MATARAM, JEJAKNTB |Pengurus Wilayah KAMMI NTB melalui bidang Humas dan Sosial Lingkungan melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Sosial Provinsi NTB. Kunjungan ini selain menjadi agenda silaturahmi, juga bertujuan untuk melakukan audiensi terkait sejumlah masalah sosial yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang, Jum’at (15/11).
Pertemuan tersebut disambut baik oleh Dinas Sosial Provinsi NTB, diwakili oleh Kabid Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial, Hamzan Wadi, S.ST. Dalam pertemuan ini, beberapa isu penting dibahas, termasuk masalah stunting yang masih menjadi perhatian utama.
Hamdani, S.Pd, selaku Kepala Bidang Sosial Lingkungan PW KAMMI NTB, menyoroti tingginya angka stunting di NTB yang masih berada di angka 24,6 persen menurut data Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023. Padahal, pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024. Hamdani menyampaikan pentingnya langkah-langkah terobosan baru untuk menangani stunting lebih efektif di NTB.
“Data survey kesehatan Indonesia tahun 2023 menyebutkan bahwa kasus stunting di NTB masih cukup tinggi. Pemerintah harus punya terobosan baru agar upaya penanganan stunting bisa lebih efektif,” ungkap Hamdani.
Selain masalah stunting, KAMMI NTB juga menyoroti persoalan pengemis dan anak terlantar yang masih banyak ditemukan di beberapa wilayah. Hamdani berharap pemerintah dapat mengembangkan program pemberdayaan yang lebih berdampak untuk kelompok ini.
“Pengemis dan anak-anak terlantar juga sangat mudah ditemukan, harapannya pemerintah bisa memetakan program yang bisa memberi efek pemberdayaan jangka panjang untuk mereka,” tegas Hamdani.
Menanggapi hal tersebut, bapak Hamzan Wadi, S.ST mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, menyampaikan bahwa meskipun angka stunting di NTB masih cukup tinggi, namun secara keseluruhan masih stabil dibandingkan daerah lainnya. Ia memastikan bahwa penanganan stunting akan tetap dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal yang sama juga berlaku untuk penanganan masalah sosial lain seperti pengemis dan anak-anak terlantar.
“Penanganan kasus stunting akan tetap dilakukan secara kontinu dan bertahap, begitu juga dengan masalah sosial lainnya seperti pengemis dan anak-anak terlantar,” jelas beliau
Sementara itu, Khairul Muamalah, S.T, Wakil Ketua Umum PW KAMMI NTB, menambahkan bahwa pemerintah provinsi NTB, khususnya Dinas Sosial, perlu memperluas jaringan mitra kerja, termasuk melibatkan kelompok pemuda dan mahasiswa dalam penanganan masalah sosial ini.
“KAMMI sebagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di NTB memiliki cabang di setiap kabupaten/kota. Kami memiliki kader yang beragam dan mumpuni dalam bidangnya, dan siap untuk diajak berkolaborasi dengan OPD terkait,” ujar Khairul.
Menyambut baik inisiatif tersebut, bapak Hamzan Wadi menegaskan bahwa Dinas Sosial Provinsi NTB terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, termasuk KAMMI NTB, dalam penanganan masalah sosial yang ada.
“Kami selalu terbuka pada semua pihak yang ingin berkolaborasi dalam penuntasan masalah sosial, termasuk dengan teman-teman KAMMI NTB,” pungkas beliau.
Kegiatan silaturahmi dan audiensi ini ditutup dengan penyerahan kajian sebagai bentuk keseriusan KAMMI NTB dalam mengawal masalah-masalah sosial di daerah. Khairul berharap, melalui pertemuan ini, hubungan antara KAMMI dan seluruh OPD di NTB semakin kuat dan terjalin dengan baik.
“Dengan silaturahmi dan audiensi ini, semoga semakin memperkuat hubungan baik antara KAMMI dan seluruh OPD di NTB,” tutup Khairul




















