JejakNTB. com | Sempat viral di jagat dunia maya FB bahwa dugaan adanya penolakan mobil ambulans yang membawa pasien dari Pelabuhan Poto Tano Menuju pelabuhan Kayangan, setelah melakukan investagi atas postingan status di FB an FB Ira Mamaraisya, ternyata itu hanya kesalah pahaman yang mana si sopir ambulans menolak untuk menyebrang menggunakan KMP Raja Enggano.
Mualim I , KMP Raja Enggano, I Ketut Sumayasa kepada wartawan melalui seluler ( 04/12 /2022) menjelaskan bermula sekitar pukul 02:30 wita dini hari tadi, KMP Raja Enggano milik ASDP ada pemuatan dari Pototano melalui dermaga 2, saat itu ada ada dua ambulan yang mau menyebrang ke Pelabuhan Kayangan, ambulan yang pertama sudah masuk kapal , nah ambulan yang kedua ada masalah tekhnis pemuatan karena space untuk pemuatannya berada diantara bus dan truk,untuk itu kami kondisikan pemuatan agar bus dan truk dapat termuat dengan posisi kapal agar stabil, namun untuk ambulan nya si sopir tidak mau dengan alasan butuh space atau area yang besar,sementara area muat untuk ambulan tersebut masih ada space dan agar truk bisa masuk , sementara ambulannya berada di samping posisi truk dan bus, namun sopir ambulannya tidak mau geser ( sopir ambulannya ini minta untuk space longgar ), sedangkan di antara bus dan truk itu longgar dan penumpang ambulannya bisa turun alias masih ada kelonggaran, membuat si sopir ambulan tidak jadi menyebrang menggunakan KMP Raja Enggano karena si sopir minta space longgar, kata Ketut Sumayasa Mualim 1 ini kepada media.
Menurutnya, pihaknya sudah berdiskusi lama dengan si sopir ambulan, agar mobilnya bisa dimaju mundurkan, sementara si sopir ambulan bersikeras tidak mau memajukan mobilnya dan tetap bertahan tidak mau maju mundur dengan alasan sempit, sementara waktu untuk keberangkatan kapal segera berangkat ” sementara kapal untuk waktu pemberangkatan ada waktu dan jadwal, karena sudah ngotot si sopir ambulan tidak mau untuk diposisikan oleh kru kapal , si sopir ambulan juga tidak mau, selanjutnya si sopir ambulan ambil sikap mengeluarkan mobil ambulannya dari dalam kapal menuju ke dermaga satu, ” bukan kami yang menolak atau mengeluarkan ambulan dari dalam kapal, akan tetapi si sopir ambulan yang tdak mau diatur sehingga mobilnya dikeluarkan dari dalam kapal menuju dermaga satu ” Jelasnya
Poniman selaku Manager perwakilan ASDP Poto Tano menegaskan kalau pihaknya selama ini tidak pernah menghambat kalau ada mobil ambulan yang mau menyeberang, baik itu ada pasien atau tidak, pihaknya selalu mengedepankan skala prioritas bagi semua mobil ambulan.
” jadi begini pak mohon maaf boleh saya jelaskan pak, tadi kami sudah didatangi KP3 Tano dan dari wartawa saudara mas edi serta sudah kami klarifikasi Pak terkait hal itu jadi awalnya ambulans ini urutan terakhir pak dari tiga dari unit PS. PS ini kami tahan jadi ambulan nya yang kita masukkan lebih dahulu dan truck nya kami tahan. Nah, setelah kami tahan nyatanya TS ini nggak bisa masuk namun masih ada space pak.
Dan kendaraan ambulan pun masih bisa parkir sehingga truck TS ini bisa masuk juga demikian pak,nah kami selaku pelayan jasa dan kami layani yang terbaik dalam artian dari ambulan maupun truk ini kalau ambulannya masuk di urutan terakhir dimasukkan, karena takut juga kami dapat protes dari supir truck khan begitu pak
Nah, jadi ambulan teraebut sebenarnya masih ada space bisa maju lagi pak, karena panjangnya yang ngvak nuntut dan spacenya nya masih lebar namun si sopir ini informasi dari perwira kami mengaku tidak mau dan ngotot minta space yang lebar. Jadi mintaq di geser ambulan namun dari pihak ambulannya tidak berkenan artinya TS ini tidak bisa masuk .kami siap untuk maju dan mundur untuk diatur kembali supaya ts ini bisa masuk
Iya mungkin lelah atau apa kita maklumi juga itu supir keluar pak. Keluar dan pindah ke kapal yang sebelahnya selisih interval waktunya tidak jauh bapak antara KMP 1 dan KMP 2 dan itupun dari pihak kami sudah berupaya untuk memasukkan ke KMP Raja Enggano tetapi dari pihak Ambulannya kurang berkenan, gitu lho pak.
Nah, karena kami juga melayani pemakai jasa kalau ambulan kami prioritaskan pak , pasti . Baik dalam keadaan kosong maupun ada pasien tetap kami prioritaskan kalau bisa sama sama pengendara kecil kita juga sama sama minta ijin dengan urutan unit tersebut, apabila itu ambulan karena memang itu kami utamakan pak, mungkin jemput pasien atau ngantar pasien seperti itu informasi dari perwira kami Mualim I,
Sudah kami minta ke supir , pak tolong maju sedikit pak. Kurang begitu nanggapi atau gimana agar bisa masuk saat itu namun supir kurang berkenan mintanya ternyata bisnya mau makai lebih banyak.
Kami tidak pernah menolak apalagi kami ini dibidang bisnis pak, itu menyangkut profit dan kami akan ditegur juga oleh pimpinan kalau sampai menolak pak, pasti begitu pak. Jadi juga cari profit namun space juga masih ada untuk maju ambulan itu namun dari pihak dari supir pak dan sudah diklarifikasi akhirnya viralnya di hapus itu pak.
Tadi disampaikan melalui media juga saudara mas edi dan sudah bertemu juga dengan KP3 juga tersampaikan akhirnya terklir masalah itu dan terimakasih kepada jejakntb.com yang telah mengingatkan kami.
Iya pak, kami juga butuh profit pak walau walaupun kami operator di Pelabuhan kami pun juga dituntut pendapatan , oh sayang pak kalau nolak ambulan. Atau kendaraan umum yang otomatis kendaraan kami menurun pak hehehe dan otomatis langsung ditegur pimpinan.
Terimakasih telah peduli pada ASDP beserta layanannya dan saya merasa dikritik untuk membangun dalam hal ini dan kami berharap baik secara kedinasan maupun pribadi, kami punya visi dan misi juga akan melayani masyarakat pemakai jasa terbaik dan juga kami juga berharap kepada buruh dan pemakai jasa dari dalam NTB Sumbawa Dompu dan Bima hingga Lombok, kami sangat sangat berharap dalam ini berharap pula adanya kritik membangun dari AsDP pelabuhanbkayangan maupun seluruh Indonesia.
Kami sangat berharap karena dengan adanya kejadian begini tentu akan meningkatkan pelayanan dan kami berpesan juga kepada para nakhoda kapal kami khususnya yang berada di Cabang Kayangan Enggano dan Belida perbaiki layanan dan termasuk kepada rekan rekan media,”Saya perlu kritik yang membangun dan saya mengucapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada rekan rekan media yang telah membantu mencerahkan segalanya. Tandasnya.
Sementara Ipda Nurlana Kapolsek KP3 Laut Poto Tano, juga mengatakan hal yang sama, kalau pihaknya bersama ASDP tidak pernah menghambat mobil ambulan yang mau menyebrrang, baik itu ada pasien atau tidak, justru banyak mobil ambulan yang terbantu apabila biaya untuk menyeberang tidak ada, ” Saya biasa nya membantu 50 persen dari harga tiket, dan bahkan ada mobil ambulan yang mau menyebrang, anggota KP3 laut selalu mendampingi dan mengutamakan penyebrangan ambulan, jadi kejadian semalam itu si sopir yang bersih keras tidak mau menggeser mobilnya, jadi ini bukan dari penolakan pihak kru kapal, ASDP maupun kepolisian melainkan sopir itu sendiri” tutup Nurlana. (Nukman)




















