Hari Pertama Sekolah di SMPN 1 Labuhan Badas Berlangsung Meriah, Kemendikdasmen Dampingi Pelaksanaan MPLS Ramah

 

SUMBAWA BESAR, [JejakNtb]|| Suasana penuh semangat menyelimuti SMP Negeri 1 Labuhan Badas pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027. Sejak pagi, ratusan peserta didik baru berdatangan bersama orang tua mereka untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Senyum, tawa, dan rasa penasaran terlihat dari wajah para peserta didik yang untuk pertama kalinya mengenakan seragam sekolah menengah pertama.

Hari pertama sekolah tahun ini terasa lebih istimewa. SMP Negeri 1 Labuhan Badas mendapat kunjungan sekaligus pendampingan dari Pusat Penguatan Karakter Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kehadiran tim dari kementerian bertujuan memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai ketentuan pemerintah, mengedepankan pembinaan karakter, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan.

Sejak pukul 07.00 Wita, halaman sekolah mulai dipenuhi peserta didik baru. Ada yang datang dengan langkah percaya diri, ada pula yang masih terlihat malu karena baru memasuki lingkungan sekolah yang berbeda dari sebelumnya. Para guru menyambut mereka di gerbang sekolah dengan senyum dan sapaan hangat sehingga suasana yang awalnya canggung perlahan berubah menjadi akrab.

Pemandangan menarik terlihat ketika banyak ayah ikut mengantar anak mereka ke sekolah. Sebagian berjalan berdampingan sambil berbincang, sebagian lagi menggandeng tangan anaknya hingga memasuki halaman sekolah. Tidak sedikit yang mengabadikan momen tersebut melalui foto bersama sebelum berpisah.

Kehadiran para ayah merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 100.2.3 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Sumbawa. Gerakan ini mengajak para ayah untuk terlibat lebih aktif dalam pendidikan anak, dimulai dari hal sederhana, yaitu mendampingi mereka pada hari pertama sekolah.

Bagi banyak orang tua, momen tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Mereka tidak hanya mengantar anak, tetapi juga memberikan semangat agar anak mampu menjalani kehidupan sekolah dengan percaya diri. Sementara bagi peserta didik, kehadiran orang tua memberikan rasa aman ketika memasuki lingkungan baru.

Kegiatan pembukaan MPLS Ramah berlangsung di lapangan sekolah. Seluruh peserta didik baru mengikuti upacara pembukaan dengan tertib. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama, dilanjutkan doa sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar kegiatan belajar selama satu tahun ke depan berjalan lancar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag. Turut mendampingi Rosimin Junaidi, S.STP., M.Si., Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya dan Aparatur, Junaidi, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, serta Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas Punijan, S.Pd., M.Pd.

Dalam arahannya, Prof. Biyanto menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Menurutnya, kesan pertama yang diterima anak akan memengaruhi semangat mereka selama mengikuti pendidikan.

Ia mengatakan sekolah harus mampu menghadirkan suasana yang membuat anak merasa dihargai, diterima, dan nyaman. Karena itu, seluruh kegiatan MPLS harus dirancang sebagai proses pembelajaran yang menyenangkan, bukan sebagai ajang memberikan tekanan kepada peserta didik baru.

“MPLS adalah waktu bagi anak mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, serta budaya belajar yang akan mereka jalani. Tidak boleh ada kegiatan yang membuat anak takut ataupun merasa dipermalukan,” ujarnya.

Prof. Biyanto menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. Selain itu, materi yang diberikan kepada peserta didik juga mengikuti Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 sehingga pelaksanaannya memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa selama lima hari MPLS, peserta didik akan dikenalkan pada lingkungan sekolah, tata tertib, budaya positif, pembiasaan karakter, etika menggunakan media sosial, pencegahan perundungan, serta berbagai kegiatan yang mendorong mereka saling mengenal dan bekerja sama.

Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah. Guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam membangun budaya sekolah yang ramah dan menghargai setiap anak.

Usai sambutan, Prof. Biyanto bersama para tamu undangan melakukan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya MPLS Ramah Tahun 2026. Tepuk tangan peserta didik mengiringi pelepasan balon yang menghiasi langit pagi Labuhan Badas.

Kegiatan berikutnya adalah peninjauan ke sejumlah ruang kelas. Di sana, rombongan melihat secara langsung bagaimana guru memandu peserta didik baru mengikuti berbagai aktivitas pengenalan sekolah.

Suasana belajar terlihat hidup. Guru mengajak peserta didik memperkenalkan diri, mengenal teman sekelas, berdiskusi, serta mengikuti permainan edukatif yang bertujuan membangun kerja sama. Sesekali terdengar gelak tawa ketika peserta didik diminta menjawab pertanyaan ringan atau mengikuti permainan kelompok.

Prof. Biyanto beberapa kali berdialog langsung dengan peserta didik. Ia menanyakan bagaimana perasaan mereka mengikuti hari pertama sekolah. Sebagian besar menjawab senang karena guru menyambut mereka dengan ramah dan kegiatan yang dilakukan terasa menyenangkan.

Ia mengapresiasi seluruh guru SMP Negeri 1 Labuhan Badas yang mampu menciptakan suasana belajar yang hangat sejak hari pertama. Menurutnya, pendekatan yang sederhana namun penuh perhatian akan membuat anak lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.

Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya dan Aparatur, Rosimin Junaidi, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyambut baik pendampingan yang dilakukan Kemendikdasmen. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi penyemangat bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Rosimin berharap seluruh sekolah di Kabupaten Sumbawa menjalankan MPLS sesuai aturan dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik.

Ia juga mengapresiasi tingginya keterlibatan orang tua, terutama para ayah, yang hadir mengantar anak pada hari pertama sekolah. Menurutnya, perhatian keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam membangun semangat belajar anak.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Junaidi, menegaskan bahwa seluruh sekolah telah diingatkan agar melaksanakan MPLS secara ramah, edukatif, dan bebas kekerasan.

Ia mengatakan kegiatan MPLS harus menjadi sarana memperkenalkan budaya sekolah sekaligus membangun karakter peserta didik sejak awal.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Punijan, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pendampingan MPLS Ramah.

Menurutnya, seluruh guru telah menyiapkan rangkaian kegiatan jauh sebelum tahun ajaran dimulai. Tujuannya agar peserta didik memperoleh pengalaman pertama yang menyenangkan sekaligus mampu beradaptasi dengan cepat.

“Kami ingin setiap anak merasa nyaman sejak hari pertama berada di sekolah ini. Mereka akan belajar, berteman, dan tumbuh bersama di lingkungan yang aman serta saling menghargai,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta didik baru dapat memanfaatkan masa pengenalan sekolah untuk mengenal lingkungan, membangun persahabatan, serta menumbuhkan semangat belajar yang tinggi.

Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Labuhan Badas menjadi contoh bahwa kegiatan pengenalan sekolah dapat dilaksanakan tanpa perpeloncoan. Seluruh rangkaian kegiatan disusun untuk membangun rasa percaya diri, menanamkan karakter positif, dan mempererat hubungan antara sekolah, peserta didik, serta keluarga.

Dengan pendampingan langsung dari Kemendikdasmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pelaksanaan MPLS Ramah diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan pendidikan yang semakin humanis dan berpihak kepada anak. Hari pertama sekolah pun menjadi awal yang menggembirakan bagi peserta didik untuk memulai perjalanan belajar, meraih prestasi, dan mewujudkan cita-cita mereka.[JN]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top