Grand Final Lomba Cipta Lagu Samawa (LCLS) 2026 Resmi Dibuka Prof.Din Syamsuddin, Ini Pesannya

Grand Final Lomba Cipta Lagu Samawa (LCLS) 2026 Resmi Dibuka Prof.Din Syamsuddin, Ini Pesannya!

 

 

SUMBAWA BESAR, JEJAKNTB| Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela kembali menginisiasi acara malam puncak Grand Final Lomba Cipta Lagu Samawa (LCLS) 2026 berlangsung meriah dan sukses di Auditorium Sang Surya, Minggu malam, 1 Februari 2026.

Ajang yang bertujuan melestarikan budaya dan bahasa Sumbawa melalui musik ini menampilkan 10 finalis terbaik yang telah diseleksi dari 40 peserta yang mendaftar dari berbagai daerah tidak hanya di pulau Sumbawa.

“Peserta lomba tidak terbatas dan hanya untuk tau Samawa yang tidak saja berdomisili di Tana’ Samawa dan di daerah lain di Provinsi NTB, tapi juga tau Samawa yang tinggal di penjuru Indonesia,” ujar salah satu panitia pelaksana yang enggan disebutkan namanya.

Acara ini turut dihadiri Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda Budi Prasetyo, Wakil Ketua I DPRD Sumbawa, Haji Muhammad Berlian Rayes, Kepala BAPPEDA, Tokoh Masyarakat Nurdin Ranggabarani serta lainnya.

Pimpinan PMI Dea Malela, Profesor Doktor Din Syamsuddin dalam sambutannya mengatakan bahwa Lomba Cipta Lagu Samawa (LCLS) adalah bentuk pengabdian Dea Malela di Tana Intan Bulaeng.

“Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, LCLS ini sebagai bentuk apresiasi dan pengabdian atas tanah kelahiran kami,” ucap Din Syamsuddin yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin dan undangan yang memadati tempat berlangsungnya acara.

Dalam sambutannya, Bapak Pengasuh PMI Dea Malela, Ayahanda Prof. Din Syamsuddin menyampaikan bahwa LCLS akan diselenggarakan setiap tahun. Karena LCLS mejadi salah satu persembahan terbaik PMI Dea Malela untuk tanah Samawa.

“Final LCLS 2026 sengaja diselenggarakan pada pertengahan Januari, untuk menyambut hari lahirnya Kabupaten Sumbawa yang diperingati pada 22 Januari” tuturnya dengan lugas.

“Dan Alhamdulillah sudah terlaksana sebanyak dua kali setiap Januari Februari tiap tahunnya, bahkan di September 2024 yaitu Silatul Fikri 99 Tokoh Tanah Samawa yang diperluas menjadi 99 Tokoh Pulau Sumbawa bahkan Agustus 2025 bentuk pengabdian itu dalam bentuk event lain seperti olahraga antar klub,” tambahnya.

Professor Din Syamsuddin berharap kepada generasi muda di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memanfaatkan ajang Lomba Cipta Lagu Samawa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas yang ada pada diri sebagai bentuk aktualisasi generasi muda yang peduli terhadap nasib budayanya di masa depan.

” Saya ingatkan anak-anak muda tujuan lomba untuk mengembangkan bakat dan kreatifitas seniman muda Sumbawa, sekaligus untuk melestarikan budaya tau dan Tana’ Samawa,” pungkasnya.

Adapun jumlah peserta lomba LCLS 2026 ialah sebanyak 40 peserta yang terdiri dari perseorangan dan grup. Setelah dilakukan penyeleksian yang ketat oleh dewan juri, terpilih 10 finalis terbaik.

Untuk diketahui, Malam final lomba sengaja dilaksanakan masih dalam suasana Hari Jadi Kabupaten Sumbawa ke- 67, mengingat momentum itu memiliki nilai sejarah. Proses seleksi dilakukan oleh 8 dewan juri yang terdiri dari seniman dan budayawan Samawa, Nasional hingga Internasional. (*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top