JejakNTB, MATARAM | Diskusi Publik yang bertajuk ” Suksesnya MXGP Samota Mendunia dan Kebangkitan Ekonomi NTB (Evaluasi, Kritik, Saran dan Rekomendasi) yang telah sukses digelar oleh Ibrahim Abdullah alias Bram benar benar dahsyat dan sangat luarbiasa. Diskusi tersebut ramai dan hangat serta berlangsung seru di Resto dan Cafe The Sultan Food Jl Bung Karno No 26 Mataram yang dihadiri oleh sejumlah pembicara hebat dan beberapa tamu undangan yang dominan media maupun stakeholders, Sabtu 2 Juli 2022.
Turut hadir memenuhi undangan elektronik mas bram adalah Doktor Firmansyah Pakar Ekonomi Universitas Mataram selaku analist yang bisa melihat dan menyimpulkan side effect kebangkitan ekonomi dari perspektif akademisi, kedua Komandan Lapangan MXGP Samota yang juga Ketua Panitia MotoGP Mandalika, Ir. H. Ridwan Syah yang juga Kadis PUPR Provinsi NTB, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Mori Hanafi, Kepala BKD Provinsi NTB Muhammad Natsir terkait keterlibatan ASN dan Kapolda NTB yang diwakili Paur Kemitraan Putu.
Doktor Firmansyah dalam paparannya menjelaskan bahwa perhelatan Motor Cross Grand Prix Samota telah menjadi branding utama dalam berbagai topik dan kesempatan saat ini diberbagai antero kawasan bumi gora, regional bahkan mendunia.
” MXGP mengubah orientasi dan mindset berpikir kita yang menjadikan kita leading sport tourism in the worldwide artinya kita pingin beda dengan Bali dan ini adalah momentum yang pas untuk mengembangkan ekonomi kedepan dan kalau kita lihat secara literaturnya berkaitan dengan sport tourism ini mulai dibahas sekitar tahun 80 -an, saat era olimpiade musim dingin hingga PON. Obsesinya orang ingin melihat bagaimana kontribusi Olahraga terhadap perekonomian, urainya di Sultan Food at the upstairs.
Sementara pada tahun 1990-an mindset tersebut mulai bergeser dari olimpiade PON ke arah amazing and sport tourism bahwa ternyata sport tourism ini mampu mendongkrak aktifitas tourism atau kepariwisataan kita yang telah lama terpuruk. Ada beberapa aspek yang bisa kita tarik dari simpulan pelaksanaan MotoGP dan MXGP di NTB atau dampaknye yakni ghirah pariwisata, pemberdayaan ekonomi lokal, dan bisnis investasi sebagaimana yang diungkapkan pak Ridwansyah.
Doktor Firmansyah menjelaskan secara detail bahwa MXGP sangat baik dan berdampak bagi ekonomi NTB serta sangat prospektif adanya.
“Kalau kita tidak bisa mendatangkan modal iya kita bisa mendatangkan orang, dan kalau kita tidak bisa datangkan orang luar negeri iya kita datangkan tetangga kita, karena setiap ada kerumunan orang atau kerumunan manusia pasti ada peluang ekonomi, ada kegiatan ekonomi dan ada triggernya ekonomi, papar Doktor Muda asal Bima itu.
Kita sudah tidak sulit lagi mengenalkan NTB, kita tidak sulit lagi seperti dulu dan dengan adanya event ini orang langsung akrab dan berkahnyaterasa pada membangun image branding ke semua penjuru tak terkecuali menembus batas dan ruang.
” Image branding dunia ini yang sangat susah diraih semua pihak apalagi dalam keadaan ekonomi maupun pandemi. Nah, inilah yang sudah kita dapatkan di Samota dan Mandalika bahwa Nusa Tenggara Barat punyai itu,”terangnya.
Kalau kita melihat pelaksanaan event MotoGP dan MXGP di NTB ada beberapa aspek yang bisa ditarik dari pelaksanaan tersebut atau dampaknya, yang pertama berkaitann dengan eco wisata tentu saja, pemberdayaan umkm lokal, maupun investasi berjangka panjang.
Ekonomi butuh kepastian dan salah satunya kepastian ekonomi itu adanya melalui event event internasional seperti yang dilakukan di Samota dan Mandalika khususnya.
Firman menyederhanakan narasinya terkait sport tourism misalnya dulu orang tidak pernah mengenal Samota dan Samota Sumbawa itu sangat jarang dikunjungi.
Oh Samota itu tempat dilaksanakannya MXGP nah orang mulai berfikir ternyata Samota memiliki aneka potensi yang belum diolah secara maksimal misalnya oh ternyata ada maritimnya, ada teluk salehnya, ada flora faunanya dan potensi peternakannya di Tambora serta ada Destinasi Wisatanya pula di Pulau Moyo. Kedepan menurut saya ini semacam orang main bola operannya pas tinggal sedikit saja akan ke lini gawang dan menghasilkan goal goal cantik perubahan ekonomi kita, tandasnya.
Mengoper bola itu sudah dilakukan sekarang dalam moment MotoGP dan MXGP nah tinggal striker nya yang dibutuhkan dalam mencetak gol gol kesuksesan besar dari buah perjuangan pahit getir kita dalam bekerja keras mensukseskannya, siapa striker striker itu? Iya pemerintah daerah yakni Pemkab Sumbawa dan Lombok Tengah sangat perlu bekerjasama termasuk Bima Dompu dan Kepala Daerah yang ada di Pulau Lombok mari kita rajut jalin peluang peluang yang bisa dikembangkan menjadi sebuah terobosan besar mempercepat progress kebangkitan ekonomi kita.” Tambah Firmansyah.
Ada dua peluang yang bisa dikembangkan yakni dalam kawasan dan diluar kawasan seperti ITDC di Mandalika dan PT SEG di Samota mereka bertanggungjawab mengintegrasikannya namun diluar kawasan itulah tugas pemerintahannya dan kedepannya perlu memastikan bahwa setiap perangkat dan OPD memiliki kreatifitas dan program yang diarahkan ke kawasan tersebut, jadi semangat ini harus sama sama digerakkan begitupula dengan media dan wartawan mulainya memasang iklan brandingnya NTB SPORT TOURISM SAMOTA atau MANDALIKA AMAZING SPORT TOURUSM,” harapnya.
Sementara Ridwansyah selaku Komandan lapangan memaparkan secara lebih mendalam bahwa event MXGP yang telah digelar di The Rocket Moto Sircuit Samota diakuinya telah sukses dan berhasil. Kepala Dinas PUPR Nusa Tenggara Barat tersebut melihat bahwa suksesnya event itu bisa dilihat dari berbagai aspek dan tolak ukur nyata di lapangan.
” Kejuaraan dunia motor cross yang paling bergengsi itu adalah MXGP, yang akronimnya Motor Cross Grand Prix atau Kejuaraan Dunia Motor Cross Internasional dan ini bukan karena tuan rumah kampung Gubernur atau anaknya gubernur yang panitia melainkan itu merupakan Kejuaraan Dunia seri ke 12 Kelas Internasional. Jadi memang Indonesia sudah terpilih sebagai tuan rumah dan Indonesia kewalahan siapkan lahan dan oleh Tim INFRONT memulai menjajaki areal dan lokasi. Mereka datang konsultasi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) kira kira dimana akan ditempatkan pelaksanaannya, itulah cikal bakal ditunjuknya Samota sebagai tuan rumah MXGP 2022, kisah Haji Ridwan.
“Datanglah beliau kesini ketemu Gubernur lalu survei ke Mandalika , Survei ke KLU, dan Lombok Barat. Jatuhlah pilihannya adalah di Lombok waktu itu, kenapa ini business to Business sama dengan MotoGP dia menentukan lokasi dengan melihat berbagai aspek seperti kondisi bandara, bagaimana hotelnya, bagaimana logistiknya, bagaimana jaringan infra suprastrukturnya, termasuk telekomunikasinya, dan semuanya.
Tentu orang yang waras berfikirnya pasti akan memilih Lombok akan memilih Mandalika dan akan memilih di Pulau Sumbawa tetapi di sela sela pemikiran itu muncul pemikiran kami berdua dengan Pak Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah,
” Pak Gub, ini ada pertanyaan besar di masyarakat kalau Pulau Lombok dapat MotoGP dan Sumbawa dapat apa? Bagaimana kalau kita tawarkan Sumbawa sebagai tuan rumah MXGP lalu kami bawalah mereka coba dilihat seperti apa lahan dan lokasi yang diinginkan untuk menunjang aksesibilitas event itu, lalu ke Sumbawalah kami bersama untuk melihat topografi, viewnya menantang dan ternyata Samota lah lokasi yang benar benar diinginkan oleh mereka sang promotor MXGP seperti FIM INFRONT dan SEG serta Rocket.,” terang Kadis PUPR NTB
Kenapa tidak di Bima atau di Dompu? Alasannya sangat sederhana yakni hotelnya tidak banyak karena butuh hotel minimum 500 kamar jenis bintang tiga untuk persyaratan perhelatan tersebut,
“Akhirnya jatuhlah pilihannya di Sumbawa, jadi acara ini murni business to business bukan akalan dari pemerintah, kami hanya memfasilitasi. Sama dengan kami memfasilitasi di MotoGP, saya di Moto GP sebagai Ketua Panitia Satgas, Ketuanya dan tidak pernah pulang di Moto GP.
Akan tetapi Moto GP kami siapkan tiga tahun acaranya, sedangkan MXGP hanya tiga bulan dan hanya orang gila yang mampu menjadikan acara itu terselenggara dengan baik, dan ini tantangan karena ini pertarungan kenapa misi kita penyebaran ekonomi bukan yang lainnya. tambah Ridwan.
Dikatakannya bahwa tujuan utama penyelenggaran tersebut bagaimana membangkitkan gairah ekonomi termasuk adanya perputaran ekonomi yang baik terjadi di daerah.
” Kita tidak peduli tentang siapa yang juara balap akan tetapi kepedulian kita adalah bagaimana ekonomi kita menjadi baik dengan adanya perhelatan dunia teraebut, ada multiplayer effects dari kerumunan kegiatan serta lainnya,” pungkas Dae Iwan sapaan akrabnya.
Untuk diketahui sebelumnya acara teraebut mengundang beberapa pihak termasuk anaknya Gubernur NTB selaku PT SEG yang bertanggungjawab dalam event MXGP namun tidak hadir dan hingga acara seleaai tidak ada konfirmasi kembali kepada EO Diskusi publik, selain itu acaranya berlangsung sederhan namun meriah serta hanya membuka tiga sesi tanya jawab guna membwrikan saran, masukan, kritikan bahkan evaluasi terhadap terselenggaranya kegiatan event dunia itu yang walaupun disana sini terdapat kekurangan namun pengalaman pertama bagi NTb dalam menyelenggarakan sport tourism berkelas dunia untuk kelas motor cross (Nkm)




















