Terkait Kasus Pengrusakan Mobil Dinas Wabup, H Hair :”Sudah BAP, Kasusnya Jalan”

JEJAKNTB.COM | Kasus pengrusakan mobil dinas Wakil Bupati Bima, Dokter Irfan Zubaidy kini naik tahap penyelidikan. Kepolisian Resor Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah memeriksa empat mahasiswa atas dugaan kasus pengrusakan mobil dinas Wakil Bupati.

” Sudah kita layangkan panggilan ke terduga namun masih sebagai saksi bahkan sudah diperiksa pekan lalu, kasusnya naik ke tingkat penyidikan,” ungkap Raden Rahmi, Kanit Pidana Umum (Pidum) mewakili Kasat Reskrim Polres Bima, saat dikonfirmasi JEJAK, Minggu petang

Ia menjelaskan, bahwa ke-empat mahasiswa tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

” Empat mahasiswa itu berasal dari STKIP Tamsis, dan aktif juga di Ekstra Kampus yang dikenal dengan LMND, mereka kita panggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi karena berada di lokasi saat kejadian. Ini kasus nya masuk penyidikan ya,” jelasnya.

Lebih lanjut Kanit Pidum menuturkan, pihaknya telah melayangkan langsung ke alamat kampusnya dan alamat masing -masing empat mahasiswa tersebut.

” Senin lalu mereka diperiksa lebih dari tiga jam lamanya. Mulai sekitar jam 10.30 Wita dan baru selesai pukul 14.00 Wita,” paparnya.

Selain itu, penyidik juga melakukan pemanggilan pada Sat pol PP, ajudan Wakil Bupati dan sejumlah pihak yang ada di lokasi saat kejadian.

” Kalau dari pelapor belum ada. Nanti juga kita akan konfirmasi bagian aset di Pemkab Bima,” tandasnya.

H. Khair selaku juru bicara Wakil Bupati saat dimintai tanggapannya oleh jejak beberapa waktu lalu mengatakan akan menyerahkan kasus itu sepenuhnya kepada pihak berwajib selaku aparat penegak hukum yang sesuai tupoksinya.

” Kasusnya sudah di lakukan berita acara pemeriksaan, kita tunggu saja hasil kerja polisi seperti apa, mari kita berikan kepercayaan kepadanya untuk menuntaskan kasus tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, mobil dinas Wakil Bupati Bima, dicegat dan dirusak oleh sejumlah mahasiswa di depan kampus STKIP Taman Siswa pada Senin, 21 April lalu.

Akibat kejadian ini, mobil dengan nomor polisi EA 2 YY mengalami kerusakan pada bagian bemper dan beberapa bagian lain lecet, setelah di injak dan dihantam menggunakan kayu dan bambu.

Pada saat kejadian tersebut, Wabup dokter Irfan pun berada di dalam mobil. Dan sempat terjadi adu mulut dengan mahasiswa tersebut untuk tidak melakukan aksi brutal seperti itu. Bahkan beberapa mahasiswa dan Sat pol PP sempat tarik menarik dan kejar mengejar dengan massa mahasiswa saat itu yang sedang melakukan aksi unjuk rasa tersebut.(Nkm)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top