Bambang Firdaus -Sirajuddin Kuasai Debat Paslon, Incumbent Blunder

DOMPU, JEJAKNTB|Debat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dompu yang digelar pada malam Selasa, (11/11) diluar dugaan, pasangan BBF-DJ lebih unggul dibandingkan petahana AKJ-SYAH. Selain itu debat yang dipandu Khanza Tamarindora itu terlihat panas dan tegang.

Dengan sistematis dan terukur BBF -DJ memaparkan visi misi dan penyampaian ide dan gagasan yang syarat dengan fakta dan data, di segmen pendalaman materi Sirajuddin selaku Calon Wakil nya sempat mempertanyakan komitmen pemerintah selama menjabat termasuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi namun tidak begitu dijawab dengan tuntas oleh Paslon 2.

Sedangkan pertanyaan Paslon 2 yang diarahkan ke Paslon 1 semuanya terjawab dengan Klir dan tuntas. Uniknya debat pasangan calon perdana ini diisi dengan ketegangan calon Bupati dari pasangan calon nomor urut 2.

Beberapa kali Paslon 2 kena prank dan mental oleh penjelasan Paslon 1 bahkan AKJ menunjukkan kekesalannya dengan bernada suara tinggi padahal masih dalam suasana debat.

Pengamat Politik Universitas Mataram menilai Debat Perdana yang dilakukan KPUD Dompu berjalan sukses namun belum fokus.” Paslon masih belum fokus dan sangat tempramental, masih terjebak dengan janji politik praktisnya saat menjabat dan BBF-DJ sudah menunjukkan kwalitasnya,” ucap tim pengamat politik Unram.

Dr Syarifuddin Hasan Warga Daha Kecamatan Hu’u melihat debat tersebut sangat mengecewakan dan sangat memalukan.

” Dari sisi incumbent sich cukup kecewa juga kita, seharusnya incumbent itu lebih menguasai persoalan – persoalan yang diperdebatkan karena sebelumnya dia sudah bekerja yang tentunya pasti tahu segala aneka persoalan daerah dan sebagainya bahkan dengan persoalan itu sudah melahirkan kebijakan kebijakan di saat memangku jabatan sehingga seharusnya ketika debat itu berlangsung dia lebih menguasai harusnya karena dia sudah tahu tetapi ini tidak,” sesalnya.

Yang kedua dari sisi tema , tentang Sumber daya Alam . Nah kapasitas beliau berdua ini seharusnya lebih bisa mengeksplorasi ide dan gagasan isu isu terkait sumberdaya alam selama ini di Dompu, yang seksi itu yakni sumberdaya alam mineral yakni tambang dan panas bumi, seharusnya muncul gagasan disitu apa kira-kira yang perlu dibenahi dan dikembangkan,” ungkapnya.

Contoh pertambangan yang tengah dieksplorasi di Kampungnya bagaimana soal ketenagakerjaannya, bagaimana pelaku usaha lokalan yang hari ini banyak persoalan -persoalan yang muncul di masyarakat bawah dan pemerintah AKJ-SYAH tidak pernah hadir guna menyelesaikannya. Ibaratnya anak ayam yang kehilangan induknya. Malah dipermainkan oleh perusahaan nasional, dan itu terbukti tidak pernah hadir seperti adanya kejadian pembakaran Camp di Hu’u sampai saling lapor polisi termasuk masalah yang tidak habis habisnya.

Menurutnya pemerintah daerah saat ini yang berkuasa seharusnya membuat Perda terkait soal tambang atau mendiskusikan persoalan secara massif dan membumi di tengah masyarakat Kabupaten Dompu.

Dan sumberdaya alam Dompu yang bisa diberdayakan banyak, tidak hanya tambang misalnya potensi lobster. Lobster di bagian selatan itu banyak lhoo, dan hari ini yang menggarap itu semua adalah China tidak ada perusahaan lokal di Dompu tepatnya yang berada di “Nanga Sia”.

“Dan ini kita tidak tahu juga bagaimana kontribusinya ke daerah dan ini seharusnya di ekspose sebenarnya saat acara debat kemarin, jangan sampai keberadaan perusahaan orang asing di Dompu itu merugikan daerahnya terus kontribusinya ke PAD bagaimana dong, nah regulasinya harus dibicarakan, peran pemerintah daerah nya bagaimana ini? Belum lagi sumberdaya udang dan rumput Laut.,”urainya.

Menurutnya Teluk Saleh kaya akan rumput lautnya, kenapa Pemda selama ini belum mau mengolah secara maksimal, belum lagi misalnya pariwisata. Pariwisata bukan saja seperti dalam konteks di Lakey itu, tapi pariwisata yang berbasis desa misalnya bagaimana sumberdaya di desa bisa tersentuh, contoh di Kramabura , Saneo,  dsbnya harusnya diekspose dalam debat paslon.

Dr Syarifuddin Hasan pun melihat data yang disampaikan dalam debat soal data lahan petani jagung kurang akurat,” Iya, kita melihatnya data itu masih ilegal dan tindakan ini sangat berbahaya, sebab menyampaikan data yang tidak benar itu bisa berujung penjara,”pungkasnya.

Ia berharap, di debat kedua yang akan digelar 21 November mendatang masing-masing Paslon dapat mengubah mindset dan kerangka berpikir nya dan tidak mengedepankan emosi dalam berdebat.

” Debat itu adu otak, adu pertanyaan , adu konsep gagasan membangun bukan adu otot apalagi jotos bukaan. Mari kita kedepankan moral dan etika dalam berdebat dan bukan sebaliknya,”pungkas Hasanuddin (****)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top