Iran Negara yang Mampu Menampar Amerika dan Israel dalam satu pukulan

KOLOM, JEJAKNTB.COM | Serangan Iran terhadap fasilitas militer dan nuklir di wilayah Israel menandai fase baru dalam konfrontasi Timur Tengah yang dampaknya bergema hingga ke meja-meja negara adidaya utamanya Washington DC , langkah Iran itu bukan secara tiba-tiba melainkan langkah serius atas keterlibatan langsung AS dalam konflik yang semula bersifat regional dengan menyerang tiga lokasi sekaligus Iran mengirimkan sinyal bahwa negara tersebut tidak lagi akan bersikap defensif bahkan retorika Iran yang akan menutup Selat Hormus jalur vital bagi sepertiga perdagangan minyak dunia memperlihatkan betapa tingginya resiko ekonomi dan politik yang tengah dipertaruhkan.

Langkah Iran bukan sekedar balasan spontanitas melainkan upaya kalkulatif yang ditujukan untuk menciptakan tekanan psikologis terhadap para pembuat kebijakan publik di Amerika Serikat. Dalam konteks ini Selat Hormus bukan sekedar jalur pelayaran melainkan menjadi sumber daya kekuatan daya politik tawar Iran ditengah ketegangan global.

Ancaman penutupan walau sekedar baru saja dalam tataran wacana telah cukup untuk mempengaruhi lonjakan harga minyak mentah brand yang semula sempat menyentuh angka 9 dolar per barel per juni 2025 pasar global langsung bereaksi karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Israel atau sekutunya melainkan juga seluruh perekonomian dunia.

 

Donald Trump ‘Ciut Nyali’ begitu melihat Cara Iran Menjaga Kedaulatan dan Harga Diri Negaranya.

Presiden Donald Trump yang dikenal dengan pendekatannya yang penuh dengan agresif serta penuh kejutan kini mulai menunjukkan gejala kehati-hatian, ketika Iran melakukan diplomatik penting ke Russia bahkan bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin AS menyadari bahwa konfrontasi frontal bisa membuka jalan aliansi baru yang lebih berbahaya, Rusia dengan kekuatan militer dan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB memiliki potensi menjadi penyeimbang dominasi Amerika Serikat di kawasan.

Ketika Russia menyatakan dukungan terhadap kedaulatan Iran meskipun tanpa mengirimkan utusan, efeknya langsung terasa di Gedung Putih. Trump pun mulai mengubah nada bicaranya dari pernyataan siap menghancurkan fasilitas Iran dia mulai mengundang pembicaraan damai dan keburu buru dengan teriakan gencatan senjatanya. Namun keraguan publik muncul karena karakter Trump yang tidak konsisten selalu berubah-rubah , beberapa minggu sebelumnya ia sempat menyatakan akan memberikan waktu dua pekan sebelum memberikan keputusan namun justru mendadak memerintahkan serangan terhadap wilayah Iran.

Ketidakkonsistenan ini menceritakan ketidakpercayaan diantara sekutu dan lawan tetapi yang lebih mencolok adalah perubahan sikapnya setelah tekanan datang dari dalam negeri sendiri. Demonstrasi besar-besaran menentang perang muncul diberbagai kota besar seluruh dunia terutama di Amerika Serikat utamanya Washington , New York dan Chicago.

Sikap Trump yang mulai melembek tidak hanya didorong oleh dinamika global tetapi juga oleh tekanan domestik yang terus menerus meningkat. Ditengah ketegangan Internasional Amerika Serikat juga mendapat tekanan dalam negerinya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top