DOMPU, JEJAKMEDIA|Festival Lakey dengan tajuk Inspiring of Surfing Beach kini telah usai dan mencatat sejarah, NTB beruntung memiliki Kabupaten Dompu yang mempunyai kekhasan ‘Privillege’ yakni memiliki destinasi unik ditambah kemauan masyarakat dan pemimpinnya dengan kemampuan memotivasi dalam mensukseskan acara yang digelar sejak 19 Juli 2025 menjadi sukses, memicu sorotan apalagi dengan mencari celah dari aksi kolosal ‘Ou Balumba’ bukan saja deburan ombak yang terhentak melainkan sebagian yang nyinyir dengan kedahsyatan Lakey Festival yang mendunia.
Festival of Inspiring Lakey merupakan sport tourism yang bisa membangkitkan gairah pariwisata sehingga kunjungan wisatawan Mancanegara kian hari kian meningkat.Sport tourism, atau pariwisata olahraga, adalah jenis pariwisata yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan perjalanan wisata. Ini bisa berupa acara olahraga resmi berskala besar (hard sport tourism) atau kegiatan olahraga yang lebih santai dan gaya hidup (soft sport tourism). Sport tourism bertujuan untuk mempromosikan pariwisata suatu daerah melalui kegiatan olahraga, baik sebagai penonton maupun peserta.
Agama dan Budaya Tidak Harus Bertikai
Terlalu jauh kalau kita menggiring praktek budaya dan kebiasaan seperti Tarian ‘Ou Balumba’ diseret menjadi polemik dan pertikaian antara agama. Agama dan budaya adalah dua hal yang berbeda, namun saling berhubungan. Agama merupakan ciptaan Tuhan, sedangkan budaya kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun sebagai karsa manusia. Dalam konteks kehidupan sehari-hari agama selalu dikaitkan dengan kebudayaan, sehingga tak jarang masyarakat keliru menempatkan posisi agama dan budaya.
Budaya dan agama tidak selalu dalam satu irisan”. Agama dan budaya adalah dua entitas yang berbeda, meskipun seringkali berinteraksi dan saling mempengaruhi. Agama adalah sistem kepercayaan dan praktik spiritual, sementara budaya adalah keseluruhan cara hidup suatu masyarakat.
Ajang Festival Lakey melalui atraksi ikonik itu adalah jualan promosi wisata yang mengandung nilai-nilai seni tidak dalam irisan yang sama dengan agama.
Namanya juga strategi marketing maka perlu dipoles sedemikan rupa agar lebih menarik ‘ menyentuh hati ketertarikan pengunjung dengan harapan atraksi Ikonik dipadu dalam keindahan Balumba menjadi magnet tersendiri .
Dibali dan Lombok Jawa barat dan daerah lainnya, misalnya, karena Daerah Wisata maka Praktek kebiasaan turun temurun tetap terjaga dan terpelihara apakah suguhan itu di peruntukan untuk agama tertentu tentu jawabanya tidak, yang muslimpun banyak yang kesana , begitu juga dengan Lakey. Jadi Lakey adalan area wisata konvensional bukan wisata religi yang harus dikaitkan dengam hukum syariah agama, seperti contoh minuman keras saja khusus untuk area wisata Lakey itu diperbolehkan jual beli, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 3 tahun 2006 dan Perubahan kedua Perda Nomor 10 tahun 2016 Tentang Larangan Produksi , mengedarkan, menjual dan meminum – Minuman yang beralkohol di Kabupaten Dompu karena disana obyek wisata Internasional.
Negara melindungi, mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya. Menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Dalam Pasal 32 ayat (1) UUD 1945; Pasal 18B ayat (2) UUD 1945; pun sudah sangat jelas diterangkan seterang-terangnya.
Kalau ingin umat itu menjalankan akidah secara kaffah dan holistik maka yang perlu dilakukan mengawal dan memastikan sumber-sumber perkara menjadi pegangan hidup yakni kitabullah wasunnati Nabiyullah Muhammad SAW.
Bukan menggiring opini sesat bahwa hasil kreasi manusia dari seni dan budaya dan kebiasaan turun temurun sekan-akan dijadikan akidah, itu sangat jauh dan blunder.
Sebagaimana kita ketahui bersama Pulau Lombok adalah Pulau dengan identitas keislaman yang tinggi. Daerah dengan julukan Seribu Masjid. Namun diajang Grandprix Mandalika justru panitia dan pemerintah menggunakan tradisi ritual pawang hujan terus kenapa tidak menggunakan ulama, ustadz, kiyai untuk mengusir cuaca buruk, ..?
Nah, disinilah konteksnya yang harus dicermati, kita harus dudukkan antara budaya, kebiasaan turun temurun dan agama merupakan sesuatu hal yang berbeda seperti tulisan kami sebelumnya, sekali lagi dalam ajang MotoGP di Mandalika, kemunculan pawang hujan sempat menjadi sorotan dunia. Aksi yang dianggap “mistis” dan unik itu mencuri perhatian publik bahkan para penonton internasional. Tidak sedikit wisatawan asing yang penasaran dan tertarik untuk datang ke Indonesia, hanya untuk menyaksikan atau bahkan merasakan langsung tradisi seperti ini.
Dengan kata lain, ritual pawang hujan tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi alat promosi budaya yang efektif, memperkenalkan warisan tradisi Indonesia yang sarat makna. Begitu Juga dengan Tari Ou Balumba dalam Festival dengan Tajuk Inspiring of Lakey.
Yang ada di Pantai Lakey itu termasuk sport tourism yang bisa menjadi trigger ekonomi Indonesia bukan saja NTB melainkan NKRI.
Trigger ekonomi” atau “pemicu ekonomi” mengacu pada peristiwa atau faktor yang memicu perubahan dalam aktivitas ekonomi. Ini bisa berupa peristiwa positif yang mendorong pertumbuhan, seperti peningkatan investasi atau kebijakan pemerintah yang mendukung, atau peristiwa negatif yang menyebabkan perlambatan, seperti penurunan permintaan konsumen atau krisis keuangan global.
Jenis-jenis Sport Tourism yang wajib kita ketahui agar tidak salah faham:
Hard Sport Tourism:
Melibatkan acara olahraga resmi dan besar, seperti Sea Games, Asian Games, Olimpiade, atau Piala Dunia.
Soft Sport Tourism:
Kegiatan olahraga yang lebih santai dan terkait dengan gaya hidup, seperti lari, bersepeda, atau selancar, yang bisa diikuti oleh masyarakat umum, bukan hanya atlet profesional.
Manfaat Sport Tourism:
- Meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian daerah.
- Memperkenalkan keindahan alam dan budaya suatu daerah.
- Menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha di sektor pariwisata dan olahraga.
- Mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif.
Sport tourism dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Pemicu ekonomi dapat bersifat spesifik untuk suatu negara atau sektor, atau dapat memiliki dampak global. Memahami pemicu ekonomi penting bagi para pembuat kebijakan, pelaku bisnis, dan individu untuk mengantisipasi perubahan dan membuat keputusan yang tepat.
Redaksi




















