Ketua PSSI, Tajul Arifin :  ” Jadikan Olahraga sebagai Model Pengembangan Ekonomi Kreatif”

Ketua PSSI, Tajul Arifin :  ” Jadikan Olahraga sebagai Model Pengembangan Ekonomi Kreatif”

 

 

 

 

KOTA BIMA (jejakntb.com) || Turnamen sepak bola Wali Kota Bima Cup 2026 resmi berakhir di Lapangan Mako Brimob Sambinae, Minggu (14/6/2026). Persid Unbim Bima keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mekar Sari dengan skor 3-1 pada partai final.

Penutupan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, Ketua PSSI Kota Bima M. Tajil Arifin, Bupati Bima unsur Forkopimda, panitia, serta ribuan penonton yang memadati arena pertandingan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim peserta yang telah menyuguhkan pertandingan berkualitas selama 41 hari pelaksanaan turnamen.

“Selamat kepada seluruh klub yang mengikuti event ini. Sejatinya semua adalah juara karena telah menunjukkan permainan yang indah dan sportif. Saya seperti menonton laga championship, padahal ini hanya turnamen antarkampung,” ujar Rahman

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Rahman menantang PSSI Kota Bima untuk kembali menggelar turnamen serupa dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Bima.

“Animo masyarakat sangat tinggi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini berjalan aman, lancar, dan sukses,” katanya.

Ketua Panitia Wali Kota Bima Cup 2026, Syarif Rustaman, mengungkapkan turnamen yang diikuti 32 tim tersebut berhasil menarik puluhan ribu penonton. Bahkan diperkirakan lebih dari 10 ribu penonton menyaksikan laga final Piala Wali Kota Bima Cup 2026.

Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor, panitia, aparat keamanan, khususnya Brimob Bima, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya turnamen.

“Selain sebagai ajang pembinaan kepemudaan, turnamen ini juga menjadi bagian dari persiapan atlet Kota Bima menuju Porprov NTB 2026. Kami berharap kegiatan ini dapat digelar secara rutin setiap tahun,” ujar Syarif.

” Kegiatan ini diikuti oleh 32 tim sepakbola dan terimakasih kami ucapkan atas dukungan sponsorship BNI, BRI dan Pertamina Patra Niaga Cabang Bima, STKIP, jasa kontruksi, Universitas Muhammadiyah Bima serta teman-teman jurnalis,” tambahnya.

Syarif menegaskan berkat dukungan dari jurnalis turnamen sepakbola walikota cup ini terpublikasikan secara baik hingga ke pelosok Desa.

” Animo masyarakat menjadi tinggi karena berkat teman-teman media termasuk peran konten kreator yang memunculkan event dalam berbagai platform memicu daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk hadir di acara tersebut setiap hari,” ucapnya.

Turnamen ini menurutnya sukses ditonton oleh masyarakat sedikitnya dua ribu orang bahkan sepuluh ribu orang per hari dengan patokan harga karcis masuk yang dikendalikan anggota Brimob Sambinae Kota Bima Rp 20 ribu per orang rutin selama turnamen sepakbola walikota cup 2026.

“Pada laga final dapat kami estimasikan lebih dari sepuluh ribu orang pak wali, tetapi karena rangkaian turnamen ini juga adalah selain pembinaan kepemudaan atlit -atlit berprestasi, ini juga adalah persiapan kami tim kabupaten, kota Bima dan Dompu  untuk mengirim peserta pada Porprov NTB tahun 2026,”

Ia, berharap Walikota dan Bupati Bima dan Dompu dapat mendukung kegiatan ini sehingga roda perekonomian masyarakat di Kabupaten dan Kota berjalan efektif dan produktif, mengingat adanya event dan turnamen akan menjadi magnet tersendiri bagi para pelaku bisnis maupun ekonomi lainnya.

Ketua PSSI Kota Bima, Tajul Arifin, dalam sambutannya mengatakan ,”Alhamdulillah, turnamen ini upaya membangun olahraga yang sehat, Ini merupakan ikhtiar bersama untuk membangun olahraga yang sehat, kompetitif dan berprestasi. Kita semua memiliki mimpi yang sama yakni melihat putra-putri terbaik NTB mampu bersaing di panggung nasional bahkan internasional.” tegasnya.

Turnamen Sepakbola Walikota Cup bukan ajang mencari juara akan tetapi sebuah wahana wadah terpaan untuk melahirkan bibit – bibit unggul olahraga sepakbola yang berkualitas dan bermutu yang akan membawa harum nama NTB di kancah yang lebih tinggi.

“PSSI Kota Bima meyakini bahwa pembinaan generasi muda melalui turnamen adalah sebuah keniscayaan dalam mewujudkan visi kerakyatan visi kota Bima unggul dalam prestasi dan lainnya.

“Sepak bola bukan hanya pertandingan di atas lapangan, sepak bola harus dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lemah dan dibawah garis kemiskinan , karena itu momentum turnamen sepakbola walikota cup adalah titik awal kebangkitan ekonomi rakyat khususnya UKM yang berada di lokasi pertandingan , setiap warga yang hadir, setiap pertandingan yang berlangsung harus mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.(JN)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top