Dituding Mal Administrasi, Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar Milih Bungkam

JejakNTB.com | Setelah dihubungi berkali kali melalui saluran android akhirnya kepala sekolah mau menanggapi pertanyaan media ihwal keterlibatan dirinya dalam dugaan yang melilit SMA Negeri 1 Sumbawa Besar,

Kepala SMA Negeri 1 Sumbawa, Ainun Asmawati tidak menampik adanya surat panggilan yang ditujukan pada dirinya terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan jabatan yang terjadi di sekolahnya,

hanya saja Kepala Sekolah itu enggan berkomentar dan tidak mau menanggapi via seluler dan handphone perihal kasusnya yang kini viral diberbagai grup whatsapp kalangan pendidikan bahkan sudah diberitakan oleh koran lain sebelumnya.

 

Saat media menanyakan perihal kasusnya dengan mengirimkan bukti surat panggilan polisi Ainun hanya membalasnya dengan chat padahal ditelepon pun tidak digubrisnya,

“Silahkan ke sekolah bertemu langsung, Gak bisa bang,maaf ūüôŹ,” tulisnya di whatsapp pribadi yang bernama Ainun dengan penampakan foto profil bersama KCD Dikbud Sumbawa Nasrullah Darwis.

 

Kasus yang didugakan ini, terregister dengan no B/1448/RES.1.24/2023/Reskrim yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Sumbawa dengan perihal undangan wawancara klarifikasi perkara

Dalam surat yang ditandatangani atas nama Kepala Kepolisian Resor Sumbawa Kasat Reskrim u.b. Kanit Tipidkor atas nama Adhitya Satrya Yudhistira, S.Tr.K dengan pangkat inspektur polisi dua Diduga Kepala Sekolah SMAN 1 Sumbawa diduga melakukan tindakan mal administrasi dan melakukan perbuatan melawan hukum (PMH) sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf e nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi

Dalam surat tersebut terduga telah dipanggil untuk menemui dan menghadap penyidik bernama IPDA Adhitya Satrya Yudhistira, S.Tr.K, AIPDA Nofan Arif Suhartono, Briptu I Putu Artha Sandita Yoga, Briptu Alfian Dinal Haq, SH dan Briptu Bambang Setiawan, SH pada kamis 7 September 2023 sekitar pukul 09.00 wita di Ruang Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Sumbawa.

Pantauan media kasus ini luput dari pemberitaan rekan rekan media di Sumbawa Besar padahal kasusnya terbilang (education – crimed ) yang terjadi di dunia pendidikan mestinya patut diatensi untuk mengawal nasib anak anak bangsa.

Hingga berita ini dimuat belum ada pihak yang bisa dimintai tanggapannya terkait persoalan tersebut dan sepertinya kasus ini sepi dari pemberitaan.(tim)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top