaji tersebut didepositkan sama dengan Tunjangan profesi guru (TPG),

” Kuat dugaan gaji guru guru SMP dan SD dinombok untuk mensiasati defisit anggaran daerah bisa jadi termasuk tunjanganmya seperti sertifikasi dan lainnya,” ungkapnya.

Seharusnya gaji ASN ini dipercepat apalagi naiknya harga BBM turut menyengsarakan juga ekonomi oemar bakrie karena satu satunya sumber penghasilan pokok nya dari gaji dan tunjangan yang kerap didzalimi tersenut.

” coba hitung jumlah guru dikalikan aja misalnya bunga depositnya seminggu dengan rangkaian jumlah gaji sudah berapa ayo,” bebernya

“Setahu saya dibank itu deposit uang mulai per minggu ada fee nya, per bulan bahkan per catur wulan pun ada tergantung kita seleranya mau per minggu per bulan atau per catur wulan terserah pemilik modal dan kapital;” timpalnya.

Hingga berita ditulis, sejumlah ASN belum menerima gajinya hingga kini sabtu (8/7/2022), dan belum ada pihak yang bisa diwawancarai media terkait telatnya jadwal pencairan termasuk pihak Bank NTB Syariah Cabang Bima belum mengangkat telepon redaksi. (***)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top