Kadis Dikbud Agus Tegaskan 6.301 Anak di KSB Telah Menguatkan Fondasi Pendidikan, Ini Platformnya!

TALIWANG, JEJAKNTB|Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Agus, S.Pd.,MM setelah sukses membangun sinergitas dan bargainingnya Satker yang dipimpin nya, kembali menguatkan kapasitas dan mindset pendidikan mulai dari bahwa sesuai cetusan bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodho Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Sosialisasi dan advokasi adalah dua metode sistematis untuk mendorong perubahan. Sosialisasi adalah proses penyebarluasan informasi untuk meningkatkan pemahaman, sedangkan advokasi adalah aksi terencana mempengaruhi pembuat kebijakan agar mengubah/memperbaiki kebijakan. Keduanya sering digabung untuk menyebarkan peraturan baru sekaligus mengawal implementasinya

Sosialisasi dan Advokasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah pada Satuan PAUD dilaksanakan pada 21 April 2026 di Ruang Rapat Gili Paserang, Gedung Setda Kabupaten Sumbawa Barat, sebagai upaya memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi sejak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Pendidikan prasekolah bukan sekadar program, melainkan fondasi penting dalam membentuk kesiapan anak, baik secara emosional, sosial, maupun akademik. Pada masa usia emas, perkembangan anak berlangsung sangat pesat sehingga perlu didukung dengan layanan pendidikan yang tepat dan berkualitas sejak dini.

Pendidikan prasekolah (usia 3-6 tahun) adalah jenjang pendidikan awal sebelum SD (formal seperti TK/RA, nonformal seperti PAUD/Kelompok Bermain) yang berfokus pada pengembangan jasmani, rohani, dan kemampuan sosial-emosional melalui bermain. Tujuannya meningkatkan kognitif, kemandirian, dan kesiapan mental anak untuk pendidikan lanjut.

Sampai saat ini, tercatat 6.301 anak telah mendapatkan layanan pada 170 satuan PAUD dengan dukungan 284 tenaga pendidik. Meski demikian, masih diperlukan penguatan dari berbagai aspek, mulai dari ketersediaan tenaga pendidik, peningkatan kualifikasi guru, hingga perluasan partisipasi anak agar seluruh usia 5–6 tahun dapat terlayani secara merata.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Bunda PAUD, tenaga pendidik, pemerintah kecamatan dan desa, serta dukungan program KSB Maju dan PIDAR, diharapkan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan.

Mari bersama wujudkan generasi Sumbawa Barat yang lebih siap, cerdas, dan berdaya saing sejak usia dini.Tujuannya meningkatkan kognitif, kemandirian, dan kesiapan mental anak untuk pendidikan lanjut.

Aspek Kunci Pendidikan Prasekolah:

  • Fokus Pembelajaran: Belajar melalui permainan, bernyanyi, menggambar, bercerita, dan eksplorasi lingkungan.
  • Target Usia: Umumnya 3-4 tahun (prasekolah) dan 4-6 tahun (pra-TK/TK).
  • Pentingnya Wajib Belajar: Pemerintah Indonesia sedang menerapkan wajib belajar 1 tahun PAUD/prasekolah untuk memaksimalkan potensi anak.
  • Manfaat: Mengembangkan kemampuan motorik (kasar/halus), bahasa, dan interaksi sosial

 

Contoh Lembaga Prasekolah:

Formal: Taman Kanak-kanak (TK), Bustanul Athfal (BA), Raudhatul Athfal (RA).

Nonformal: Kelompok Bermain (KB/Playgroup), Tempat Penitipan Anak (TPA), Bina Keluarga Balita

 

Pendidikan ini sangat krusial bagi pertumbuhan anak agar siap secara mandiri dan emosional memasuki jenjang sekolah dasar.

(JN)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top