Kasihan, Empat ekor Sapi Tewas terkapar akibat antrian di Gili Mas

JEJAKNTB.COM| Peternak Sapi asal Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu benar benar merugi tahun ini akibat ditelantarkan saat di Gili Mas selama beberapa hari terpantau sudah empat ekor sapi mengalami kondisi drop dan mati di lokasi antriannya tanpa bisa diselamatkan.

Peternak Sapi mengalami kerugian puluhan juta akibat kejadian tersebut, kejadian seperti ini kerap terjadi setiap tahunnya di Nusa Tenggara Barat hingga kini Pemprov NTB belum dapat mengurainya.

Peternak Sapi asal Bima, Bahrudin sesalkan sikap pemerintah Provinsi NTB yang mengisolasi diri terhadap permasalahan tersebut.

“Kita sesalkan sikap pemerintah provinsi NTB yang bungkam terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat Peternak Sapi di Pelabuhan Gili Mas, katanya NTB Makmur Mendunia, mana itu semua hanya omon-omon saja” ucap Bahrudin saat dikonfrmasi di Gili Mas, Senin pagi,(21/4).

Akibat jadwal keberangkatan kapal yang lambat, menyebabkan ternak kepanasan dan seandainya ada penambahan armada hal tersebut tidak harus terjadi, “bayangkan harus rela mengantri selama berhari-hari gimana enggak mati jangankan hewan manusiapun bisa tewas,” cetusnya

Aksi protes pun terjadi di Gili Mas, para pemilik ternak terpaksa membakar Ban bekas dan Jerami di halaman parkiran Pelabuhan. Aksi protes tersebut menuntut pemerintah provinsi NTB dan pihak Pelabuhan agar menambahkan Armada Kapal.

“Semestinya kejadian serupa tahun lalu harusnya menjadi pelajaran untuk pemerintah dan pihak Pelabuhan kenapa tahun 2025 terjadi lagi,” sesalnya

Terkait aksi protes Peternak Sapi yang membakar Ban bekas dan jerami dikatakannya, mereka menutut pihak Pelabuhan agar menambhakan Armada kapal untuk mengangkut sapi.

Dirinya sesalkan masalah ini terjadi kembali pada tahun ini. Peternak sudah empat hari menunggu kapal. Dan tadi pagi ada tiga ekor sapi yang kondisinya sudah drop dan ditambah lagi satu ekor yang drop kemarin.

“Empat ekor sapi tersebut terpaksa dijual murah oleh Peternak karena kondisinya sudah drop dan tidak bertahan lagi,” terangnya.

Kami mendesak Gubernur NTB dan pihak Pelabuhan agar segera diatensi dan mencarikan solusi yang baik agar Peternak tidak lagi mengantri berhari-hari di Pelabuhan

“Apabila tidak segera di atensi. Maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi pagi ini. Karena Peternak sudah mulai melakukan aksi protes di areal pelabuhan,” pungkasnya.

Peternak Sapi berharap agar pemerintah menyuplai air bersih, mendatangkan dokter hewan/petugas kehewanan untuk membantu pemeriksaan kondisi sapi dan diberikan bantuan vitamin untuk sapi.

Sementara pihak pemerintah provinsi dan Pelabuhan belum bisa dikonfimasi sehingga berita ini ditayangkan. (Red)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top