Dibalik Suksesnya Proyek Cold Storage 2 miliar, Ada PPK Handal Ir. Suryadi AK, M.Si Nakhodanya

Ir. Suryadi AK., M.Si

 

 

JejakNTB. com | Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Suryadi AK., M.Si mengungkapkan bahwa pengadaan Ruang Pendingin sebagai bagian PMK dan manfaatnya untuk menyimpan vaksin agar obat obat untuk segala ternak itu tidak rusak.

Sebelumnya diberitakan dan disinggung bahwa Kadisnakkeswan diduga otak mafia anggaran dari rangkaian kegiatan PT. CMC dengan total anggaran Rp 1.995.000.000 maupun dugaan dibatalkan sepihaknya bintek vaksinator menurut magister sains tersebut tidaklah benar.

” Begini, beliau itu apa adanya dan tidak tahu apa apa jangan menuding apalagi menjas, duduk aja di jabatannya itu belum sampai sebulan adinda kita nggak baik berburuk sangka pada orang lain apalagi pemimpin kita, “katanya.

Masih Suryadin, dirinya hanyalah menjalankan perintah sesuai yang diamanatkan, terkait sorotan soal pemasangan Storage Cooler tahun anggaran 2022 dalam pantauannya selaku PPK masih berjalan,

” Iya, kegiatannya berjalan 50 hari kalender kerja, soal papan informasi ada disamping parkir dan keterlambatannya kita akui, saya pun sepakat dengan mas media bahwa kegiatan ini sudah telat dan proses pembayaran denda tetap berjalan pun belum dibayarkan oleh pemerintah sementara sanksi keterlambatan mereka tetap didenda dan uang hasil denda atas keterlambatannya disetorkan ke kas negara, bebernya.

Suryadi menambahkan bahwa kegiatan pengadaan Cold Room (Ruang Pendingin) sebagai bagian dari rangkaian pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) guna menjamin stock ketersediaan vaksin di 10 Kabupaten / Kota Se Nusa Tenggara Barat.

” Untuk menjamin ketersediaan obat -obatan untuk kesehatan hewan ternak di seluruh Kabupaten Kota di NTB. Karena vaksin butuh kulkas yang bagus yang sangat memadai sebagai wadah utama penyimpanannya,” ucapnya.

Magister Sains yang boleh dibilang senior di Bagian Budidaya ini menyimpulkan bahwa kegiatan di dinasnya tidak bermasalah dan justru membantu pemerintah dan masyarakat dalam menekan laju penyakit mulut dan kuku (PMK).

(Nukman)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top