Festival Bermain Awali Rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Sumbawa

SUMBAWA BESAR, JEJAKNTB|| Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Sumbawa resmi dimulai dengan sebuah kegiatan yang sarat makna, yakni festival bermain yang melibatkan siswa dan orang tua. Kegiatan yang digelar pada Rabu (29/4/2026) ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam dunia pendidikan.

Festival bermain tersebut dilaksanakan di sejumlah satuan pendidikan dengan konsep interaksi langsung antara anak dan orang tua melalui berbagai permainan edukatif. Sejak pagi hari, para siswa tampak antusias datang bersama orang tua mereka, membawa semangat untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua. Berbagai permainan tradisional dan modern disuguhkan, mulai dari lomba tarik tambang keluarga, estafet sederhana, hingga permainan kreatif yang mengasah kerja sama dan komunikasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S. IP. M. SI, dalam keterangannya menyampaikan bahwa festival bermain ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih humanis dan menyenangkan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial yang sehat antara anak, orang tua, dan lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak, dan sekolah menjadi mitra yang harus berjalan seiring,” ujarnya.

Suasana keakraban tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Tawa anak-anak berpadu dengan semangat orang tua yang turut berpartisipasi aktif dalam setiap permainan. Tidak sedikit orang tua yang mengaku terharu dapat kembali merasakan momen bermain bersama anak mereka di tengah kesibukan sehari-hari.

Salah satu orang tua peserta, Nurhayati, mengungkapkan rasa bahagianya bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menilai festival bermain menjadi cara sederhana namun bermakna untuk membangun kedekatan dengan anak.

“Biasanya kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Hari ini kami bisa bermain bersama, tertawa bersama. Ini momen yang sangat berharga,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu siswa yang mengikuti kegiatan. Ia mengaku senang karena bisa bermain bersama orang tuanya di lingkungan sekolah. Baginya, pengalaman tersebut berbeda dari hari-hari biasa.

“Senang sekali bisa main sama ibu di sekolah. Rasanya seperti punya teman baru,” ujarnya polos.

Panitia pelaksana menjelaskan bahwa festival bermain ini dirancang dengan pendekatan pendidikan karakter. Setiap permainan mengandung nilai-nilai seperti kerja sama, sportivitas, kejujuran, dan tanggung jawab. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendapatkan kesenangan, tetapi juga pembelajaran yang bermakna.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran yang menyenangkan sebagaimana digaungkan dalam tema Hardiknas tahun ini. Pendidikan diharapkan mampu menciptakan ruang yang ramah anak, inklusif, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kehadiran orang tua dalam kegiatan sekolah dinilai sebagai langkah positif dalam mendukung perkembangan anak. Keterlibatan tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta membangun komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan keluarga.

Para guru yang turut mendampingi kegiatan juga terlihat aktif memberikan arahan dan semangat kepada peserta. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang terjalin.

Salah satu guru menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang melibatkan hati, bukan hanya pikiran.

“Kita ingin anak-anak merasa bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Ketika orang tua juga hadir, maka rasa aman dan nyaman itu akan semakin kuat,” ujarnya.

Festival bermain ini menjadi pembuka dari serangkaian kegiatan Hardiknas di Kabupaten Sumbawa yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Rencananya, akan digelar berbagai kegiatan lain seperti upacara peringatan, lomba literasi, satu jam bersama orangtua dan malam seribu cahaya.

Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Selain itu, diharapkan pula muncul kesadaran kolektif bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Dengan terselenggaranya festival bermain ini, semangat Hardiknas terasa lebih hidup dan membumi. Tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya siswa dan orang tua.

Kegiatan yang berlangsung lancar ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Banyak yang berharap agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih inovatif di masa mendatang.

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, pendekatan yang menekankan kebersamaan dan kebahagiaan belajar menjadi semakin relevan. Festival bermain di Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu contoh nyata bahwa pendidikan dapat dikemas secara sederhana namun tetap bermakna.

Akhirnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi refleksi, tetapi juga langkah nyata untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, inklusif, dan berorientasi pada masa depan generasi bangsa.(Asmediati)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top