JEJAKNTB.COM | Setelah mencuatnya isu tim pansel bayangan dan baperjakat siluman, kini publik dihebohkan dengan rumor praktek percaloan berkedok suap dalam jabatan proses mutasi rotasi pejabat di Kabupaten Sumbawa.
Isu ini menjadi viral di media sosial, menyusul kabar adanya oknum pejabat yang rela merogoh kocek demi mendapatkan posisi jabatan prestisius, bahkan melakukan lobi-lobi melalui tim sukses tertentu.
Baca Juga
https://jejakntb.com/wujudkan-swasembada-pangan-bupati-sumbawa-panen-raya-di-desa-kakiang/
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP, saat berada di Kota Bima dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bima memberikan statement tegasnya saat ditemui JejakNTB.com, kamis (10/4).
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap praktik kotor tersebut.
” Oknum pejabat yang bermain suap maupun tim sukses yang bermain suap, saya langsung blacklist. Tidak ada toleransi, karena praktek itu sudah masuk ranah korupsi,” tegasnya.
Baca Juga https://jejakntb.com/ady-irfan-warning-asn-agar-tidak-melobi-jabatan/
Bupati Jarot juga memastikan bahwa dalam mutasi dan rotasi perdana yang akan segera digelar, prinsip meritokrasi akan dijalankan secara konsisten. Ia menyebut, proses seleksi akan fokus pada kualitas dan kinerja individu, bukan karena kedekatan atau transaksi dibelakang layar.
” Yang akan dipilih adalah figur terbaik dari yang baik. Saya ingatkan, tim sukses jangan coba-coba bermain, apalagi menciderai aturan,” terangnya.
Ia pun menghimbau kepada para pejabat agar tidak mempercayai calo jabatan atau pihak-pihak yang mengklaim bisa ‘mengupayakan’ posisi tertentu .
” Yang bisa menyelamatkan diri mereka sendiri adalah kinerjanya, bekerjalah yang baik, semua akan dievaluasi,” tutupnya. (Red)




















