MANDALIKA, (JejakNtb)|| Pelaksanaan Kejuaraan Balap Motor Dunia atau lebih dikenal dengan MotoGP Mandalika tahun 2026 yang dijadwalkan 9 s.d 11 Oktober 2026 oleh panitia kegiatan PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyisakan duka dan persoalan serius bukan hanya nasional tetapi juga internasional.
Owner media online, Elshabier menilai ada beberapa hal yang membuat PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) meninggalkan duka dan persoalan dalam melaksanakan tugasnya menggelar event MotoGP Musim Ini.
“PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) seharusnya sebagai pengelola event dan sirkuit (seperti Pertamina Mandalika International Circuit) yang tugasnya Bertindak sebagai Event Organizer (EO), idealnya mengambil alih kontrak serta tanggung jawab pelaksanaan perjanjian promotor (Promotor’s Agreement) dengan lembaga internasional seperti Dorna Sports, terus Menyiapkan fasilitas bagi para pembalap, tim, kru, serta mengatur logistik dan akomodasi pendukung jalannya perlombaan., maupun melakukan inspeksi rutin lintasan, mengelola sistem keselamatan, mengatur marshal, serta memastikan sirkuit memenuhi standar internasional (FIM/FIA) serta Melakukan pemasaran event, penjualan tiket, serta menjalin kolaborasi dengan sponsor untuk mendorong sport tourism serta Mengelola kebutuhan tenaga kerja dan perekrutan relawan (volunteer) lokal maupun nasional selama penyelenggaraan acara,” bebernya pada JejakNtb, Sabtu petang (10/10).
Untuk diketahui bahwa H-1 jalan lintas menuju sirkuit memakan korban jiwa artinya rekayasa lalulintas yang dirancang pihak yang berwajib tidak mampu menjamin kenyamanan dan keselamatan serta kenyamanan berkendara di saat padat. Pihak keamanan gagal mewujudkan kesadaran kolektif berlalu lintas. Dan termasuk kasus tabrak lari serta kasus lakalantas lainnya.
Selain itu, maraknya penjual tiket siluman yang perilakunya memborong stock ticket sehingga mengakibatkan lonjakan bahkan harganya tidak sama sementara disisi lain gencar promo harga khusus untuk penonton ber KTP NTB. Ditambah lagi aneka pungli di ruang publik yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Termasuk kejadian terbakarnya sejumlah mobil pribadi di area parkiran MotoGP Mandalika serta peristiwa lainnya yang tiba-tiba muncul dalam event organizer olahraga balap motor dunia yang seharusnya membangkitkan semangat dan motivasi agar UMKM dan ekonomi kreatif rakyat ikut terdorong dan terbantukan.
MotoGP Mandalika musim ini benar- benar mempertaruhkan nama baik daerah, bangsa dan negara, ada baiknya saling menjaga marwah dan integritas.
” Semangat dan intelektual akan percuma kalau tidak memiliki integritas,” sarannya.
Namun menurutnya tugas – tugas tersebut tidak dilaksanakan dengan baik oleh PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA). ” Saya meminta Kementerian RI di Jakarta seperti Komdigi, Kominfo, Menparekraf, termasuk Bapak Presiden dan Gubernur serta DPRD Provinsi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja MGPA tahun 2026,” tegasnya.
Ia menambahkan, salah satu yang paling fatal dalam penyelenggaraan event organizer olahraga balap motor dunia ini adalah terjadinya insiden kecelakaan (crash) sebanyak lebih 20 kali yang menimpa sejumlah pembalap di lintasan. “Ini membuktikan bahwa MGPA mafia dan bobrok kinerjanya, hanya mementingkan ajang balap ini menjadi sebuah bisnis dan industri baru dengan mengambil sisi keuntungan tanpa memperhatikan kwalitas terlaksananya kegiatan ini dengan baik,” terangnya.
Elshabier berkesimpulan bahwa PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) gagal dalam mewujudkan event organizer sport tourism yang bertanggung jawab dan profesional yang mengacu kepada standar internasional dan regulasi dunia. “Kita mestinya malu dengan mendunianya kejahatan dan kegagalan melainkan seharusnya bangga dengan yang baik bukan sebaliknya.
“Yang lebih tragis, ada jurnalis asing maupun lokal, regional dan internasional yang dizalimi entitas padahal sejatinya kru dan awak media hadir untuk membantu event organizer olahraga balap motor dunia menjadi terkenal dan mendunia tetapi dipandang sebelah mata oleh sejumlah panitia kegiatan yang berada di bawah bendera MGPA dan ITDC, hingga notifikasi email saja enggan bahkan ada akomodasinya yang dipermainkan saat hari H.
Sebuah akun Twitter dan Instagram serta Facebook TNT Sports Bike Internasional menyebut Mandalika Sirkuit paling gila dan tidak nyaman untuk dipakai membalap.
“One of the most insane Sprint races we have ever seen 🔥
Watch all the highlights from opening corner chaos to a major point shift in the Championship in the Sprint race 📺
#MotoGP | #IndonesianGP
Tulis salah satu akun resmi asing dengan melampirkan video siaran langsung di lintasan mulai dari star hingga kecelakaan (crash) yang mereka sebut paling gila dan ganas di dunia.
Senada dengan TNT, Pengamat Jurnalis Internasional, Peter Simon kembali berkicau di Twitter dan TikTok.” one of the strange circuit paths that only exists here,” tulisnya.
Simon melanjutkan, “Where are the asphalt and track suitability tests that you guys have been proud of all this time? ,” pungkasnya.
(*)




















