JejakNTB.com, DOMPU |Buntut dugaan pelecehan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap salah seorang siswi yang sedang melaksanakan Program Sistem Ganda atau bahasa sederhananya magang guna memenuhi rangkaian KBM nya di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Dompu. KCD Dikbud Dompu Syarifuddin SPd diberhentikan secara mendadak melalui surat keputusan Gubernur, jumat 5 Agustus 2022 lalu. Belum jelas duduk masalahnya Syarif keburu diberhentikan Bang Zul berdasarkan isu dan viral pemberitaan.
Mendengar laporan tersebut Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah, SE MSc langsung bersikap dan mengeluarkan surat keputusan tepatnya Jumat 5 Agustus 2022 dan menggantikannya dengan Ikhsan Kepala SMAN 1 Dompu.
Kebijakan itu tertuang dalam SK pembebasan tugas nomor 821/2/1/508.BKD/2022

Hal itu terungkap dari pengakuan Siswi tersebut yang merasa nggak enak dan tidak nyaman melakukan kegiatan magang di Kantor KCD Dikbud Dompu,
Dalam pengakuannya siswi tersebut merasa tidak nyaman dengan sikap oknum KCD yang ajak selfie sambil merangkul dan meraba bagian pinggul/belakang bagian tengahnya.
Pihak Sekolah, melalui Wakasek Humas Kesiswaan SMKN 1 Dompu Syahbuddin mengaku bahwa ada aduan dari pesdiknya yang magang bahwa seorang siswi mereka yang tengah mengimplementasikan PSG di Kantor Cabang Dinas Dikbud Dompu mengaku mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum KCD nya.
Menurut pihak sekolah, seorang siswi mereka yang tengah melaksanakan program magang diduga dilecehkan oleh oknum KCD Dikbud Dompu berinisial S.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kejadiannya Senin 1 Agustus 2022 namun baru sekitar Rabu 3 Agustus kita dapat informasinya melalui guru pembimbing yang bersangkutan,” papar Wakasek Humas SMKN 1 Dompu.
Hal ini terungkap setelah korban tiba tiba minta pindah lokasi magang atau PSG kepada guru pembimbingnya dengan alasan tidak nyaman berpraktik di Kantor Cabang Dinas Dikbud Dompu.
Pihak sekolah lalu mendalami dan mengonfirmasi langsung hal tersebut kepada siswi yang bersangkutan. Korban memang mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan hati dari oknum disana (KCD.RED) sehingga meminta diri untuk pindah agar tidak diganggu terus.
” pengakuannya begitu sesuai permintaannya juga akhirnya peserta didik kami tarik kembali kami pindahkan ke tempat lain,” papar Syahbuddin yang saat itu bersama Wakasek Kesiswaan Iwan Ermansyah serta beberapa guru lainnya.
Kronologisnya menurut mereka, saat itu korban dipanggil ke dalam ruangan kemudian diajak foto berdua, selfie nah pada saat selfie inilah dugaan perbuatan melanggar hukum itu terjadi dan dilakukan oknum S.
Dalam pengakuannya peserta didik tersebut merasa tidak nyaman dengan sikap KCD yang mengajak selfie sambil merangkul dan meraba bagian pinggul belakang bagian tengahnya.
Atas kejadian tersebut pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah maupun lainnya telah memanggil peserta didik itu beserta keluarganya baik ayah maupun ibu kandung guna memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.
Setelah dilakukan klarifikasi semua pihak keluarga telah bulat tekadnya untuk menyelesaikan dugaan pelecehan ini ke ranah hukum serta tidak dilakukan Restorative Justice.
Informasi yang diperoleh media, keluarga korban akan menempuh jalur hukum bahkan Rabu malam itu juga keluarga peserta didik yang diduga korban pelecehan dan perbuatan tidak menyenangkan itu resmi melaporkan kasus tersebut ke Mako Polres Dompu untuk diproses lebih lanjut.

Foto. KCD Dikbud Dompu non aktif inisial S , gambar diambil dari akun whatsapp pribadinya.
Dikonfirmasi terkait masalah tersebut, KCD Dikbud Dompu Syarifuddin enggan menjawab redaksi jejakntb.com dan hanya membalas chat whatsapp redaksi dengan ucapan singkat di WA nya,” Ge di Bima sama jagoan,” ucapnya singkat sambil men share lokasi tempat dirinya berkunjung ke Bima.

Foto. Screenshoot Redaksi jejakntb.com saat mengkonfirmasi ke ybs namun tidak dijawab.
Tak habis dengan cara chat lalu redaksi kembali menghubungi via handphone namun tak diangkat juga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd. pada Media Online JejakNTB.com mengakui dan membenarkan bahwa Kepala Cabang Dikbud NTB Cabang Dompu kini dibebastugaskan sebagai Kepala Administratur Dikbud NTB untuk Cabang Kabupaten Dompu,
” Iya benar sekali adinda, iya akurat infonya sejak jumat kemarin Bapak Gubernur NTB mengeluarkan keputusannya, Pak Syarif di tugaskan menjadi guru biasa di SMKN 1 Woja dan digantikan pak Ikhsan sambil merangkap menjadi Kepala SMAN 1 Dompu,” terang Kadis Dikbud NTB saat dimintai tanggapannya soal oknum S KCD Dikbud yang nakal itu.
Mediapun dikirimkan sebuah surat keputusan dengan menggunakan file pdf agar media benar benar yakin akan kebijakan soal itu,

Hingga berita ditulis, informasi yang berhasil kami himpun bahwa saat ini Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat SIK melalui Kasatreskrim Polres Dompu AKP. Adhar,S.Sos., disaksikan Kasi Humas IPDA. Achmad Marzuki telah menerima laporan dan aduan semua keluarga peserta didik yang diduga dilecehkan oknum S dengan mengambil jalur hukum untuk menindaklanjuti temuan dugaan terkait pidana tersebut.
[TIM]




















