Sosok Agus, Kadis Dikbud KSB Dengan Mindset Baru : Kemampuan Tata Kelolanya Mampu Jadikan Dinas Punya ‘Bargaining’

Agus, S.Pd.,M.M.

 

JEJAKNTB.COM|Agus termasuk kepala dinas dengan kemampuan top leader mumpuni. Sebagai top leader, Agus dalam menjalankan program tak hanya membangun fisik melainkan ingin mengubah mindset, jadi paradigmanya tidak semata-mata ke fisik melainkan membangun juga karakter manusianya.

“Dikbud saat ini fokus pada peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah, nah warna inilah yang akan kita berikan di masa kepemimpinan saya kita awali dengan peningkatan kompetensinya,”

Berangkat dari capaian SPM bahwa saat ini KSB berada pada angka 97 koma sekian, setelah dipelajari pada indikator – indikator mana supaya mencapai seratus. Ternyata, ada pada kompetensi dan kualifikasi guru. lalu satuan PAUD yang terakreditasi B itu masih kurang. Sehingga dua inilah yang menjadi patokan kami menyusun rencana kerja program 2025/2026. Termasuk memperhatikan kekurangan pengawas sekolah yang hampir merata di semua jenjang yang ada.

“Kita ini fokus pada hal ini, termasuk akan merekrut pengawas sekolah yang baru, mengangkat kepala sekolah baru untuk mengisi kekosongan yang ada, mungkin ada sekitar 30 posisi kepala sekolah di KSB yang kosong hari ini,dan memasuki tahun ajaran 2025/2026 ini ada beberapa perubahan pendekatan metode pembelajaran , maka dari itu para kepsek wajib terupgrade guna menyesuaikan dirinya dengan cepat terhadap perubahan-perubahan regulasi serta arah baru kebijakan pendidikan terutama metode dan pendekatan pembelajaran itulah yang menjadi fokus kami,

Adapun jumlah unit SD/MI  di kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 112 sekolah negeri dan swasta, SMP/MTs sebanyak 42 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di 8 Kecamatan. Dan diusianya yang ke 22 tahun, secara persentase, tenaga pendidik dengan strata satu di KSB telah mencapai angka 98 persen. Angka yang cukup signifikan bagi terlaksananya kebijakan publik yang memajukan.

Tak hanya itu, diapun termasuk kepala dinas yang mampu melihat peluang ke pusat. Semua Kepala Sekolah, Guru dan Pengawas kini mendapatkan bekal pelatihan dan gemblengan softskill langsung kementerian kemudian bekerja sama dengan pihak provinsi untuk KSB Maju Pendidikan.

Agus bukan tipikal Kadis yang hanya duduk dibelakang meja, atau sekedar pencitraan atau melakukan tindakan asal bapak senang (ABS) atau sekedar sekenanya saja.”Menjadi kepala dinas tidak hanya formalitas, menjadikan anak-anak bangsa pintar secara akademik diatas kertas saja, tetapi bagaimana membantu anak-anak kita untuk menemukan bakat dan potensinya. Sehingga kegiatan kami di tahun ajaran 2025/2026 ini banyak mengarah kepada pembinaan bagaimana meningkatkan potensi, bakat, minat , kreatifitasnya . Jadi grade akademis dan non akademisnya sama-sama jalan secara maksimal,” kata Agus.

Kemampuan lobi dan manajemen serta pendekatan dengan berbagai pihak maupun pemerintah pusat dan daerah direalisasikannya melalui sejumlah program penguatan kapasitas. Agus menggantikan Kepala Dinas kesekian yang mampu melaksanakan peningkatan skills dan kompetensi Guru, Peserta Didik, Pengawas dan Kepala Sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD dan SMP.

“Selama ini anak anak kita yang punya bakat olahraga dan seni termasuk pengawas pembina maupun guru pembinanya sepertinya kurang dilirik dan diperhatikan, mereka belum diberdayakan secara massif dan optimal, nah inilah mindset kita sekarang,” paparnya.

Agus juga berhasil melaksanakan program penguatan peningkatan kapabilitas kapasitas kompetensi guru PAUD dengan melaksanakan diklat berjenjang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,  Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Program ini sekaligus menjadi program terbesar yang pernah dilakukan di Dikbud KSB.”Kita kerjasama dengan kementerian secara langsung. Dari program ini ada cukup besar manfaat yang bisa dirasakan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah terutama dalam penguatan kapasitas dan skills,” jelasnya.

Agus memahami, untuk memajukan dunia pendidikan di KSB tak hanya soal bagaimana pemenuhan infrastruktur dasar. Penguatan peningkatan kompetensi, terutama guru, Kepala Sekolah dan Pengawas di semua jenjang juga menjadi prioritas yang segera dilaksanakan. ” Kedepannya, kita juga akan melaksanakan penguatan peningkatan kompetensi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas untuk jenjang PAUD, SD dan SMP bekerjasama dengan Balai Guru Penggerak NTB dan Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan NTB,” katanya lagi.

Tak hanya penguatan peningkatan kualitas guru, Kepala Sekolah dan Pengawas secara manajerial melainkan juga berhasrat untuk menjadikan pendidikan di KSB sangat maju dengan cara menghasilkan peserta didik yang berprestasi selaras dengan bakat minat kreatifitasnya anak yang dikawal secara baik oleh orang tua dan guru pembinanya.

Dikbud KSB juga melanjutkan melaksanakan peningkatan kompetensi guru dalam transformasi digital bekerjasama dengan Google for Education Indonesia.”Kita juga membuat program pelestarian seni dan budaya daerah Sumbawa Barat melalui program seniman masuk desa sejak tahun 2022 hingga saat ini,” urainya.

Agus termasuk kepala dinas yang dengan cepat mengubah mindset, cepat bergerak memanfaatkan teknologi untuk mendukung dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai gebrakan yang sedang ditampilkan.

 

(Nkm)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top