Bina Insan Cendekia Ford Nilai Sikap Kanwil Kemenag NTB Biasa, Menteri Agama Tak Perlu Tanggapi

Zamroni Aziz, SHi., MH
(Kakanwil Kemenag NTB)

 

 

JEJAKNTB.COM|| Bina Insan Cendekia Ford NTB, Elshabier, meminta semua pihak untuk tidak membesar-besarkan sebuah potongan video yang beredar luas di media sosial yang telah diedit beberapa saat lalu oleh para netizen merupakan fitnah dan adu domba yang sangat keji terhadap pribadi Zamroni Aziz selaku Kakanwil Kemenag NTB.

” Saya ingatkan semua termasuk Direktur IDEAL dll untuk segera introspeksi diri dan cooling down stop dan hentikan bullying dan perundungan terhadap Kakanwil Kemenag NTB,” ucapnya pada JejakNtb, Sabtu, (27/9).

Kakanwil Kemenag ini merupakan alumni terbaik yang dimiliki Mataram dan memiliki track record yang sangat bagus selama memimpin kantor kakanwil Kemenag NTB, terakhir sebagai alumni HMI Cabang Mataram yang memiliki reputasi yang sangat signifikan di dunia sivitas akademika.

Untuk diketahui, Zamroni, merupakan sosok mantan aktifis yang simple, humble, humoris dan bersahaja serta tegas jadi semua aktifis pergerakan sangat memahfumi dan memaklumi tipikal kakanwil.

” Itu jokes, dan gerak refleks di ruang tertutup bukan tempat umum bedakan dong, jangan mencari -cari kelemahan orang lain hanya untuk merusak nasib dan masa depannya, jangan begitu,” tambahnya.

Elshabier bahkan meminta Kemenag RI untuk tidak menanggapi perundungan terhadap Kakanwil Kemenag NTB.

“Saya minta Bapak Menteri Agama RI untuk tidak merespon desakan, aspirasi sesaat yang ingin menggulingkan Zamroni dari kursi Kemenag NTB, saya siap pasang badan untuk mempertahankan beliau agar tetap duduk,” tandasnya.

Ia pun mengatakan semua pemberitaan yang berlebih-lebihan terhadap seorang Zamroni Aziz merupakan Pembunuhan Karakter yang dapat merugikan Nusa Tenggara Barat.

Elshabier menilai ini merupakan ‘character assassinate ‘ yang mengarah kepada bullying dan pencemaran nama baik serta syarat tindak pidana.

“Jika dibiarkan sikap dan tindakan ini akan blunder dan berujung ke ranah hukum, dan kami minta dan berharap agar kita sama-sama menjaga nama baik daerah serta stabilitas politik dan ekonomi NTB dengan tidak memperkeruh suasana,” katanya.

Apalagi Zamroni Aziz telah menyampaikan permintaan maaf secara massif ke publik yang telah tersebar secara berantai diberbagai frame line up bahkan menurut kesaksian mata yang menyaksikan aksi tersebut kebanyakan video yang beredar hasil editan seorang konten kreator yang tidak utuh sehingga potensi kejahatan ITE sangat signifikan adanya.

“Beliau sudah minta maaf secara baik-baik atas video editan itu, hentikan dan stop fitnah dan bullying beliau,” pungkasnya.

 

Redaksi

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top