Desa Ai Berik Langkah Pertama UNW Kembangkan Wisata melalui In Focus Kuliah Kerja Nyata

Mataram, JEJAKNTB||Tepatnya, Rabu, 6 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Aik Berik, Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, telah dilaksanakan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Acara ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Bustamil Arifin, Kepala Desa Aik Berik, Bapak Irudin, staf desa, serta mahasiswa KKN.

Mahasiswa KKN melakukan investigasi dan penelusuran potensi desa sebagai destinasi wisata yang belum populer. Informasi awal menunjukkan bahwa beberapa destinasi wisata belum dipromosikan secara optimal, yang mungkin disebabkan oleh kurangnya perhatian media, minimnya dukungan dari pemerintah, serta sumber daya yang belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pengelolaan. Diharapkan kehadiran KKN UNW Mataram angkatan XXXIII dapat memberikan terobosan dalam memperkenalkan, mempromosikan, dan menyebarluaskan informasi terkait destinasi wisata di Desa Aik Berik.

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai peresmian mahasiswa sebelum mereka menjalani masa pengabdian selama 45 hari ke depan. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan secara simbolis mahasiswa KKN dari panitia kampus/DPL kepada pihak desa sebagai tanda dimulainya masa pengabdian.

Kepala desa memberikan sambutan dan harapan agar mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dapat berkontribusi dalam program-program desa di masa mendatang. DPL juga memberikan arahan untuk menjalankan program kerja dengan semangat, menjaga nama baik kampus, serta meminta pihak desa untuk memberikan arahan jika ada program kampus yang memerlukan bantuan dari mahasiswa KKN.

Acara berlangsung dari pukul 14.30 hingga 16.20 dengan suasana yang khidmat dan lancar, diakhiri dengan doa Nahdatain dan sesi foto bersama. Kegiatan Sivitas Akademika ini merupakan bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan tinggi.

“Ini adalah konsep dasar yang menjadi pedoman bagi perguruan tinggi dalam menjalankan peran dan fungsinya,” ujar Dosen pembimbingnya pada media.

Untuk diketahui, Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah tiga kewajiban yang diemban oleh perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing poin Tri Dharma:

1. Pendidikan dan Pengajaran:

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

Ini mencakup penyusunan kurikulum yang relevan, penggunaan metode pengajaran yang efektif, serta evaluasi yang berkelanjutan.

Mahasiswa juga memiliki peran dalam meningkatkan mutu diri dan bangsa melalui pendidikan yang mereka jalani.

2. Penelitian dan Pengembangan:

Perguruan tinggi berperan dalam melakukan penelitian untuk menciptakan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat, serta berkontribusi pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan umat manusia.

Contohnya adalah penyusunan skripsi atau tesis yang melibatkan penelitian lapangan dan analisis data.

3. Pengabdian kepada Masyarakat:

Perguruan tinggi bertanggung jawab untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat.

Ini bisa berupa program pengabdian masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau program magang.

Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, tetapi juga seluruh sivitas akademika, termasuk dosen dan mahasiswa. Dengan menjalankan Tri Dharma secara optimal, perguruan tinggi dapat berkontribusi signifikan terhadap kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

 

Redaksi _

 

 

 

 

 

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top